Proses komunikasi non-verbal di SLB Yayasan Bahagia menjadikan murid berinteraksi dan mengembangkan bakatnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi antara guru dan siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas anak autis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengambilan sampelnya menggunakan purposive sampling, untuk mengambil sampel dengan menetapkan guru sebagai informan, dengan menggunakan analisis interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dengan validitas data menggunakan triangulasi sumber untuk mempermudah dalam membandingkan data. Dari hasil penelitian, bahwa peran komunikasi guru sangat penting dalam membantu mengembangkan bakat dan interaksi siswa autis.