MUTIARA DARA UTAMA
Universitas Kristen Indonesia Maluku

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN PEMERINTAH MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA AMBON TAHUN 2019 MUTIARA DARA UTAMA
BADATI Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38012/jb.v2i1.408

Abstract

Kota Layak Anak (KLA) merupakan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak. Penyelenggaraan KLA di Kota Ambon sudah memiliki payung hukum yaitu Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak. Latar belakang penelitian ini adalah terdapat beberapa kendala dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Ambon yakni (1) Program Kota Layak Anak belum popular ditingkat OPD di Kota Ambon. OPD di Kota Ambon masih bersifat egosektoral sehingga sulit untuk mengintegrasikan isu anak dalam menyusun program masing-masing OPD, (2) Belum adanya anggaran berdasarkan kebutuhan anak dalam APBD, (3) Belum optimalnya jalinan kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat sendiri termasuk anak-anak, (4) Belum ada Baseline data anak yang terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Teknik pengumpulan data wawancara mendalan, penelusuran literatur dan literatur internet. Hasil penelitian mengambarkan bahwa 12 tahun Kota Ambon mengembangan Kota Layak Anak. Tahun 2019 Kota Ambon baru memperoleh Penghargaan Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Skor nilai 523 dari skor penilaian 500-599. Untuk mencapai skor nilai ditas 600 maka diperlukan keterlibatan berbagai pihak sehingga kendala dan hambatan yang ada dapat teratasi. Pemeran utama dalam terwujudnya Kota Layak Anak di Kota Ambon adalah Pemerintah. Luaran penelitian ini dipublikasikan pada chanel youtube UKIM TV dan Jurnal Badati
PRODUK EDUKASI CEGAH COVID-19 HASIL KKN PKM DARING UKIM DI 3 KABUPATEN/KOTA DI MALUKU Mutiara Dara Utama
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.515

Abstract

Pandemi Covid 19 sudah mewabah sampai ke Provinsi Maluku, termasuk Kabupaten Buruh, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggra. Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara awalnya masih zona hijau dan belum ada warga masyarakat yang terpapar covid 19 namun dipertengahaan juni 2020 terdata sudah ada warga yang positif terpapar covid 19. Hal ini menyebabkan kecemasan dalam masyarakat. Mencermati perkembangan ini maka Tim KKN PKM UKIM mendekati Mitra yaitu 1Desa Waelo, Dusun Kotbesy, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. 2Kelurahan Ketsoblak.Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual  3Ohoibadar Desa Wab  Ngufar, Kecamatan Hoat Sobay, Kabupaten Maluku Tenggara, dan 4Gereja Bethania Wab Ngufar, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual. Kabupaten Maluku Tenggara, untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait kecemasan dan ketakutan masyarakat tentang pandemic covid 19. Hasil diskusi didapati ada beberapa masalah yang dihadapi (1) Kurangnya pemahaman tentang covid 19; (2) keseharian masyarakat yang belum maksimal menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); (3) Kurangnya Pemahaman/pengetahuan tentang protokol kesehatan; (4) Perlu adanya peningkatan spiritualitas iman masyarakat dalam menghadapi pandemik covid-19; (5) Penataan administrasi keuangan digereja yang masih berantakan; (6) Penataan admnistrasi perkantoran desa yang masih berantakan. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra adalah (1) Pengetahuan mitra tentang pandemic covid 19, cara penularannya dan pencegahaanya makin meningkat; (2) Pengetahuan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol kesehatan  mitra semakin bertambah ; (3) mitra bertambah pengetahuan dan mampu membuat handsanitizer; (4) pengetahuan mitra bertambah dan mitra mampu melaksanakan praktek membuat dan menyeprot disinfektan pada kantor dan sekolah-sekolah; (5) Penataan administrasi keuangan mitra sudah baik dan sesuai; (6) Penataan administrasi desa mitra sudah baik dan sesuai.
EFEKTIFITAS PENERAPAN PERIJINAN MANUAL KE E-PENYIARAN, LEMBAGA PENYIARAN DAERAH (3T) TERTINGGAL, TERDEPAN DAN TERLUAR RADIO CAHAYA MANDIRI MASOHI 96,3 FM Mutiara Dara Utama; Vina Maria Fadirubun
JURNAL BADATI Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38012/jb.v4i2.1426

Abstract

Komunikasi merupakan proses pemindahan dan pertukaran pesan, dimana pesan ini dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kepada orang lain. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk mempengaruhi dan/atau mengubah informasi yang dimiliki serta tingkah laku orang yang menerima pesan tersebut Achmad S. Ruky (2003:20) Seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, banyak media-masa mulai berkembang, pesat, seperti: media penyiaran (boradcasting) radio, radio sebagai media dalam penyampaian informasi kepada khalayak ramai merupakan sarana yang tidak kalah pentingnya dalam masyarakat informasi hari ini. Seiring dengan kemajuan dibidang komunikasi dan informasi, maka diperlukan kreatifitas dan kapasitas yang tinggi dalam mengelola bisnis Radio seperti, manajemen yang baik untuk memperoleh keuntungan dan agar tetap bertahan, profesionalisme yang tinggi dalam mengelola radio telah menjadi sebuah kebutuhan. Penelitian ini yang gunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendalam tentang efektifitas perijinan manual ke e-penyiaran, lembaga penyiaran di daerah 3T (Studi LPS Radio Cahaya Manidiri Masohi 96,3 FM). Lokasi penelitian pada Radio Cahaya Mandiri Masohi 96,3 FM Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Objek penelitian dalam meneliti adalah sebagai berikut; Komisioner KPID Maluku, Pimpinan Studio Radio Cahaya Mandiri, Pj Bidang Keuangan Radio Cahaya Mandiri dan Pj Bidang Usaha Radio Cahaya Mandiri. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dilakukan apabila data empiris yang diperoleh adalah data kualitatif berupa kumpulan berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka serta tidak dapat disusun dalam kategori-kategori/struktur klasifikasi. Data bisa saja dikumpulkan dalam aneka macam cara (observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman) dan biasanya diproses terlebih dahulu sebelum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan, atau alih-tulis), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
PENERAPAN PROGRAM SIARAN LOKAL LEMBAGA PENYIARAN SWASTA NASIONAL DI KOTA AMBON Mutiara Dara Utama; Tivani Pelamonia
JURNAL BADATI Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38012/jb.v3i2.1393

