Tedjo Sukmadi
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto, SH, kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PENGATURAN ARUS ROTOR PADA MOTOR INDUKSI ROTOR BELITAN TIGA FASA MENGGUNAKAN BUCK KONVERTER Putra, Azan Rahmadian; Sukmadi, Tedjo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.053 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.320-328

Abstract

Salah satu pengatur kecepatan pada motor induksi rotor belitan tiga fasa yakni menghubungkan resistor luar tiga fasa pada slip-ring rotornya. Pada metode ini secara teori akan memberikan torsi awal yang tinggi dan arus awal yang rendah. Kemudian resistor tiga fasa ini dapat digantikan dengan satu resistor yang bernilai tetap. Arus bolak balik dari slip-ring rotor motor kemudian disearahkan oleh penyearah tiga fasa dan dihubungkan pada DC-DC konverter. Proses pensaklaran DC-DC konverter menggunakan metode Zero Voltage Switching (ZVS). Dalam motode ZVS, proses pensaklaran dilakukan ketika tegangan antara Drain dan Source pada MOSFET bernilai nol. Penelitian ini bertujuan merancangsuatu DC-DC konverter dengan sumber tegangan dari terminal rotor pada motor induksi tiga fasa rotor belitan. DC-DC converter yang dirancang menggunakan mode pensaklaran zero voltage switching (ZVS) dengan komponen induktor dan kapasitor yang diparalel dengan saklar. MOSFET IRF460 digunakan sebagai komponen pensaklaran dan IC TL494 sebagai pengontrol pemicuan MOSFET. Hasil pengukuran pada DC-DC konverter yang dibuat diketahui dapat mengalirkan arus saat mode ZVS terjadi pada MOSFET. Mode ZVS juga dapat merubah kecepatan rotor pada motor induksi tiga fasa rotor lilit tersebut. Efisiensi DC-DC konverter tertinggi sebesar 45,9 % dengan beban resistif 1,4 Ω dan duty cycle 90% dan variasi tegangan stator 110 V.
PEMANFAATAN SPEKTRUM VIBRASI UNTUK MENGINDIKASIKAN KERUSAKAN MOTOR INDUKSI DI PLTU INDRAMAYU 3 X 330 MW Harjono, Rosyid Nuur; Sukmadi, Tedjo; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.673 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.408-414

Abstract

Abstrak Penggunaan motor listrik di dunia industri, khususnya di pusat pembangkit tidak terlepas dari permasalahan yang muncul sehingga dapat menyebabkan kerugian. Ketika motor listrik dideteksi terdapat kerusakan, maka hal ini akan menimbulkan kerugian. Kerugian yang timbul tidak hanya dalam jumlah kecil, melainkan dapat juga menghasilkan kerugian yang sangat besar dalam proses produksi. Penelitian dilakukan di PLTU Indramayu 3 X 330 MW dengan mengambil kasus yang pernah terjadi pada motor induks yaitu pada motor Generator Stator Cooling Water Pump 2B. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian penelitian ini dengan metode condition monitoring, yaitu dengan melakukan monitoring kondisi mesin melalui data yang telah diambil, kemudian dibandingkan dengan data sebelumnya sehingga dapat dilihat perubahan yang terjadi pada peralatan yang mengalami kearusakan bearing. Kerusakan bearing dapat terlihat pada gambar spektrum dengan pola muncul spektrum pada frekuensi tinggi, di mana pada rentang frekuensi tinggi, frekuensi kerusakan bearing muncul. Serta adanya kenaikan nilai overall vibrasi dari 2,916 mm/s mencapai 8,278 mm/s selama kurun waktu 4 bulan dan sudah masuk dalam kategori fault berdasar ISO 10816-3. Kata kunci – motor listrik, bearing motor,  condition monitoring, spectrum, ISO 10816-3 .  Abstract The use of electric motors in the industrial world, particularly in the plant can not be separated from the problems that arise that can cause harm. When the electric motor is detected there is damage, then this will result in losses. Losses arising not onlyin small amounts, but can also result in huge losses in the production process.The study was conducted in Indramayu power plant 3 X 330 MW by taking the cases that have occurred in the motor is the motor induks Generator Stator Cooling Water Pump 2B. The method of analysis used in this research with condition monitoring methods, ie by monitoring the condition of the machine through the data that has been retrieved, and compared with previous data so that it can be seen the changes that occur in equipment damaged bearing.Bearing damage can be seen in the image spectrum by a pattern emerging spectrum at high frequencies, where the high frequency range, the frequency appears bearing damage. As well as an increase in overall vibration value of 2.916 mm / s reaches 8.278 mm / s over a period of 4 months and is in the category of fault based on ISO 10816-3. Keywords - electric motors, motor bearings, condition monitoring, spectrum, ISO 10816-3.
IDENTIFIKASI KELAS ISOLASI MOTOR TRAKSI PADA LOKOMOTIF DIESEL ELEKTRIK BERDASARKAN AKUISISI DATA SUHU Mensani, Mohammad Magna; Sukmadi, Tedjo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.886 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.344-352

