Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PERUMAHAN GRAHA BUDIASIH ASRI DUSUN BUDIASIH DESA CIBENDA KECAMATAN PARIGI PANGANDARAN TAHUN 2021 Dini Nurbaeti Zen; Heni Mulyani; Daniel Akbar Wibowo
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i1.7321

Abstract

Peran ibu dalam keluarga adalah memenuhi kebutuhan fisiologis, psikis dengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak. Anak pra sekolah merupakan fase emas artinya mengalami perkembangan dengan cepat sehingga anak berhak atas perkembangan yang baik. Permasalahan menjadi berbeda ketika ibu juga dalam bekerja karena waktu tidak dapat 100% dalam mengurus anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 47 ibu dengan teknik sampel Total Sampling. Hasil penelitian menunjukan hampir setengah ibu menerapkan pola asuh permisif sebanyak 16 orang (34,04%) dan hampir setengah anak usia pra sekolah perkembangannya meragukan sebanyak 23 orang (48,9%). Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil nilai P Value < α (0,001 < 0,05). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pola asuh ibu bekerja dengan tingkat perkembangan anak usia pra sekolah. Maka untuk menjaga perkembangan tetap baik, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang sesuai.The role of the mother in the family is to fulfill physiological and psychological needs by applying appropriate parenting styles to children. Pre-school children are a golden phase, meaning that they develop rapidly so that children have the right to good development. Problems become different when mothers are also at work because time cannot be 100% in taking care of children. The purpose of the study was to determine the relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. The research method used is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The sample used was 47 mothers with the total sampling technique. The results showed that almost half of the mothers applied permissive parenting as many as 16 people (34.04%) and almost half of the pre-school age children had doubts about 23 people (48.9%). Bivariate analysis using Spearman's Rank test with P Value < (0.001 < 0.05). So Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion of this study is that there is a relationship between parenting patterns of working mothers and the level of development of pre-school age children. So to maintain good development, parents need to apply appropriate parenting patterns.
PENTINGNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN JIWA DI DUSUN CIMAMUT KABUPATEN CIAMIS Daniel Akbar Wibowo; Dini Nurbaeti Zen
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.382 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3344

Abstract

Sehat adalah keadaan seseorang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelamahan atau kecacatan. Menurut data dari WHO tahun 2016, terdapat sekitar 60 juta orang terkena bipolar, 47,5 juta terkena dimensia, 35 juta orang terkena depresi, serta 21 juta terkena skizofrenia. Di Indonesia, gangguan jiwa terus bertambah dengan berbagai faktor predisposisi diantaranya faktor biologis, psikologis dan sosial. Hal ini berdampak pada penambahan beban pemerintah dan penurunan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Di Indonesia prevalensi ganggunan mental emosional dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Gangguan jiwa ini sangat berbahaya walaupun tidak langsung menyebabkan kematian, namun akan menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu dan beban yang berat bagi keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyaraakat dan keluarga yang menjadi binaan khususnya bagaimana cara perawatan dan menjaga kesehatan jiwa setiap masyarakat serta merawat anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Metode dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan juga simulasi. Luaran yang dihasilkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan jiwa. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang masalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terjadi di sekitar lingkungannya
Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Dini Nurbaeti Zen; Daniel Akbar Wibowo; Durotul Aeni Zakiyah
KOLABORASI JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2 No 5 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.293 KB) | DOI: 10.56359/kolaborasi.v2i5.174

Abstract

Introduction: Growth and development are two separate events and cannot be separated. A comprehensive and quality examination of children's growth and development carried out through stimulation activities, early detection and intervention of deviations in growth and development of toddlers should be carried out during the golden period, namely the first 5 (five) years of a child's life. Monitoring and stimulation of child growth and development is very necessary for optimizing children's growth and development and recognizing problems early. Objective: The purpose of this service is to increase promotive and preventive efforts in increasing the growth and development of toddlers by increasing the knowledge and skills of mothers of toddlers in stimulating the growth and development of their children and increasing the ability of mothers in early detection of disorders of growth and development of toddlers in the Public Health Center of Panjalu. Method: The methods used in this community service are lectures and discussions. Result: The service activity was carried out for 2 days, namely on 12-13 October 2021 which was attended by 27 mothers. The results of community service for mothers who have received health education are enthusiastic to monitor the growth and development of their children, mothers of toddlers know and understand how to detect growth and development provided by the community service team. Conclusion: In addition, the detection of children in the working area of Public Health Center of Panjalu showed that most of them (88.9%) growth and development were in accordance with the stages of age.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja dengan Pencegahan HIV AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis Dadan Sualisman; Dini Nurbaeti Zen; Enik Suhariyanti
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 5, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v5i2.11728

