Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Politik Islam: Abtara Udealitas dan Realitas Perspektif Muhammad Said al-Asmawi Suis, Suis
al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol 1 No 01 (2011): April 2011
Publisher : Prodi Siyasah Jinayah (Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.419 KB) | DOI: 10.15642/ad.2011.1.01.1-18

Abstract

Abstrak: Diskusi mengenai hubungan agama dan politik adalah perbincangan yang sulit disudai. Ini terjadi disebabkan kedua term itu memiliki akar yang berbeda. Jika agama dianggap sakral sebab memang bersumber dari wahyu sementara politik adalah bersumber dari pikiran manusia yang mengutamakan kebutuhan yang dihadapi dalam realitas kemanusiaan. Bagi Muhammad Said al-Asmawi, hubungan politik dan Islam harus ditempatkan sebagaimana mestinya dengan tetap melihat kekhasan yang dimilikinya. Apapun yang dilakukan kelompok yang mendengungkan formulasi politik Islam yang ideal ternyata hanyalah jargon ideologis semata bukan menimbang kepentingan besar umat Islam. Hal ini. dalam kenyataannya perbedaan konsep politik Islam terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Faktor ideologi sebuah negara menjadi penentu perbedaan itu terjadi sehingga akan lebih baiknya kemudia hubungan formulasi hubungan Islam dan politik tidak hanya dilihat secara formil. Tapi, yang terpenting substansi nilai-nilai Islam hadir dalam setiap momentum-momentum politik. Kalau hal ini tidak diindahkan tegas Said al-Asmawi, dengan memaksakan agama hadir secara formil dalam ranah politik Islam dimungkinkan terjadi pengebirian Islam itu sendiri. Alih-alih Islam hadir untuk kebaikan semua, keberadaannya akan selalu dijadikan alat pembenar bagi setiap kebijakan politik sehingga tidak heran, misalnya yang dilakukan kelompok fundamentalis, kekerasan politik selalu dilegalkan oleh pesan-pesan keagamaan yang ditafsirkan kurang tepat sesuai dengan ideologinya. Karenanya, sekali lagi, Said al-Asmawi menolak keras pemaksaan Islam dalam ranah politik, demi kemaslahatan kemanusiaan sesuai dengan tujuan Islam itu hadir dalam ruang kemanusiaan.Kata Kunci: Politik, Islam, ideologi, realitas
Analisis Hubungan Antara Laba dan Tujuan Ekonomi Syariah Kontemporer Choirunnisa, Wanda Hana; Noviyanti, Triana Ayu; Wigati, Sri; Suis, Suis
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 14 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2024.14.1.62-87

Abstract

This research discusses profits in Islamic economics by considering not only material aspects, but also spiritual aspects. In a sharia economic perspective, profits must take into account compliance with sharia principles such as the prohibition of usury, gharar and maysir. This study refers to the Al-Qur'an and Hadith to analyze the relationship between profit and economic goals in contemporary sharia business. The method used is qualitative research with a library research approach, which produces subjective conclusions. The aim of the research is to provide understanding to the public about the importance of following sharia economic principles in doing business. The formulation of the problem in this article is that many businesses in the 21st century still violate sharia principles, such as riba, gharar, and maysir. In this case thrifting contains elements that are not in accordance with sharia economic principles.
Konsep Kerja Pengrajin Industri Sandal di Wedoro Waru Sidoarjo Perspektif Etika Bisnis Islam Junaidy, Abdul Basith; Nadhifah, Nurul Asiya; Musyafa’ah, Nur Lailatul; Syafaq, Hammis; Suis, Suis
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2023.13.2.197-220

Abstract

This article discusses working according to sandal craftsmen in Wedoro village, Waru, Sidoarjo. The research was conducted in Wedoro village, Waru, Sidoarjo, East Java. Data collection through observation, interviews and documentation. The collected data was analyzed deductively using Islamic law. The study results concluded that most sandal craftsmen came from among the santri and were affiliated with the Nahdhatul Ulama religious organization. The concept of work they have is influenced by the religious teachings they acquire. They do five things at work, namely diligent and diligent, knowledgeable, innovating and understanding market needs, expanding networks and relationships, and being grateful. These five things are in accordance with the concept of Islamic law. In maqāṣid al-Sharia, work as a sandal craftsman corresponds to the objectives of hifẓ al-dīn, hifẓ al-nafs, hifẓ al-‘aql, hifẓ al-nasl and hifẓ al-māl.
Pemberdayaan Mustahik melalui Zakat Komunitas: Studi Kasus BAZNAS Kabupaten Bangkalan dan Kota Surabaya perspektif Teori Kesejahteraan Jamaluddin Athiyyah Sari, Nurita; Nurhayati, Nurhayati; Mustofa, Mustofa; Suis, Suis
Maliyah : Jurnal Hukum Bisnis Islam Vol. 15 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Islamic Economic Law Programs, Faculty of Sharia and Law, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/maliyah.2025.15.1.1-25

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the mustahik (zakat recipients) This research aims to analyze the empowerment model for mustahik (zakat recipients) through Community Zakat at the National Zakat Agency (BAZNAS) of East Java Province, with case studies at BAZNAS of Bangkalan Regency and BAZNAS of Surabaya City. Specifically, this study examines the implementation of the empowerment model, its relevance to Jamaluddin Athiyyah's welfare theory perspective, and its impact on the welfare of mustahik. The background for this research is the significant potential of zakat in Indonesia, particularly in East Java, and the strategic role of BAZNAS in its management. The research method employed is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques included documentation and interviews, with data validity tested through source and technical triangulation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the empowerment models implemented at BAZNAS of Bangkalan Regency and BAZNAS of Surabaya City are adapted to the respective local needs of each area. Empowerment strategies encompass skills training, business capital assistance, and community strengthening. From the perspective of Jamaluddin Athiyyah's welfare theory, especially in the economic field, this program aligns with the principles of Islamic welfare, which include the fulfillment of basic needs, the strengthening of social solidarity, and individual empowerment. This community zakat program has been proven to contribute to improving the welfare and economic independence of mustahik, as evidenced by the increase in their income. Nevertheless, some challenges were identified related to the amanah (trustworthiness/accountability) of mustahik in managing the aid. Keywords: Mustahik Empowerment, Community Zakat, Jamaluddin Athiyyah's Welfare Theory. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan mustahik melalui Komunitas Zakat pada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, dengan studi kasus di BAZNAS Kabupaten Bangkalan dan BAZNAS Kota Surabaya. Secara spesifik, penelitian ini mengkaji implementasi model pemberdayaan, relevansinya dengan perspektif teori kesejahteraan Jamaluddin Athiyyah, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mustahik. Latar belakang penelitian ini adalah potensi besar zakat di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dan peran strategis BAZNAS dalam pengelolaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi dokumentasi dan wawancara, dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan yang diterapkan di BAZNAS Kabupaten Bangkalan dan BAZNAS Kota Surabaya disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing daerah. Strategi pemberdayaan mencakup pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dan penguatan komunitas. Dari perspektif teori kesejahteraan Jamaluddin Athiyyah, khususnya dalam bidang ekonomi, program ini sejalan dengan prinsip kesejahteraan Islam yang meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan solidaritas sosial, dan pemberdayaan individu. Program zakat komunitas ini terbukti berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi mustahik, terlihat dari peningkatan pendapatan mereka. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan terkait amanah mustahik dalam pengelolaan bantuan. Kata Kunci: Pemberdayaan Mustahik, Zakat Komunitas, Teori Kesejahteraan Jamaluddin Athiyyah.