Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

A Review of Recent Developments on Modeling Low Impact Development (LID) Technique: Tinjauan Terhadap Perkembangan Terkini dalam Pemodelan Teknik Low Impact Development (LID) Al Amin, Muhammad Baitullah; Sujono, Joko; Triatmadja, Radianta
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2024): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v13i1.320

Abstract

Urban areas are more susceptible to flooding and water body contamination due to the detrimental effects of urbanization. As a result, a sustainable urban drainage system, also known as low impact development (LID) technique, is required. Although this technique can be extensively applied, the planning and design processes are multi-dimensional, multi-variable, and site-specific, which must consider various local conditions and factors. Consequently, these processes can be very complicated and time-consuming for professionals, necessitating support from computer modeling. This study intends to thoroughly explore the idea of LID modeling, various available computer models, and other tools for its optimization and decision-making processes. The most recent trustworthy journal publications that addressed the subjects under discussion were reviewed. This paper used the descriptive and comparative approaches as the analytical methods. According to the findings of the review, Storm Water Management Model (SWMM) is the computer model in LID modeling that is most frequently employed. This model is a fundamental package for dynamic urban rainfall-runoff modeling, and it has the benefits of being lightweight, simple to use, and an intuitive user interface. Besides, this model is public domain (free to use), open source, and interoperable with many hydro modeling applications. A specific LID editor module is also included in this model for modeling different LID units. To acquire the best LID planning and design from multiple criteria and alternatives, it is also necessary to use metaheuristic algorithms as an optimization model and a multi-criteria decision-making (MCDM) model in addition to the rainfall-runoff model. The authors believe combining the hydrologic and hydraulics models integrated with geographical information systems (GIS), metaheuristic algorithms, and MCDM is the most comprehensive and appropriate method for LID modeling in urban watersheds.
Evaluation of Satellite-based Rainfall Data in Flood Prediction Wisnulingga, Bayu Krisna; Sujono, Joko; Jayadi, Rachmad
Semesta Teknika Vol 26, No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v26i2.19036

Abstract

Rainfall-runoff transformation is a solution to the difficulty of obtaining observed discharge data in flood prediction analysis. Rainfall-runoff transformation requires observed rainfall data with a high rate of accuracy spatially. However, observed rainfall data is also often not available. Satellite rainfall data is commonly used to replace observed rainfall data. However, the accuracy of satellite rainfall data still needs to be tested. This study applied rainfall-runoff transformation to the observed rainfall data and the PERSIANN, GPM, and GSMaP satellite rainfall data in the Opak Watershed using GAMA I SUH method, which were then compared with the observed hydrograph at the AWLR Kretek during the flood event that occurred in Yogyakarta Province due to Cyclone Cempaka to evaluate their accuracy. The results showed that the GPM data generated a hydrograph that is the closest to the observed hydrograph, both the shape and the peak of the hydrograph.
Redaman Banjir Pasca Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi Hartono, Alexandre Octavio; Istiarto, I; Sujono, Joko
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.459 KB)

Abstract

Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang dibangun di hulu Sungai Ciliwung merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi banjir DKI Jakarta. Kedua bendungan tersebut dibangun dengan konsep dry dam sehingga tidak menampung air pada kondisi aliran sungai normal dan hanya berfungsi untuk mereduksi debit banjir. Pemodelan dan kalibrasi hidrologi DAS Ciliwung Hulu dilakukan untuk mengetahui karakteristik DAS Ciliwung Hulu dengan bantuan software HEC-HMS. Data yang digunakan untuk melakukan kalibrasi adalah data hujan dan aliran pada tanggal 16-18 Januari 2013. Kemudian dilanjutkan dengan simulasi banjir menggunakan debit 50 tahun, 100 tahun, dan PMF untuk mengetahui kinerja bendungan terhadap banjir. Metode yang digunakan untuk penelusuran banjir adalah level pool routing dan channel routing (time lag method). Hasil penelusuran banjir 50 dan 100 tahunan menunjukan redaman banjir yang cukup besar yaitu 36,4%-39% untuk banjir 50 dan 100 tahunan. Kontribusi redaman banjir oleh Bendungan Ciawi adalah 80-85% dan Bendungan Sukamahi adalah 15-20% dari total redaman banjir.
Pengembangan Sumber Daya Air Permukaan Untuk Layanan Kebutuhan Air Baku Pulau Nunukan Ahmad Hakim Bintang Kuncoro; Joko Sujono; Rachmad Jayadi
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2021): Volume 6. No. 2 Agustus 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan sumber daya air (PSDA) di pulau Nunukan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok penduduk pulau Nunukan. Kapasitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan pada tahun 2016 sebesar 160 l/s dan penampungan air hujan (PAH) penduduk sebesar 53,78 l/s, masih mengakibatkan terjadinya defisit air. Dalam Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Nunukan (RISPAM) (Peraturan Bupati Kab. Nunukan No. 33, 2014), direncanakan peningkatan kapasitas produksi PDAM menjadi 245 l/s hingga tahun 2017. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui hasil dari peningkatan tersebut.Pada penelitian ini dilakukan perhitungan kebutuhan air dan ketersediaan air pulau Nunukan pada tahun 2016 hingga tahun 2036. Analisis diawali dengan menghitung kebutuhan air penduduk dan pelanggan PDAM Nunukan. Tahap selanjutnya menghitung ketersediaan air, simulasi Standard Operating Rule (SOR) pada embung, analisis PAH, serta analisis imbangan air. Tahap terakhir adalah menentukan pengembangan sumber daya air dengan metode Analysis Hierarchy Process (AHP).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi defisit terjadi pada tahun 2017hingga tahun 2036. AnalisisPSDA hingga tahun 2036 dengan AHP menghasilkan nilai 47,01% untuk membangun embung Mamolo, 35,59% untuk meningkatkan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Binusan dan 17,41% untuk peningkatan PAH.
Analisis Karakteristik Hujan Ekstrim Menggunakan Model Iklim di Wilayah Gunung Merapi Sapan, Elenora Gita Alamanda; Sujono, Joko; Karlina, Karlina
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.615 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.36332