Abstract

Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui dan menggambarkan penerapan kewajiban program siaran lokal pada Lembaga Penyiaran Swasta Nasional di Kota Ambon, ditengah himpitan untuk mengejar profit, tanggung jawab frekuensi ke pada Publik dan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku, mengingat amanat Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang mewajibkan setiap Lembaga Penyiaran untuk menayangkan program siaran lokal tidakcukup dilihat sebagai upaya untuk menghasilkan informasi yang seimbang, Program siaran lokal selanjutnya diatur di dalam pasal 68 Standar Program Siaran tentang Program Lokal Dalam Sistem Stasiun Jaringan yang memuat tiga ketentuan menyangkut Program Lokal yakni: 1), Program siaran lokal wajib diproduksi dan ditayangkan dengan durasi paling sedikit 10% (sepuluh per seratus) untuk televisi dan paling sedikit 60% (enam puluh per seratus) untuk radio dari seluruh waktu siaran berjaringan per hari. 2), Program siaran lokal sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) di atas paling sedikit 30% (tiga puluh per seratus) di antaranya wajib ditayangkan pada waktu prime time waktu setempat. 3), Program siaran lokal sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) secara bertahap wajib ditingkatkan hingga paling sedikit 50% (lima puluh per seratus) untuk televisi dari seluruh waktu siaran berjaringan per hari. Terkhusus untuk Wilayah Ambon , yakni Trans TV, TV One, SCTV, MNC, dan NET TV. Mengingat siaran konten lokal yang di siarkan oleh lembaga penyiaran di Kota Ambon belum berjalan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan maksud untuk mengungkap dan mendiskripsikan realitas Penerapan Program Siaran Lokal Lembaga Penyiaran Swasta Nasional di Kota Ambon. Dengan informan kunci yakni penanggung jawab Lembaga Penyiaran yang ada pada Lembaga Penyiaran Trans TV, TV One, SCTV, MNC, dan NET TV. Luaran penelitian ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi Lembaga Penyiaran dalam memperlakukan konten lokal sesuai dengan amanat Undang-Undang dan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) serta Standar Program Siaran (SPS).
IMPLEMENTASI LITERASI MEDIA DALAM PENGEMBANGAN KONTEN DIGITAL RAMAH ANAK : STUDI KASUS PLATFORM YOUTUBE KIDS INDONESIA Mutiara Dara Utama; Melvia Tentua
JURNAL BADATI Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38012/jb.v5i2.1413

Abstract

This research aims to analyze the implementation of media literacy in developing child-friendly digital content on the YouTube Kids Indonesia platform. Using a qualitative approach with case study design, the research was conducted through in-depth interviews with 30 informants consisting of YouTube Kids Indonesia team members, content creators, media literacy experts, children's media observers, and active parent users. Data collection was also carried out through participant observation for six months and related document analysis. The results show significant improvement in the implementation of media literacy components from 2021-2024, with technical ability reaching 85%, critical understanding 80%, and creative production 70%. Content distribution is still dominated by entertainment (40%) and educational content (35%), while the moderation system shows high effectiveness in detecting violent content (95%) but relatively lower for culturally nuanced content (75%). The identified implementation model demonstrates effective integration between technical systems and educational aspects, although it still requires development in terms of local cultural context sensitivity and content balance.
REPRESENTASI GENDER DALAM PROGRAM REALITY SHOW PERTELEVISIAN INDONESIA: ANALISIS WACANA KRITIS Mutiara Dara Utama
JURNAL BADATI Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38012/jb.v6i2.1414

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi gender dalam program reality show pertelevisian Indonesia menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis pola representasi gender, praktik diskursif dalam produksi konten, serta konteks sosiokultural yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan terhadap program reality show di lima stasiun televisi swasta nasional selama periode Januari-Desember 2023. Metode pengumpulan data meliputi dokumentasi program, analisis transkrip, dan observasi respons audiens di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73% representasi perempuan masih terjebak dalam konteks domestik dan penampilan fisik, sementara 85% laki-laki ditampilkan dalam posisi otoritas. Pertimbangan rating dan kepentingan komersial sangat mempengaruhi konstruksi gender, dengan episode bermuatan stereotip gender mencatatkan rating lebih tinggi (share 15.8%). Ketimpangan gender juga terlihat dalam proses produksi, dengan dominasi perspektif maskulin (78%) dalam tim produksi. Era digital telah menciptakan ruang kritik yang lebih luas, namun belum mampu mengubah secara signifikan pola representasi gender dalam konten utama. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teori representasi gender dalam media dan merekomendasikan reformasi kebijakan internal media untuk mendorong representasi gender yang lebih setara.