Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Humaniora

WANITA DALAM DUA NOVEL PANDIR KELANA: KRITIK OBJEKTIF Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 1 (1994)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.8 KB) | DOI: 10.22146/jh.2032

Abstract

Kali ini, diketengahkan kritik obejktif; kritik objektif itu hanya dikenakanpada dua novel karya Pandir Kelana, yaitu Kadarwati Wanita dengan Lima Nama dan Ibu Sinder. Alasan dipilihnya topik ini karena dari segi struktur novel, terutama mengenai protagonisnya, kedua novel ini menarik. Ada kesatuan antarunsur novel itu. Sebenarnya, yang juga menarik untuk dibicarakan adalah masalah intertekstualitas novel-novel Pandir Kelana; karena seperti diketahui para tokoh dalam serangkaian novel itu saling herhubungan dalam aneka konfliknya. Bukan hanya tokoh, fakta cerita lainpun, seperti alur dan latar, juga berinterteks antarnovel; apalagi masalah dan temanya, yang berkisar pada masalah yang berlatar revolusi kemerdekaan RI. Penekanan pembicaraan makalah ini adalah pada unsur penokohan. Kritik objektif yang menganggap karya sastra sebagai totalitas, idealnya diterapkan pada objek sasaran dalam tataran semua unsur yang membangun karya sastra, maka dari itu, pembicaraan tentang penokohan tidak dipisahkan dengan pembicaraan unsur lain sebagai kesatuan. Pembicaraan penokohan mempertimbangkan semua unsurnya sesuai dengan fungsinya.
Penelitian Kualitatif Sastra Berperspektif Feminis Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 8 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.909 KB) | DOI: 10.22146/jh.2072

Abstract

Dasar pemikiran dalam penelitian sastra berperspektif feminis adalah upaya pemahaman kedudukan dan peran perempuan seperti tercermin dalam karya sastra. Pertama, kedudukan dan peran para tokoh perempuan dalam karya sastra Indonesia menunjukkan masih didominasi oleh laki-laki. Dangan demikian, upaya pemahamannya merupakan keharusan untuk mengetahui ketimpangan gender dalam karya sastra, seperti terlihat dalam realitas sehari-hari masyarakat. Kedua, dari resepsi pembaca karya sastra Indonesia, secara sepintas terlihat bahwa para tokoh perempuan dalam karya sastra Indonesia tertinggal dari laki-laki, misalnya dalam hal latar sosial pendidikannya, pekerjaannya, perannya dalam masyarakat dan -pendeknya- derajat mereka sebagai bagian integral susunan masyarakat. Ketiga, masih adanya resepsi pembaca karya sastra Indonesia yang menunjukkan bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan hanyalah merupakan hubungan yang didasarkan pada pertimbangan biologis dan sosial-ekonomis semata-mata. Muncul pertanyaan, apakah penelitian sastra berpetspektif feminis merupakan disiplin ilmu yang akademis? Apakah penelitian ini mempunyai metodologi yang terpisah dari ilmu sosial lain? Bagaimana mengkaji variabel-variabel data para tokoh perempuan dalam karya sastra? Bagaimanakah penelitian sastra berperspektif feminis ini menekankan analisisnya pada analisis gender?
TANGGAPAN PEMBACA TERHADAP SAJAK-SAJAK TOETI HERATY Sugihastuti Sugihastuti
Humaniora No 3 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.866 KB) | DOI: 10.22146/jh.2088

Abstract

Sajak sebagai karya sastra baru bermakna atau dapat berarti apabila dibaca dan ditanggapi pembaca. Peranan pembaca di dalam penelitian karya sastra sangat penting. Demikian juga, peranan pembaca bagi terwujudnya makna sajak-sajak Toeti Heraty penting karena pembaca memberikan tanggapannya. Tanggapan itu bersifat teoretis dan praktis. Tanggapan teoretis berupa tanggapan yang berdasarkan pada kongkretisasi terhadap sajak yang bersangkutan; tanggapan praktis cenderung membicarakan efek sajak terhadap pembaca. Di dalam pembicaraan ini dibicarakan tanggapan teoretis saja, sebab tanggapan praktis memerlukan penelitian yangleblh mendalam, diperlukan penelitian lapangan terhadapnya. Dipilihnya sajak-sajak Toeri Heraty sebagai objek pembicaraan disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, sajak-sajak Toeti Heraty menduduki posisi penting dalam khazanah puisi Indonesia modern. Kedua, Toeti Heraty sebagai penyair wanita Indonesia pun dianggap sebagai penyair ternama. Ketiga, posisi sajak-sajak Toeti Heraty yang tidak terabaikan dalam kancah pembicaraan puisi Indonesia modern menjadi alasan dipilihnya topik pembicaraan ini.