Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Supriadi, Dedy; Kusyati, Eni; Sulistyawati, Erna
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes melitus beresiko 15% terjadinya ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki yang baik mencegah kejadian amputasi sekitar ½ sampai ¾. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif jenis penelitian quasy eksperiment. Menggunakan total sampling sejumlah 22 responden. Pengumpulan data menggunakan check list. Hasil penelitian: Wilcoxon Sign Rank Test, ada perbedaan kemampuan merawat kaki pada penderitaDiabetes melitus sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan leaflet p-value = 0,003 dan 0,027 (p<0,05). Mann-Whitney Test, hasil p-value = 0,001 (p<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Kata kunci: kemampuan merawat kaki, demonstrasi, pendidikan kesehatan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Dedy Supriadi; Eni Kusyati; Erna Sulistyawati
Jurnal Manajemen Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Keperawatan
Publisher : Jurnal Manajemen Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.893 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes melitus beresiko 15% terjadinya ulkus kaki diabetik. Perawatan kaki yang baik mencegah kejadian amputasi sekitar ½ sampai ¾. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Metode: Penelitian kuantitatif jenis penelitian quasy eksperiment. Menggunakan total sampling sejumlah 22 responden. Pengumpulan data menggunakan check list. Hasil penelitian: Wilcoxon Sign Rank Test, ada perbedaan kemampuan merawat kaki pada penderitaDiabetes melitus sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode demonstrasi dan menggunakan leaflet p-value = 0,003 dan 0,027 (p<0,05). Mann-Whitney Test, hasil p-value = 0,001 (p<0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap kemampuan merawat kaki pada penderita Diabetes melitus.Kata kunci: kemampuan merawat kaki, demonstrasi, pendidikan kesehatan
PELEPASAN ION NIKEL PADA KAWAT ORTODONTI STAINLESS STEEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU PERENDAMAN SEDUHAN KOPI ARABIKA mutia amalia nasution; Erna Sulistyawati; Syarifah Sheila
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.5

Abstract

Latar Belakang : Korosi merupakan suatu peristiwa penurunan kualitas bahan logam karena adanyareaksi elektrokimia dengan lingkungan yang ditandai dengan pelepasan ion logam terutama ion nikeldan kromium. Proses korosi dapat dikurangi atau diperlambat salah satunya dengan caramenambahkan inhibitor. Kafein merupakan salah satu inhibitor yang berasal dari senyawa organik.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan jumlah pelepasan ion nikel pada kawat ortodonti StainlessSteel yang direndam dalam saliva dan seduhan kopi arabika dengan waktu dan konsentrasi yangberbeda. Metode Penelitian: Penelitian ini mengunakan 25 kawat ortodonti stainless steel berbentukrectangle dengan ukuran 0,016 inci x 0,022 inci sepanjang 4 cm yang direndam dalam saliva buatanselama 2 minggu dan ditambahkan seduhan kopi arabika konsentrasi 20% dan 10% dengan waktutepat 4 jam dan 8 jam sebelum 2 minggu perendaman. Jumlah pelepasan ion Nikel dilakukan denganmenggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil: Analisa data menggunakan uji oneway ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah pelepasan ion nikel padakawat ortodonti setelah perendaman dalam seduhan kopi arabika. Kelompok dengan perendaman10% larutan kopi dengan waktu 8 jam perendaman menunjukkan hasil nilai pelepasan ion yangpaling kecil dibandingkan kelompok perlakuan lain. Kesimpulan; perendaman dalam seduhan kopiarabika dengan konsentrasi lebih rendah dan waktu perendaman yang lebih lama lebih efektifmenghambat jumlah pelepasan ion. Kata kunci: ion nikel, stainless steel, kopi arabika
Peningkatan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah melalui penerapan terapi bermain papercraft Putri, Nabila Priyono; Sulistyawati, Erna
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i1.13136

