Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Modal Sendiri, Modal Luar, Partisipasi Anggota, Aset Dan Inovasi Terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi Di Kota Makassar Ansar*, Muhyiddin; Fatmawati, Fatmawati; Suhab, Sultan
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): April, Social and Religious Aspect in History, Economic Science and Law
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i2.26562

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  (1) Untuk menguji pengaruh Modal Sendiri terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi di Kota Makassar (2)Untuk menguji pengaruh Modal Luar terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi di Kota Makassar (3)Untuk menguji pengaruh Partisipasi Anggota terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi di Kota Makassar (4) Untuk menguji pengaruh Aset terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi di Kota Makassar dan (5) Untuk menguji pengaruh Inovasi terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada koperasi di Kota Makassar. Metode analisis yang digunakan regresi linier berganda dengan menggunakan teknik pengolahan data yang digunakan yaitu program aplikasi Statistics for Social Sciences (SPSS).  Hasil penelitian menunjukan bahwa Modal Sendiri, Partisipasi Anggota dan Inovasi memiliki pengaruh Positif dan Signifikan terhadap Sisa Hasil Usaha. Sedangkan Modal luar dan Aset memiliki pengaruh negatif terhadap sisa hasil usaha.
Analisis Sektor Unggulan Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten/Kota Pada Kawasan Perkotaan Mamminasata Efendi, Annisa; Agussalim, Agussalim; Suhab, Sultan
Development Policy and Management Review (DPMR) Volume 2 Issue 2 December 2022
Publisher : Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.416 KB) | DOI: 10.61731/dpmr.vi.20915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan, menentukan sektor potensial untuk dikembangkan dan menganalisa perubahan struktur ekonomi yang terdapat di Kawasan Perkotaan Mamminasata. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah location quotient, tipologi klassen, dan shift share. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, dan Provinsi Sulawesi Selatan atas dasar harga konstan periode 2014-2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis location quotient menunjukkan bahwa di Kawasan Perkotaan Mamminasata memiliki tiga belas sektor basis. Berdasarkan analisis tipologi klassen menunjukkan sektor yang memiliki pertumbuhan pesat di Kawasan Perkotaan Mamminasata terdapat tujuh sektor. Dengan menggunakan analisis shift share menunjukkan bahwa struktur perekonomian Kawasan Perkotaan Mamminasata telah terjadi perubahan struktur dari sektor primer ke sektor sekunder atau sektor tersier.
Kinerja Makro Pembangunan Daerah Sebagai Daya Tarik Migrasi Masuk Provinsi di Pulau Sulawesi Suhab, Sultan; Sharlyna, Sharlyna
Development Policy and Management Review (DPMR) Volume 4 Issue 1 June 2024
Publisher : Pusat Penelitian Kebijakan Pembangunan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61731/dpmr.v4i1.32808

Abstract

Penelitian ini menggunakan regresi data panel untuk menguji hubungan antara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Upah Minimum Provinsi (UMP), kesempatan kerja, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan migrasi masuk ke Pulau Sulawesi. Temuan menunjukkan bahwa PDRB, UMP, dan kesempatan kerja secara signifikan mempengaruhi migrasi masuk, sedangkan IPM tidak memiliki dampak yang signifikan. Studi ini menggunakan Model Random Effect untuk menganalisis data. Oleh karena itu, PDRB, UMP, dan kesempatan kerja dapat menjadi instrumen kebijakan untuk mengatur arus migrasi masuk di Pulau Sulawesi. Selain itu, studi ini menyoroti bahwa kualitas hidup, yang diukur dengan IPM, tidak mempengaruhi migrasi masuk di Sulawesi. Studi ini sangat penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi masuk di Pulau Sulawesi.
Competitiveness of Indonesian edible bird’s nest in global markets (2017-2021) HALKAM, HAMKA; DEMMALLINO, EYMAL BAHSAR; ALI, M. SALEH S.; SUHAB, SULTAN
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100100

Abstract

Abstract. Halkam H, Demmallino EB, Ali MSS, Suhab S. 2026. Competitiveness of Indonesian edible bird’s nest in global markets (2017-2021). Asian J Agric 10: g100106. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100106. Indonesia is the world’s largest producer and exporter of edible bird’s nest derived from Aerodramus fuciphagus. All edible bird’s nest produced in Indonesia is intended for export. During the period 2017 to 2021, Indonesia recorded an average annual export volume of 1,331 tons, with a total export value of US$398.4 million. Despite this strong performance, Indonesia faces several challenges in international trade, including stringent requirements for direct exports to China and increasing competition from other exporting countries. This study aimed to assess Indonesia’s competitiveness in the global edible bird’s nest market. A quantitative, descriptive, and analytical approach was employed using secondary data. The results indicate that Indonesian edible bird’s nest exhibits strong competitiveness and rapid growth in global markets. This is reflected by a high revealed comparative advantage value of 85.24, which is substantially higher than that of competing exporting countries, a revealed symmetric comparative advantage value close to +1, a position as a rising star in the export product dynamic matrix, and classification as an optimistic product under the X-Model potential export product framework. The findings further suggest that national competitiveness in the global edible bird’s nest trade increases with higher export values. Price disparities across export destinations are primarily driven by destination-specific regulatory requirements. China imports edible bird’s nest at relatively high prices under strict regulatory standards, whereas Hong Kong applies fewer regulatory controls and offers lower purchase prices. As a result, increased export volumes to China generate a substantial rise in export value, while exports to Hong Kong do not yield a comparable effect. The study also reports a 358% increase in the swiftlet population in 2021 compared to 1993. To further enhance exports, particularly to China, the Indonesian government should strengthen the registration of swiftlet houses, expand edible bird’s nest cleaning facilities in producing regions, and support the development of value-added edible bird’s nest products.