Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasite) Michelle Angela; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6480

Abstract

This study discusses the social problems that occur in South Korea that represents poverty in the film Parasite by identifying the signs used in the film. The director as a mass communicator makes a film as a mass message delivering a message to a mass audience or audience about their representation of reality. The theory used in this research is the theory of mass communication, film, representation, discourse, and poverty. This study uses a qualitative approach with Ferdinand de Saussure semiotic analysis technique which divides the signs into two, namely signifier and signified. In this study it was found that the film Parasite represented poverty depicting the figure of a family who lived a difficult life, a small house that was dirty and cramped, difficulty in finding decent work, living in a slum area, a house flooded. Kim's family poverty in this film is relative poverty which explains even though their basic needs are met, but the difference is clearly seen when compared to the economy with the Park family. Some poverty indicators according to the World Bank are portrayed in the film such as land ownership and limited capital, limited infrastructure needed, development bias in cities, differences in human resources and economic sectors, poor living culture and poor governance. Penelitian ini membahas tentang adanya masalah sosial yang terjadi di Korea Selatan dalam sebuah film yang merepresentasikan kemiskinan dalam film Parasite dengan mengidentifikasi tanda-tanda yang digunakan dalam film tersebut. Sutradara sebagai komunikator massa membuat film menyampaikan pesan kepada audiens massa atau penonton tentang representasinya terhadap realitas. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film, representasi, wacana, dan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang membagi tanda menjadi dua yaitu signifier dan signified. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa film Parasite merepresentasikan kemiskinan menggambarkan sosok keluarga yang hidup sulit, rumah yang kecil kotor dan sempit, kesulitan dalam mencari pekerjaan yang layak, tinggal di daerah yang kumuh, rumah yang kebanjiran. Kemiskinan keluarga Kim dalam film ini adalah kemiskinan relatif yang menjelaskan meskipun kebutuhan pokok mereka terpenuhi, namun perbedaan terlihat jelas jika dibandingkan dengan ekonomi dengan keluarga Park. Film seperti kepemilikan tanah dan modal yang terbatas, sarana prasarana yang dibutuhkan terbatas, pembangunan yang bias di kota, perbedaan sumber daya manusia dan sektor ekonomi, budaya hidup yang jelek serta tata pemerintahan yang buruk.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financial Performance Perusahaan Industri Dasar dan Kimia di Indonesia Michelle Angela; Maswar Abdi
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v2i3.9591

Abstract

This study aims to examine the effects of operational efficiency, assets effectiveness, and financial leverage on financial performance in basic industry and chemical companies listed in IDX 2014-2018. The research is conducted by taking 53 samples using purposive sampling method and the method used is multiple panel data regression analysis using e-views 9.0 software. The results show that the operational efficiency, assets effectiveness, and financial leverage are significantly affect financial performance of Basic Industry and Chemical Companies listed in IDX. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh efisiensi operasional, efektivitas aset, dan financial leverage terhadap financial performance pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI periode 2014-2018. Penelitian ini menggunakan 53 perusahaan sebagai sample yang dipilih dengan metode purposive sampling dan menggunakan metode analisis regresi berganda data panel dengan menggunakan perangkat lunak e-views 9.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional, efektivitas aset dan financial leverage berpengaruh signifikan terhadap financial performance perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di BEI
Faktor-faktor yang memengaruhi firm performance: Peran SCF dan leverage Michelle Angela; Agus Zainul Arifin
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v10i1.37228

Abstract

Firm performance provides an overview of the extent to which a company has achieved its organizational goals. This study aims to examine the effect of supply chain finance (SCF) and leverage on firm performance in fast-moving consumer goods (FMCG) companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020-2024 period. This research also seeks to understand how companies were able to maintain financial stability during the Covid-19 pandemic, which worsened corporate financial conditions. The theoretical framework employed in this study is based on the Resource-Based View (RBV), which explains the role of SCF in creating valuable, rare, and hard-to-imitate competitive advantages through efficient resource management. Additionally, the Trade-Off Theory emphasizes the importance of balancing the tax benefits of debt with the potential risks of financial distress, while the Pecking Order Theory explains the hierarchy of financing preferences, particularly the use of debt to enhance firm performance. This study utilizes 195 observations obtained from 39 companies over five years. The analytical method applied is multiple panel data regression using EViews 10.0 software for data processing. The results indicate that supply chain finance (SCF) and leverage have a negative effect on firm performance among FMCG companies listed on the IDX. These findings are expected to provide practical implications for corporate management in optimizing financing strategies and capital management to improve profitability and firm value in the future. Firm performance atau kinerja perusahaan memberikan gambaran mengenai sejauh perusahaan telah mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh supply chain finance dan leverage terhadap firm performance pada perusahaan fast-moving consumer goods (FMCG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Penelitian ini ingin melihat bagaimana perusahaan dapat bertahan dalam keadaan pandemi Covid-19 yang memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan Resource Based View (RBV) yang menjelaskan peran dari SCF untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang bernilai, langka, dan sulit ditiru melalui pengelolaan sumber daya perusahaan yang efisien serta Trade-off Theory yang menekankan pentingnya keseimbangan antara manfaat pajak dari utang serta risiko kebangkrutan dan Pecking Order Theory untuk menjelaskan penggunaan sumber pendanaan, terutama dalam penggunaan utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan 195 observasi yang diperoleh dari 39 perusahaan selama 5 tahun. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews 10.0 untuk pengolahan data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa supply chain finance (SCF) dan leverage berpengaruh negatif terhadap firm performance pada perusahaan fast-moving consumer goods yang terdaftar dalam BEI di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam mengoptimalkan strategi pembiayaan dan pengelolaan modal untuk meningkatkan profitabilitas serta nilai perusahaan di masa mendatang.