Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENJADI BERAGAMA: KONVERSI AGAMA DAN RELASI KUASA PADA INDIGENOUS COMMUNITY Laila Sari Masyhur
At-Tafkir Vol 7 No 1 (2014): Vol VII No 1 Juni 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Using a theory of power relation of Michel Foucault, the followingresearch analyze the behavior of religious conversion in the indigenouspeople of Anak Rawa in Penyengat, Siak District, hereinafter referred toas the native People. The research will show that in the middle of thedomination of the state and theologians, the community of indigenouspeople actualizes power to maintain its identity in the the midst of theinvasion of new values and culture. To support the argument, theresearcher traced the religiousity of the Indigenous People focusing onseveral events of everyday life such as traditions of marriage, death, andcelebration of religious holidays. In addition to adapting to fies the ritualtraditions of each religion so that thes traditions become a means ofpreserving their communal identity as a native tribe. The researchultimately shows the interplay between the state and theologians as thedominant group, on the one hand, and the indigenous community as asubjugated group, on the other, in the use of power.
DHIFDA’ DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN MANFAAT SERTA MUDHARATNYA PERSPEKTIF ILMU KESEHATAN Syamruddin Nasution; Muhammad Askolani; Fatmah Taufik Hidayat; Laila Sari Masyhur
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i1.479

Abstract

Penelitian ini membahas tentang dhifda’ (katak) dalam perspektif Al-Qur`an dan kesehatan. Kajian tentang dhifda’ disebutkan di dalam Al-Qur’an yang terdapat pada surah al-A’raf ayat 133. Di dalam ayat tersebut dhifda’ digambarkan sebagai salah satu perumpamaan azab yang diturunkan kepada Fir’aun dan kaumnya ketika mereka ingkar kepada Nabi Musa AS dan akan di hubungkan dengan kesehatan. Penelitian ini akan membahas mengenai, pandangan Islam serta penafsiran terhadap ayat tentang dhifda dan bagaimana manfaat dhifda’ ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian ini berupa library research atau kepustakaan oleh karena itu data yang digunakan adalah data kualitatif dengan pendekatan tafsir ilmi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, Pertama, mufasir menafsirkan surah Al-A`raf ayat 133 ini merupakan salah satu perumpamaan azab yang diturunkan kepada Fir’aun dan kaumnya ketika mereka ingkar kepada Nabi Musa AS. Kedua, manfaat dhifda’ dalam ilmu kesehatan yaitu berdasarkan kandungan gizinya yang bermanfaat pada kesehatan manusia dalam sistem peredaran darah sistes integumen (kulit, rambut, kuku), reproduksi dan bayi, saraf dan otak, tulang (sistem rangka), sistem ekskresi dan urinaria, kelenjar, hormon, enzim, mulut dan gigi, kekebalan tubuh, sistem otot, sistem pencernaan, sistem pernafasan.