Sulusiyah Sulusiyah
Universitas Nurul Jadid

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Antar Budaya Santri dalam Membangun Ukhuwah Niken Septantiningtyas; Sulusiyah Sulusiyah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3188

Abstract

Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai sentralisasi mini kehidupan masyarakat merupakan gambaran hidup yang penuh dengan keberagaman. Perbedaan yang ada terkadang menimbulkan permasalahan dan dilematisme tersendiri. Oleh karena itu tujuan penelitian ini diarahkan untuk memahami pola komunikasi, penghambat serta pendukung komunikasi antar budaya. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari observation participant, deep interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) komunikasi antar budaya dapat berjalan dengan baik melalui pemahaman sosial yang terbangun dengan baik (2) bahasa yang menjadi pemersatu di antara para santri adalah bahasa Indonesia (3) pola komunikasi yang digunakan oleh para santri adalah pola komunikasi sirkular dan linear (4) faktor penghambat dalam komunikasi antar budaya ini selain dipengaruhi oleh psikologi, ekologi, dan mekanis adalah berasal dari faktor budaya serta penerapan sikap toleransi terhadap budaya lain merupakan faktor pendukung  dalam komunikasi antar budaya ini.
Komunikasi Antar Budaya Santri dalam Membangun Ukhuwah Niken Septantiningtyas; Sulusiyah Sulusiyah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3188

Abstract

Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai sentralisasi mini kehidupan masyarakat merupakan gambaran hidup yang penuh dengan keberagaman. Perbedaan yang ada terkadang menimbulkan permasalahan dan dilematisme tersendiri. Oleh karena itu tujuan penelitian ini diarahkan untuk memahami pola komunikasi, penghambat serta pendukung komunikasi antar budaya. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data yang diperoleh dari observation participant, deep interview dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) komunikasi antar budaya dapat berjalan dengan baik melalui pemahaman sosial yang terbangun dengan baik (2) bahasa yang menjadi pemersatu di antara para santri adalah bahasa Indonesia (3) pola komunikasi yang digunakan oleh para santri adalah pola komunikasi sirkular dan linear (4) faktor penghambat dalam komunikasi antar budaya ini selain dipengaruhi oleh psikologi, ekologi, dan mekanis adalah berasal dari faktor budaya serta penerapan sikap toleransi terhadap budaya lain merupakan faktor pendukung  dalam komunikasi antar budaya ini.
Pelatihan Metode Jibril untuk Meningkatkan Kefasihan Membaca Al-Qur’an di TPQ Achsin Qifly, Besuk Agung Kraksaan Sulusiyah Sulusiyah; Sugiono; Nur Hidayati; Diana Safitri; Nilam Nastiti Normala Dewi
Transformative Service Journal Vol 1 No 2 (2025): Agustus
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/mumtaza.v1i2.255

Abstract

This community service program was motivated by the low level of Qur’anic reading fluency among students at TPQ Achsin Qifly, Besuk Agung. A preliminary survey revealed that approximately 50% of the students were unable to read the Qur’an fluently and in accordance with proper tajwid rules. This condition was primarily caused by the use of conventional teaching methods and the lack of participatory approaches. The purpose of this program was to improve the students’ Qur’anic reading skills through the implementation of the Jibril Method, which consists of three main components: talaqqi (direct recitation), takrir (repetition), and tas-hih (correction). The program employed a qualitative case study approach combined with participatory methods, actively involving students in all stages of the learning process, from needs assessment to evaluation. The results demonstrated significant improvements in the students’ pronunciation (makhraj), application of tajwid rules, and reading fluency. In addition to technical skill enhancement, this program also fostered positive changes in students’ learning behavior and increased parental involvement in supporting the learning process. Therefore, the Jibril Method has proven to be effective and suitable as a holistic and adaptive approach to meet the students’ needs. However, these findings are still contextual, and further research is required to explore its applicability in other Qur’anic learning centers.