Abstract

Secara global tercatat bahwa setiap minggu sebanyak 6.000 remaja usia 15-24 tahun tercatat terinfeksi HIV. Di dunia jumlah orang hidup dengan HIV AIDS tercatat sebanyak 37,9 juta kasus. Pada Tahun 2018 terdapat 1,7 juta orang yang baru terkena infeksi HIV AIDS. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja dengan pencegahan HIV AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional atau penelitian hubungan. Sampel pada penelitian ini adalah dalam penelitian ini adalah remaja akhir usia 17 – 25 tahun berjumlah 5.248 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik rendom sampling. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji rank spearman. Hasil : Analisis bivariat dengan menggunakan rank spearman didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0.813 dan 0.863 yang berarti ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja dengan pencegahan HIV AIDS. Simpulan : Terdapat hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja dengan pencegahan HIV AIDS di Wilayah Kerja Puskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis. Saran : Puskesmas imbanagara melalui pemegang program HIV AIDS gar dapat lebih memprioritskan konseling khususnya bagi remaja di wilayah tersebut sehingga pengetahuan remaja dapat lebih meningkat dan mengarahkan sikap remaja kearah positif.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Anak Retardasi Mental Ringan Di SLBN Ciamis Tahun 2023 Hartati, Ita; Zen, Dini Nurbaeti; Hidayat, Asep Wahyudin
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v6i1.13421

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu factor yang mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi. Kemampuan sosialisasi merupakan hal yang penting dalam membentuk prilaku anak bagaimana anak berkomunikasi, berperilaku dan bersikap kepada orang – orang di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak retardasi mental di SLBN Ciamis. Desain penelitian ini menggunakan “Analitik Cross Sectional”. Sampel penelitian ini adalah semua orang tua dan anak di SLBN Ciamis sejumlah 82 responden. Populasi pada penelitian ini berjumlah 51 responden dan teknik samplingnya Simple Random Sampling, Variabel independent pola asuh orang tua dan variable dependent kemampuan sosialisasi anak retardasi mental, data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada orang tua dan observasi pada anak retardasi mental, cara menganalisanya menggunakan “Uji Spearman Rank” dengan tingkat signifikasi ρ ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukan dari 51 responden sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sejumlah 21 orang dengan persetase 41%. Dan  anak yang aktif  bersosialisasi sejumlah 29 anak dengan persentase 57%. Hasil uji statistic didapatkan tingkat signifikasinya adalah ρ ≤ α (0,041 ≤ 0,05). Maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulannya adalah ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi anak retardasi mental di Sekolah Luar Biasa Negeri Ciamis.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecanduan Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Sdn 7 Ciamis Fauziah, Nida Rahma; Zen, Dini Nurbaeti; Rosdiana, Nina
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v6i1.13422

Abstract

Penggunaan gadget tidak hanya untuk orang dewasa atau anak-anak saja, tetapi mulai digunakan di masa kanak-kanak. Dalam pola asuh orang tua memegang peranan yang sangat penting, karena kemudahan penggunaan kecanggihan teknologi yang menarik pada gadget memungkinkan anak usia sekolah dasar menggunakan gadget nya sendiri. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan sampel 85 responden. Metode penarikan sampel dengan cara pengambilan sample secara acak (Stratified Random Sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruhnya orang tua menerapkan pola asuh Demokratis (80%) dan Sebagian besar anak tidak mengalami kecanduan gadget (65,9), ada hubungan pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada anak usia sekolah dasar. Uji spearman rank menunjukan bahwa r = 0,007 (r<α=0,05) yaitu ada hubungan pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecanduan gadget pada anak usia sekolah dasar. Implikasi penelitian ini diharapkan agar orang tua lebih memantau dan membatasi waktu penggunaan gadget tidak lebih dari 2 jam sehari, menentukan jadwal yang sesuai untuk anak bermain gadget, mengajak anak-anak bermain diluar rumah, menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak anak, serta memberikan contoh yang baik dan tidak terus menerus menggunakan gadget. 
Penerapan Budaya Pijat Bayi Sebagai Terapi Komplenter Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Bayi Wibowo, Daniel Akbar; Zen, Dini Nurbaeti; Dewi, Wildan Sofia
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i3.378

