Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLYTHYLENE) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK Kartika Indah Sari; Ahmad Bima Nusa
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 1 (2019): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewaasa ini, banyak konsumen yang memilih Paving Block dibandingkan perkerasan lain seperti dak beton maupun aspal. Meningkatnya minat konsumen terhadap Paving Block karena konstruksi perkerasan dengan menggunakan Paving Block yang ramah lingkungan dimana Paving Block sangat baik dalam membantu konservasi air tanah, pelaksanaannya lebih cepat, mudah dalam pemasangan dan pemeliharaan, memiliki berbagai macam bentuk yang menambah nilai estetika, dan harganya yang mudah dijangkau. Namun disamping itu ketergantungan penggunaan semen sebagai perekat pada Paving Block masih tinggi. Telah diketahui bersama bahwa penggunaan semen secara berlebihan dapat menyebabkan polusi dan bahan dasar pembuat semen itu sendiri semakin berkurang, ditambah lagi proses produksinya yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu disini dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan pembuatan paving block sekaligus sebagai upaya mengurangi limbah plastik, khususnya plastik kresek atau HDPE (High Density Polythylene),disamping untuk mengurangi limbah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai dengan tanah, sifat dari plastik yang mudah meleleh namum apabila sudah dingin atau berada pada suhu normal dapat menjadi sangat keras dan cocok digunakan sebagai bahan pembuat Paving Block. penelitian ini juga akan menguji kuat tekan pada paving blcok berbahan limbah plastik dan membandingkan dengan paving block berbahan dasar semen den pasir.Kata-Kata Kunci: Conblock, Paving Block, Plastik, HDPE (High Density Polythylene), Kuat Tekan
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE DIAMETER 0,8 M PADA PROYEK GEDUNG MENARA BRI JALAN PUTRI HIJAU, MEDAN Fikkry Surya Darmawan; Kartika Indah Sari
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi Bored Pile merupakan salah satu elemen terpenting dalam konstruksi yang berperan mendistribusikan beban berat bangunan yang terkonsentrasi pada kolom ke area lapisan tanah yang lebih keras untuk mencapai stabilitas struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan membandingkan daya dukung Bored Pile dari data SPT menggunakan metode Reese and Wright, data CPT menggunakan metode Meyerhof, penurunan tiang tunggal menggunakan metode Poulos and Davis serta penurunan yang diizinkan dan menghitung penurunan tiang kelompok yang terjadi. Berdasarkan data SPT menggunakan metode Reese and Wright, daya dukung ultimate pada pile P219 kedalaman 26,9 m sebesar 699,599 ton, P235 kedalaman 21,5 m sebesar 413,559 ton dan P317 kedalaman 22 m sebesar 413,559 ton. Berdasarkan data CPT menggunakan metode Meyerhof, didapat daya dukung ultimit pada data S-01 sebesar 1519,1517 ton di kedalaman 13,20 m dan pada data S-02 sebesar 372,5296 ton di kedalaman 13,20 m. Penurunan tiang tunggal yang terjadi pada P219 sebesar 3,3976 mm, P235 sebesar 6,5188 mm dan P317 sebesar 5,8842 mm. Penurunan yang diizinkan sebesar 80 mm. Penurunan tiang kelompok pada PC22 sebesar 1,98 mm, PC12 sebesar 9,23 mm dan PC3 sebesar 23,29 mm. Dimensi ukuran Pile Cap diperbesar untuk meningkatkan efisiensi pada kelompok tiang agar memperkecil penurunan tiang kelompok yang terjadi.
ANALISIS STABILITAS ABUTMENT PADA PERGANTIAN JEMBATAN IDANETAE LOLOSENI DI RUAS JALAN HILIMBOWO KABUPATEN NIAS SELATAN Leonardo Anugerah Halawa; Kartika Indah Sari; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Idanetae adalah jembatan pedestrian sepanjang 30 m yang didesain untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat sebagai penghubung jalan yang dipisahkan oleh sungai. Bangunan bawah jembatan terdiri dari abutmen dan pondasi. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui stabilisasi abutment Jembatan Leleseni dalam menahan beban-beban yang bekerja dan untuk mengetahui faktor keamanan abutment tersebut terhadap guling dan geser.Analisis abutment dikhususkan pada stabilitas abutment terhadap guling dan geser. Faktor aman terhadap guling ditentukan berdasarkan perbandingan momenaktif dengan momen pasif, sedangkan factor aman terhadap geser ditentukan dari perbandingan gaya aktif dengan gaya pasif. Selain data-data lapangan, analisis ini memerlukan uji parameter tanah di laboratorium. Parameter yang diuji adalah kuat geser dan density tanah di lapangan. Berdasarkan hasil analisis stabilitas yang telah dilakukan pada abutmen ini didapatkan bahwa nilai factor aman terhadap geser 11,966 dan factor aman terhadap guling 3,127, dengan demikian  abutmen dinyatakan stabil terhadap geser, guling, dan aman terhadap beban-beban yang bekerja.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA DAN DIKLAT Ridwan Rodi Harefa; Kartika Indah Sari
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi yang bergerak dibidang struktur atau infranstruktur serta pertumbuhan penduduk yang begitu pesat mengakibatkan meningkatnya jumlah pembangunan, khususnya dalam pembangunan konstruksi pondasi. Dalam penelitian konstruksi pondasi pada pembangunan gedung asrama dan diklat di jalan Tanjung Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekan Baru Provinsi Riau dilakukan analisis kapasitas daya dukung pondasi dengan menggunakan data penyelidikan tanah sebagai acuan menghitung kapasitas daya dukung tiang. Dari hasil analisis daya dukung pondasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa diameter 0,5 m dengan seluruh kedalaman yang dianalisis memenuhi standart yang telah di izinkan.
EVALUASI JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR MINUM DENGAN MENGGUNAKAN EPANET 2.0 DI KECAMATAN GIRSANG SIPANGAN BOLON KABUPATEN SIMALUNGUN Kartika Indah Sari
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air minum perlu diketahui merupakan salah satu syarat penting yang diperlukan dalam perencanaan jaringan distribusi air minum. Dengan menganalisa kebutuhan air minum untuk daerah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun bertujuan untuk mendapatkan nilai proyeksi kebutuhan air minum untuk penduduk di kecamatan tersebut. Komponen pendukung dalam ketersediaan air yang perlu diketahui yaitu debit sumber air yang akan dialirkan untuk melayani kebutuhan air minum, jumlah penduduk yang harus terlayani, dan besarnya nilai kebutuhan air yang diperkirakan berdasarkan nilai proyeksi jumlah penduduk sampai pada tahun perencanaan. Dengan debit aliran air yang akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sebesar  40 ltr/dtk atau setara 0,04 m3/dtk berdasarkan data dari pihak perencana. Dan jumlah penduduk yang diproyeksikan dari hasil perhitungan pada tahun 2025 berjumlah 6345 jiwa dengan  nilai kebutuhan air sebesar 15,86 ltr/dtk setara dengan 0,015 m3/det. Hal ini menunjukan bahwa ketersediaan sumber air masih mampu memenuhi kebutuhan air di kecamatan tersebut sampai pada tahun 2025. Dan dari hasil analisa yang dilakukan menggunakan program EPANET 2.0 terdapat perbedaan nilai tekanan air yang cukup signifikan pada setiap sambungan pipa, ini menunjukan kondisi topografi didaerah pelayanan merupakan  daerah perbukitan.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG BETON PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT DI KABUPATEN DELI SERDANG Winarti Winarti; Kartika Indah Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i1.5775

