Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Metode Outbond Pada Sekolah Alam Untuk Menciptakan Pembentukan Leadership Nanda Ayu Setiawati
Journal of Education and Teaching Learning Vol 3 No 2 (2021): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v3i2.207

Abstract

Pelaksanaan belajar mengajar memiliki ketrkaitannya dengan tiga ranah perkembangan, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Metode outbound merupakan melatih perkembangan psikomotorik peserta didik. Selain itu, dapat mengembangkan kemampuannya dan melihat peserta didik lainnya dalam menghadapi tantangan yang besar sekalipun. Metode outbound selalu memperturutkan permainan yang besifat riang bagi peserta didik, menuntut eserta didik berpikir secara logis, serta menantang yang membutuhkan keberanian peserta didik untuk melakukannya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan metode outbond di School of Univere. Teknik pengumpulan data, antara lain: :wawancara, observasi , serta dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, adapun langkah-langkah yang ditempuh seperti data reduction, penyajian data, kesimpulan/verifikasi. Metode outbond ini dianjurkan dapat diterapkan di sekolah konvensional, dengan cara mengakolaborasi kurikulum dan model pembelajaran khas School of Universe. Metode outbond berupaya melatih sikap tunggang hati peserta didik, mampu bekerjasama dengan kelompok yang merupakan bagian dari karakter leadership
Implementasi Model Pembelajaran Bisnis Dalam Membangun Karakter Pelajar Pancasila Di School of Universe Bogor Nanda Ayu Setiawati
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v2i3.368

Abstract

Educational institutions often only produce students who are skilled but do not have an entrepreneurial spirit, so that in the end students are formed as workers who are ready to work, not job creators. The implementation of the ASEAN Economic Community (AEC) which began on December 31, 2015 requires the availability of skilled and highly competent human resources to compete at regional, national and international levels. Education by applying the business learning model in schools is an important component in increasing the competence and independence of participants to seize opportunities in the free market era. Education based on business learning models needs to be done from an early age. The study used a qualitative approach. The data collection techniques used in this study were: interviews, observation and documentation. Data analysis in this study used the interactive model of Miles and Huberman, while the steps taken were data reduction, data modeling, conclusions and verification. The results of this study are recommended to be applied in conventional schools, by collaborating the curriculum and learning models typical of the School of Universe. The business learning model seeks to build students to have the character of Pancasila students who are critical, creative, independent, faithful and devoted and have noble character through entrepreneurial training.
Membangun Kreativitas Melalui Pendampingan Guru Dalam Pembelajaran Matematika yang Efektif dan Menyenangkan Di SD Panggabean, Elis Mardiana; Silalahi, Taruli Marito; Nanda Ayu Setiawati
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i2.448

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih sering dianggap sulit dan membosankan oleh siswa, karena metode pengajaran yang monoton dan kurang melibatkan kreativitas guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menciptakan pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan melalui pendekatan kreatif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan langsung, serta praktik pengembangan media pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang model pembelajaran inovatif serta media pembelajaran sederhana yang relevan dan menarik bagi siswa. Suasana kelas menjadi lebih interaktif dan siswa tampak lebih antusias mengikuti pembelajaran. Kesimpulannya, pendampingan ini efektif dalam meningkatkan kreativitas guru serta mendorong terciptanya pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna di sekolah dasar. Kata Kunci : kreativitas guru: pembelajaran matematika; sekolah dasar; media pembelajaran; pendampingan
Implementasi Literasi Melalui Pembelajaran Ipas Berbasis Permainan Puzzle Untuk Siswa Sekolah Dasar Nanda Ayu Setiawati; Dabukke, Barita Esman; Robinson Hutagoal
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop the literacy skills of elementary school students through Science and Social Studies (IPAS) learning based on puzzle games. This research uses a qualitative descriptive method to analyze and describe the improvement in students' literacy skills after the implementation of puzzle-based learning media. The subjects of the study were fifth-grade students at an elementary school in Medan. Data collection was carried out through observation, interviews, and document analysis. The results of the study show that the use of puzzle games in IPAS learning can improve students' literacy skills, particularly in reading, understanding concepts, and problem-solving. Students demonstrated increased interest and motivation in learning, as well as the ability to think critically and creatively. Additionally, interactions among students during the puzzle games also contributed to the development of social skills and cooperation. The conclusion of this study is that IPAS learning based on puzzle games is an effective method to enhance elementary school students' literacy skills. It is hoped that the results of this study can serve as a reference for teachers and educators in developing innovative and enjoyable learning strategies.
Dari Limbah Ke Harapan : Media Edukatif Berbasis Sampah Kain Untuk Pemulihan Psikososial Siswa SD dan Pemberdayaan Ibu PKK Pascabanjir Di Aceh Tamiang Taruli Silalahi; Nanda Ayu Setiawati; Ruth Donda Eleonora; Inggrit Puspita Sari; Rara Nadia; Putri Parapat; Valex Anggrato Hulu
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 5 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v5i3.728

Abstract

Banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan penurunan kondisi psikososial siswa sekolah dasar, terbatasnya media pembelajaran pascabencana, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kain yang berpotensi mencemari lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan media edukatif berbasis limbah kain untuk mendukung pemulihan psikososial siswa sekaligus memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pengolahan limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan 15 siswa SD Negeri 2 Kuala Simpang dan 20 anggota Kelompok Wanita Berkarya Landuh. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 54,60 pada pretest menjadi 82,47 pada posttest dengan rata-rata N-Gain sebesar 59,35% (kategori sedang). Sebanyak 80% siswa terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran dan 75% siswa mampu menyelesaikan tugas kreatif yang diberikan. Pada kelompok PKK, pelatihan menghasilkan 50–60 produk kerajinan berbahan limbah kain, dengan sekitar 80% produk memenuhi kategori layak pakai dan layak jual. Program ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan produktif masyarakat, tetapi juga mendukung pengurangan limbah tekstil melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle. Kebaruan program ini terletak pada integrasi pemanfaatan limbah kain sebagai media edukatif untuk pemulihan psikososial siswa dengan pemberdayaan ekonomi ibu-ibu PKK dalam satu model pengabdian berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Kata Kunci : Limbah Kain; Media Edukatif; Pemulihan Psikososial; Pemberdayaan PKK; pascabanjir.