Abstract

Background: One of the main factors for babies to get quality sleep is with complementary massage. Baby massage is a touch therapy that can provide a sense of security and comfort to babies. Massage can help reduce muscle tension, so that the benefits obtained are that babies become calmer, more relaxed and sleep better (Permata, 2017). The aim is to determine whether there is an influence of massage culture as a complementary therapy on the quality of Baby Sleep (aged 1-12 months) in an effort to prevent stunting in Gunung Cupu Village, Ciamis Regency. Method: This study is a Quasi-experimental study with a One Group PreTest PostTest Design research design approach. Sample: The target of this study was babies (aged 1-12 months) in the Gunung Cupu Village area, Ciamis Regency, the sampling technique used consecutive sampling, namely selection by determining subjects who met the research criteria would be included in the study until a certain time until the number of samples was met and the data analysis technique in this study used Mann-Whitney. Results: Description of Baby Sleep Quality before Massage Therapy was given to Babies (1-12 months) in Gunung Cupu Village, Ciamis Regency, namely a small portion of respondents 3 people were good (30%), almost half of them 4 people were sufficient (40%), and most of the respondents 3 people (30%), description of Baby sleep quality after Massage Therapy was given to Babies (1-12 months) in Gunung Cupu Village, Ciamis Regency, namely almost half of them 4 people were Good (40%), most of the respondents 6 people were Sufficient (60%), and none of the respondents 0 people were Less (0%), there was an effect of Massage Therapy on Baby Sleep Quality (1-12 months) in Gunung Cupu Village, Ciamis Regency, analyzed using the Wilcoxon test with the results of the value of ρ (0.04) <α (0.05).
Pemberdayaan Kelompok Kader Dan Keluarga Tanggap Lansia Dalam Upaya Pencegahan Hipertensi Di Kelurahan Linggasari Zen, Dini Nurbaeti; Wibowo, Daniel Akbar; Lasriani , Rifa; Nurfajriah, Aini; Tiara, Tiara
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i4.381

Abstract

Hypertension in Indonesia requires serious attention because it is the number 3 cause of death after stroke and tuberculosis. Along with the increasing number of people with hypertension in Indonesia, the government has formulated various health service policies for the elderly so that the degree and quality of health of elderly people with hypertension can improve. One of them is by launching health services for the elderly through several levels. Services at the community level are carried out by the Elderly Posyandu. The description of the situation above is the basis for why it is necessary to empower elderly posyandu cadres to prevent hypertension and its complications in Linggasari Village, Ciamis Regency. The form of this community service activity isin the form of providing education about hypertension and its complications and, providing blood pressure checking training for cadres. The subjects in this activity were all hypertension cadres in the Linggasari Village area, Ciamis Regency. This location was chosen considering that hypertension cases in this area are still quite high. This service activity received a warm welcome from the participants. This is evidenced by the number of participants who are active in discussions and asking questions. After the discussion session, the speaker conducted an oral post test to the participants, in the post test 100% of the participants were able to answer the questions submitted by the speaker correctly. The conclusion that can be drawn from this activity is that all participants are quite active in this activity and do not leave the place until the event is over. Efforts to increase community knowledge about hypertension can be maximized after this activity as measured by the results of apperception and evaluation.
Latihan Foot Massagese bagai penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Sukamulya Ginanjar, Yoga; Rohman, Asri Aprilia; Zen, Dini Nurbaeti; Permana, Irfan; Agustin, Ervina Dwi; Devi, Fitria Kusuma
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2024): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v4i4.390

Abstract

Introduction: Hypertension is a silent disease because people do not know they have hypertension before checking their blood pressure. The incidence of hypertension reaches 9.4 million deaths worldwide every year, the number of hypertension sufferers will continue to increase sharply and it is predicted that by 2025 around 29% of adults worldwide will suffer from hypertension. Objective: This service aims to train foot massage for hypertensive patients in an effort to reduce blood pressure Method: used in this activity uses several methods and stages consisting of the preparation stage and the activity stage. The preparation stage consists of preliminary studies, coordination with partners as well as preparation of the location and supporting media. The activity stage consists of pre-testing participants, taking blood pressure measurements Result: Based on the results of the training, it was found that there was an increase in knowledge with an average increase in post-test results of 17.2 with the highest score in the post-test being 100. Conclusion: There was a decrease in blood pressure in hypertensive patients after the intervention with an average decrease in respondents' blood pressure of 10 mmHg
Pelatihan Relaksasi Otot Progresif dan Benson pada Keluarga Lansia Tanggap Hipertensi di Kelurahan Linggasari Kabupaten Ciamis Zen, Dini Nurbaeti; Wibowo, Daniel Akbar; Ramadhan, Acep Lubna
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i2.15876

Abstract

Latihan relaksasi otot progresif yang dipadukan dengan relaksasi Benson merupakan terapi efektif untuk mengurangi ketegangan otot dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, terutama dalam penanganan hipertensi pada lansia. Pelatihan ini dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur, perasaan rileks, dan kualitas hidup lansia. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, terutama keluarga, dalam menjaga kesehatan. Kegiatan dilakukan di Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis, dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat. Pelatihan diberikan di Posyandu Lansia dan balai masyarakat, dipandu oleh instruktur serta media video yang memudahkan masyarakat mengikuti gerakan. Selama 12 hari, kegiatan ini diikuti oleh 5 perangkat kelurahan, 10 kader, dan 30 warga. Kegiatan ini mendapat respons positif dengan tingkat kepuasan mencapai 98%. Masyarakat merasakan manfaat langsung, menjadi lebih relaks setelah mempraktikkan gerakan ini. Diharapkan gerakan relaksasi ini juga dapat diterapkan oleh keluarga, terutama lansia dengan hipertensi, untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah serta mengatasi hipertensi.