Abstract

A building structure consists of an upper structure and a lower structure. The superstructure includes beams, plates, columns, as well as the roof and the lower structure is the foundation. Before carrying out a construction, the first thing that is carried out and carried out in the field is the work of the sub-base foundation, which is a foundation construction between the foundation and the pile foundation. Pile foundations are relatively long and slender rods used to support loads on soil layers with low bearing capacity. The purpose of this study is to determine the depth and strength of the soil layer strength. To determine the cone penetration (penetration of the cone tip expressed in the unit area force).To determine the amount of soil adhesive resistance (soil resistance or soil friction against the biconus sheath expressed in the unit length force). The results obtained from the results of this manual calculation, the authors found that the largest bearing capacity of the foundation was 78.73 t/m-2. So it can be concluded from the results obtained from this calculation which means that the greater the cross-sectional area or diameter of this pile, the greater the bearing capacity that the foundation can withstand and the longer the pile, the greater the bearing capacity that can be endured. from that foundation.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG MENGGUNAKAN DATA SONDIR PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERLUASAN GEDUNG KANTOR SUCOFINDO MEDAN SUMATERA UTARA Ridho Purba; Kartika Indah Sari
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i2.6690

Abstract

Pondasi tiang berfungsi untuk memikul dan menahan beban yang bekerja. Setiap pondasi harus mampu memikul beban sampai batas keamanan yang telahditentukan,termasukmemikulbebanmaksimum untuk mentrasfer beban dari bagian struktur atas kelapisan tanah keras. Pondasi tiang memiliki kekuatan yang daya dukungnya ditentukan berdasarkan tahanan ujung dan pelekatan tiang dengan tanah, sehingga untuk lapisan tanah keras yang terletak cukup jauh dari permukaan tanah pondasi ini sangat sesuai untuk digunakan. Tujuan dari penulisan skripsi ini yaitu untuk menganalisis daya dukung tiang tunggal dengan metode Meyerhoff dan menganalisis daya dukung serta effisiensi tiang kelompok dengan metode Converse-Labarre menggunakan data hasil penyelidikan Cone Penetration Test (CPT).Kesimpulan dari analisis daya dukung izin tiang tunggal pada titik sondir (S-1) diameter 25 cm diperoleh 39,39 ton, diameter 30 cm diperoleh 52,26 ton, diameter 35 cm diperoleh 67,18 ton, diameter 40 cm diperoleh 83,11 ton, diameter 45 cm diperoleh 100,87 ton, serta diameter 50 cm diperoleh 120,73 ton dan pada titiksondir (S-2) diameter 25 cm diperoleh 65,01 ton, diameter 30 cm diperoleh 84,69 ton, diameter 35 cm diperoleh 107,36 ton, diameter 40 cm diperoleh 132,13 ton, diameter 45 cm diperoleh 159,07 ton dan diameter 50 cm diperoleh 189,41 ton. Kemudian dari analisis daya dukung tiang kelompok didapatkan sebesar 125,41 ton dan effisiensi tiang diperoleh 0,796 dengan jumlah tiang sebanyak 4 tiang. Berdasarkan dari hasil  dan pembahasan ini, ada beberapa saran yang akan penulis sampaikan, yaitu sebagai berikut. Data sondir pada titik 1 dan 2 didapat ke dalaman tanah keras (dense) berbeda jauh, maka saya sarankan untuk diadakan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan boring machine. Penulis menyarankan untuk membandingkan hasil analisis daya dukung tiang dengan beberapa metode lainnya. Hasil penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, maka perlu dilakukan penilitian lanjutan untuk analisis dan permasalahan yang serupa.