Abstract

Motorik halus adalah gerakan otot-otot kecil yang membutuhkan koordinasi mata dengan gerakan tangan serta jari-jemari. Peningkatan perkembangan motorik halus salah satunya menggunakan terapi bermain. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi bermain papercraft untuk meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah. Studi kasus ini dilakukan di TK Dharma Wanita Boloh III Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan dengan desain descriptive study melalui pendekatan proses keperawatan dengan penerapan terapi bermain papercraft terhadap 3 subyek studi yang dipilih sesuai kriteria inklusi yaitu anak dengan usia 4-6 tahun, anak dalam kondisi sehat, anak kooperatif, anak yang mengalami keterlambatan motorik halus dan orang tua mengizinkan anak menjadi subyek studi. Data perkembangan motorik halus didapatkan dari pengkajian perkembangan menggunakan lembar KPSP. Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi dengan risiko gangguan perkembangan setelah dilakukan penerapan terapi bermain papercraft selama 1 bulan. Pertemuan dilakukan sebanyak 9 kali dengan jumlah pertemuan 2 kali dalam seminggu dimana masing-masing pertemuan berdurasi 15 menit. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya peningkatan status perkembangan pada anak dengan hasil meragukan sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi perkembangan motorik halus anak normal. Penerapan terapi bermain papercraft dapat meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah.
Penerapan Perawatan Metode Kanguru dan Terapi Murottal pada Bayi Berat Lahir Rendah Anjani, Widya Tri; Sulistyawati, Erna
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i2.13063

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gram, tanpa memperhatikan masa kehamilan. Kejadian BBLR disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal. Studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh dan meningkatkan berat badan pada BBLR di RSD K.R.M.T Wongsonegoro. Metode yang digunakan pada studi kasus ini adalah descriptive study dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan. Implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan, dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru dan Terapi Murottal yang dilakukan sehari sekali selama 4 hari pemberian dengan waktu PMK 3 jam dan Terapi Murottal 30 menit.  Hasil dari sesudah dilakukannya penerapan perawatan metode kanguru dan Terapi Murottal pada 3 subyek studi mengalami peningkatan suhu badan dan berat badan pada Bayi berat lahir rendah di ruang Perinatologi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Keseimpulan pada suhu badan dan berat badan pada bayi berat lahir rendah diperoleh hasil sesudah dilakukannya perawatan metode kanguru dan terapi murottal mengalami peningkatan pada suhu dan berat badan Bayi berat lahir rendah.
Penerapan pursed lips breathing terhadap frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen pada anak dengan pneumonia Febriyanti, Wiwi; Sulistyawati, Erna; Alfiyanti, Dera
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.15710

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan yang dapat terjadi pada anak dan umumnya disertai dengan infeksi akut pada bronkus yang disebut bronkopneumonia. Bronkopneumonia menyerang saluran pernafasan dengan manifestasi klinis batuk, pilek, demam, dan disertai dengan sesak nafas. Pneumonia menjadi masalah utama yang meyebabkan kematian pada balita sebesar 79.486 di tahun 2021. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pursed Lips Breathing terhadap frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan Pursed Lips Breathing pada anak dengan Pneumonia yang berjumlah 3 orang subyek studi yang berusia 3-6 tahun. Pengukuran frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan tindakan selama 3 hari. Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi didapatkan frekuensi pernafasan dan saturasi oksigen masing masing subjek studi mengalami penurunan frekuensi pernafasan dari 35 menjadi 28 dan kenaikan saturasi oksigen dari 92% menjadi 98%. Pursed Lips Breathing menjadi salah satu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan saturasi oksigen.
PENGARUH PEER EDUCATION PMR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DM Devi Setya Putri; Erna Sulistyawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.896

Abstract

Indonesia saat ini menduduki rangking keempat dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak setelah Amerika Serikat, China dan India. Menurut riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 penderita diabetes mellitus mengalami peningkatan di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Jawa Tengah1.Berbagai keluhan terkait DM yang berlangsung dalam waktu yang lama dan terus menerus dapat mengganggu kualitas hidup penderita1.Kualitas hidup pasien seharusnya menjadi perhatian penting bagi para petugas kesehatan karena dapat menjadi acuan keberhasilan dari suatu tindakan/intervensi atau terapi1.Salah satu terapi tanpa obat pada pasien DM adalah olahraga. Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat progressive. Peer education digunakan sebagai media untuk memberikan pengaruh kepada anggota lain baik dalam lingkup individu maupun kelompok atau pun masyakarat dalam kelompok sebaya yang sama sehingga terjadi perubahan melalui modifikasi pengetahuan, sikap, kepercayaan dan perilaku6.Tujuan penelitian ini menganalisa  pengaruh peer education PMR terhadap kualitas hidup pada pasien DM. Jenis penelitian  quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest with control. Dengan penentuan sampel purposive sampling pada pasien DM. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai kualitas hidup pada kelompok intervensi setelah dilakukan uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai p: 0,000 sedangkan pada kelompok kontrol setelah dilakukan uji Dependent T-Test didapatkan nilai p: 0,099. Perbedaan nilai post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji Independent T-Test didapatkan p: 0,000.Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh Peer Education Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap kualitas hidup pasien DM.