Abstract

Hujan ekstrim merupakan salah satu pemicu terjadinya banjir lahar di wilayah gunung berapi. Hal ini disebabkan karena material vulkanik sisa erupsi mudah tererosi bersama dengan limpasan akibat hujan ekstrim. Hujan ekstrim juga merupakan fenomena alam yang sering dikaitkan dengan perubahan iklim. Pada masa mendatang, kemungkinan perubahan karakteristik hujan ekstrim akan terjadi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis hujan ekstrim untuk kondisi historis dan masa depan. Pada penelitian ini, karakteristik hujan yang dianalisis adalah variabilitas hujan ekstrim yang ditunjukkan dengan analisis trend indeks hujan ekstrim yakni RTOT. Data hujan yang digunakan adalah data jam-jaman dari delapan stasiun curah hujan di wilayah Merapi. Hujan masa mendatang diproyeksi menggunakan model iklim CanESM2 dengan skenario RCP4.5 dan RCP8.5. Proyeksi data dilakukan menggunakan Statistical Downscaling Model (SDSM). Perbandingan curah hujan rerata tahunan hasil proyeksi dengan curah hujan historis menunjukkan trend yang relatif berbeda pada setiap stasiun. Trend kenaikan terjadi pada empat stasiun yang meliputi stasiun Plosokerep, Pucanganom, Sopalan dan Talun, dengan trend kenaikan tertinggi terjadi pada stasiun Sopalan. Selain itu, terjadi pula trend penurunan yang terjadi di stasiun Ngandong untuk kedua skenario dan stasiun Sorasan pada skenario RCP8.5. Untuk stasiun Jrakah dan Randugunting menunjukkan trend tetap.
ANALISIS HUBUNGAN URBAN HEAT ISLAND TERHADAP INDEKS KEKERINGAN METEOROLOGIS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Mustikarini, Dyah Dhani; Karlina, Karlina; Sujono, Joko
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.387 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.55415

Abstract

Laju urbanisasi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan pertumbuhan kawasan perumahan dan industri yang sangat cepat. Hal tersebut dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan dan mempercepat terjadinya perubahan iklim. Salah satu akibat dari perubahan iklim adalah terjadinya kekeringan meteorologis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fenomena Urban Heat Island (UHI) terhadap kekeringan meteorologis yang ditinjau berdasarkan nilai Standardized Precipitation Index (SPI). Analisis UHI dilakukan berdasarkan pengolahan band-10, band-5, dan band-4 pada citra Landsat-8, sehingga diperoleh nilai Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Analisis SPI dilakukan dengan menggunakan perhitungan SPI 3 bulanan (SPI-3). Hubungan UHI dan SPI dianalisis menggunakan metode korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara UHI dengan SPI-3, dengan nilai korelasi Pearson 0,87 yang terdapat di Kota Yogyakarta. Hasil korelasi moderat didapatkan di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul. Hubungan antara UHI dengan SPI-3 adalah kuat pada wilayah urban. Berdasarkan hasil penelitian, UHI dapat digunakan sebagai parameter tambahan dalam pemantauan bencana kekeringan meteorologis. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat indeks kekeringan yang dapat merepresentasikan nilai UHI dengan baik.