Abstract

Abstrak Panas dan suhu adalah dua hal yang berbeda. Panas adalah energi total dari gerak molekular di dalam zat, energy panas bergantung pada kecepatan partikel, jumlah partikel (ukuran atau massa), dan jenis partikel di dalam sebuah benda. Sedangkan suhu adalah ukuran energi rata-rata dari gerak molekular di dalam zat. Banyak kasus yang terjadi pada lokomotif diesel elektrik milik PT. Kereta Api Indonesia yaitu mengalami kerusakan pada motor traksi yang disebabkan oleh banyak faktor. Penggunaan LM35 sebagai sensor suhu pada objek, untuk perjalanan Semarang-Surabaya (PP) dengan hasil pengukuran berupa akuisisi data suhu pada ke-enam motor traksi lokomotif  CC 201 04 01. Dipakai metode resistansi untuk menghitung kenaikan temperatur dan penentuan kelas isolasi motor traksi, diperoleh kenaikan suhu tertinggi 45,37 0C pada nilai resistansi 0,007661Ω yang bersesuaian dengan kelas isolasi A dan validasi hasil  pengukuran alat dilakukan terhadap sensor thermobimetal milik PT. Kereta Api Indonesia. Dalam pengukuran secara kontinyu dalam perjalanan dinas Semarang-Surabaya-Semarang, terdapat selisih kesalahan dalam pengukuran  suhu pada alat. Kesalahan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kemampuan sensor LM35 yang masih kurang sensitif mengukur suhu objek dengan berbagai gangguan seperti adanya guncangan dan getaran saat lokomotif berjalan. Kata Kunci : Motor Traksi,Sensor LM35,Lokomotif CC 201  Abstract Heat and Temperature are different objects. Heat is a total energy from a molecule movement inside a substance, so heat depends on the velocity of a particle, the number of particle (size and mass), and the particle type of an object. Meanwhile temperature is an average size of the molecule movement inside a substance, so it is possible to be defined as the degree of object in hot or cold condition. PT. KeretaApi Indonesia face many cases of the malfunction of the electric diesel locomotive problem due to the broken traction that are caused by many factors. The usage LM35 as the temperature sensor for an object, in the use gives theduring the trip gives result in the form of acquisition temperature data for all six traction motors of electric diesel locomotive CC 201 04 01. The method resistance is use to count in rising temperature and to classifying the insulation of motor traction level gives the temperature rising data at 46,1290C on 0,00768233Ω resistance value that fit with the a classified insolation and the validation from PT. KeretaApi Indonesia’s thermo bimetal device. In a continuous measurement during the trip Semarang-Surabaya and vice-versa, there is an error difference in measurement the temperature on device. The error difference when could be causally the ability of the LM35 censor which is less sensitive to measure the object when it faces many obstacles such as the tremor and vibration during the trip. Key words: Traction Motor, LM35 censor, Locomotive CC 201.
PENGEREMAN DINAMIS KONVENSIONAL PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Pradipta, Muhamad Hami; Sukmadi, Tedjo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.317 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.656-663

Abstract

Abstrak Motor Induksi tiga fasa adalah motor yang banyak digunakan pada industri untuk melakukan proses produksi, hal tersebut karena motor induksi memiliki banyak keuntungan yaitu harga relatif murah, perawatan mudah serta penggunaan yang sederhana. Dalam pengereman salah satu yang perlu diperhatikan adalah ketepatan dan kecepatan pengereman untuk membantu proses produksi. Dalam melakukan pengereman terdapat dua macam cara yaitu secara mekanis dan secara elektrik. Pengereman secara mekanis yaitu pengereman dengan menggunakan rem fisik untuk mengehentikan putaran rotor sedangkan pengereman secara elektrik pengereman dilakukan dengan berbagai macam cara, dalam tugas akhir ini pengereman elektrik metoda pengereman dinamis dilakukan dengan cara membuat medan statis dengan menggunakan metoda DC inject dan Zero sequence braking, membuat medan yang arahnya berlawanan berdasarkan hukum lenz dengan menggunakan metoda pengereman magnetis, dan menyerap medan putar sisa dengan menggunakan metoda pengereman capacitor self-exitation. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa metoda pengereman DC inject dengan menggunakan tegangan 10,1 V mempunyai waktu pengereman yang paling cepat yaitu 2,58 detik, sedangkan metodapengereman capacitor self exitation dengan menggunakan kapasitor 25uF memiliki waktu pengereman yang paling lama yaitu 7,94 detik, sedangkan untuk metoda pengereman magnetis memiliki waktu pengereman 7,09 detik dan metoda pengerman zero sequence dengan menggunakan tegangan 15,01 V memiliki waktu pengereman 5,03 detik Kata kunci : motor induksi tiga fasa, pengereman dinamis.  Abstract Three-phase induction motors are widely used in industry for the production process because it has many advantages In using of the induction motor, one thing to note is that the precision braking and braking speed is needed for production process . There are two ways of braking and those are mechanical and electrical braking. Mechanical braking is carried out by using physical brake to block the rotation of the rotor while braking electrically is done in various ways. Dynamic braking methode  is carried out by making a static field from DC inject and Zero sequence braking. Another methode is implemented by making opposite direction field for magnetic braking based on  lenz law, and the last metode is applied by absorb the rest of the field by using capacitor self - exitation braking methode. The test results is DC braking inject method at 10,1 V has the most rapid braking in duration of 2.58 seconds , while the capacitor capacitor  self exitation methode using 25uF capacitor has the longest braking time in duration of 7.94 seconds. Magnetic braking method has braking time  7.09 seconds and zero sequence braking methode with a voltage of 15,01 has a braking time 5.03 seconds key word : three phase induction motor, dynamic braking.