Pieter L. Suling
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Gambaran Pengetahuan dan Sikap terhadap Infeksi Menular Seksual pada Remaja di SMA Frater Don Bosco Manado Pandjaitan, Marini C.; Niode, Nurdjannah J.; Suling, Pieter L.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18281

Abstract

Abstract: Sexually transmitted infections are diseases that are commonly transmitted through sexual contact. Sexually transmitted infections are a major problem in communities that represent a huge economic burden for health care systems. The incidence of sexually transmitted infections in adolescents is still relatively high. This is due to the knowledge and attitude towards sexually transmitted infections of adolescents which are still not good. This study was aimed to determine the level of knowledge and attitude towards sexually transmitted infections among adolescents at SMA Frater Don Bosco (senior high school) Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design study conducted on 100 adolescents. The results showed that 50% of respondents had good knowledge and 71% of respondents had good attitude towards sexually transmitted infections. Conclusion: The majority of respondents had good category of knowledge and attitude towards sexually transmitted infections.Keywords: sexually transmitted infection, adolescent, attitude, knowledge Abstrak: Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi menular seksual merupakan masalah besar dalam masyarakat yang menimbulkan beban ekonomi besar terhadap sistem pelayanan kesehatan. Angka kejadian IMS pada remaja masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan sikap remaja yang masih belum baik terhadap IMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap IMS pada remaja di SMA Frater Don Bosco Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 100 remaja SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebesar 50% memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan sebesar 71% memiliki sikap dengan kategori baik terhadap IMS. Simpulan: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan maupun sikap tergolong baik terhadap infeksi menular seksual.Kata kunci: infeksi menular seksual, remaja, sikap, pengetahuan
Hubungan antara Mencuci Wajah dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Remaja Laki-laki di Manado Sole, Fifin R. T.; Suling, Pieter L.; Kairupan, Tara S.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.28310

Abstract

Abstract: Acne vulgaris is a chronic skin condition involving inflammation of the pilosebaceous follicle. The highest prevalence of acne vulgaris is at the age of 16-17 years. Pathogenic factors contributing to the development of acne vulgaris include increased sebum production, pilosebaceous follicular blockage, and increased colonization of Propionibacterium acnes. Personal hygiene is suggested as an important factor that needs to be maintained in acne prevention. Males tend to lack of awareness to seek information and health services in dealing with acne problems. This study was aimed to evaluate the relationship between facial washing and the incidence of acne vulgaris in adolescent males in Manado. This was an analytical and observational study using a cross-sectional design. Subjects were male students of 3rd grade at SMA Negeri 9 Manado, aged 16-19 years old, and met the inclusion and exclusion criteria, with a total number of 95 students. Subjects who washed their faces 2-3 times a day were 38 students (40%) while those who washed their faces less than twice or more than thrice a day were 57 students (60%). Subjects with no or mild acne vulgaris were 39 students (41.1%), while those with moderate to severe acne vulgaris were 56 students (58.9%). The chi-square showed a p-value of 0.004 for the relationship between the frequency of facial washing and the incidence of acne vulgaris. In conclusion, there was a significant relationship between facial washing and the incidence of acne vulgaris in adolescent males in Manado.Keywords: facial washing, acne vulgaris Abstrak: Akne vulgaris merupakan peradangan kronis folikel pilosebasea dengan prevalensi tertinggi pada usia 16-17 tahun. Faktor yang memengaruhi terjadinya akne vulgaris antara lain peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel pilosebasea, dan peningkatan kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Kebersihan diri merupakan faktor penting yang perlu dijaga sebagai salah satu usaha untuk mencegah timbulnya akne. Laki-laki cenderung kurang memiliki kesadaran untuk mencari informasi dan pelayanan kesehatan dalam menangani masalah akne. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara mencuci wajah dengan kejadian akne vulgaris pada remaja laki-laki di Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah siswa laki-laki kelas 3 di SMA Negeri 9 Manado, usia 16-19 tahun, dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah total 95 siswa. Subjek yang mencuci wajah 2-3 kali sehari sebanyak 38 siswa (40%) sedangkan yang mencuci wajah kurang dari 2 kali atau lebih dari 3 kali sehari sebanyak 57 siswa (60%). Subjek tanpa akne vulgaris atau akne derajat ringan sebanyak 39 siswa (41,1%) sedangkan yang dengan akne vulgaris derajat sedang sampai berat sebanyak 56 siswa (58,9%). Uji chi-square memperlihatkan nilai p=0.004 terhadap hubungan antara frekuensi mencuci wajah dengan kejadian akne vulgaris. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara mencuci wajah dengan kejadian akne vulgaris pada remaja laki-laki di Manado.Kata kunci: mencuci wajah, akne vulgaris
Efektivitas Pengobatan Topikal pada Pitiriasis Versikolor Pusung, Andreas V.; Suling, Pieter L.; Niode, Nurdjannah J.
e-CliniC Vol 9, No 1 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.9.1.2021.32119

Abstract

Abstract: Pityriasis versicolor is a chronic mild superficial fungal infection of the skin due to lipophilic fungi Malassezia. It commonly affects the face, neck, abdomen, proximal extremities, axilla, groin, and genitalia. The occurrence of this disease is not influenced by sex, albeit, age influences its incidence since it is more common in adolescents and young adults.Therefore, an effective, safe, and affordable treatment should be considered. The first-line therapy for pity-riasis versicolor is topical treatment, classified into specific and non-specific antifungal agents. This study was aimed to determine the efficacy of topical treatment in pityriasis versicolor. This was a literature review study using three databases, namely PubMed, ClinicalKey, and Google Scholar and the keywords of "topical treatment AND pityriasis versicolor". The results obtained 10 literatures that fulfilled the inclusion and exclusion criteria. Theseliteratures discussed about the efficacy of topical treatment in patients with pityriasis versicolor based on clinical and mycological cure rate and the highest percentage was more than 80% in each study. In conclusion, topical treatment was effective for pityriasis versicolor.Keywords: topical treatment, pityriasis versicolor Abstrak: Pitiriasis versikolor adalah penyakit jamur superfisial ringan akibat infeksi kulit kronis oleh jamur lipofilik genus Malassezia. Infeksi ini biasanya ditemukan pada wajah, leher, perut, ektremitas proksimal, aksila, lipat paha, dan genitalia. Kejadian penyakit ini tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, tetapi dapat dipengaruhi oleh usia, yaitu lebih banyak terjadi pada remaja dan dewasa muda. Pengobatan topikal merupakan terapi lini pertama untuk pitiriasis versikolor dan dibagi menjadi agen antijamur nonspesifik dan agen antijamur spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor. Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu PubMed, ClinicalKey, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu “topical treatment AND pityriasis versicolor”.Hasil seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi mendapatkan 10 literatur. Kasjian literatur penelitian menunjukkan efektivitas penggunaan pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor berdasarkan penyembuhan klinis maupun penyembuhan mikologis dengan persentase tertinggi mencapai angka >80% pada masing-masing literatur. Simpulan penelitian ini ialah pengobatan topikal pada pitiriasis versikolor terbukti efektif.Kata kunci: pengobatan topikal, pitiriasis versikolor