Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR HB IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS KOTA PADANG Ade Nurhasanah Amir; Marisa Lia Anggraini; Fani Jessica
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i1.1020

Abstract

  Salah satu penyebab terjadinya pendarahan diakibatkan oleh rendahnya kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik menggunakan total sampling dengan jumlah 200 ibu hamil. Hasil penelitian menunjukkan (46,0%) 92 ibu hamil dengan kadar hemoglobin anemia dan (54,0%) 108 ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar hemoglobin dipengaruhi oleh variabel usia kehamilan (p=0.018). Mayoritas responden yang mengalami anemia adalah pada trimester ke 2. Pada masa kehamilan trimester 2 ibu mengalami proses hemodilusi. Sebagai seorang ibu hamil pada trimester 2 memiliki risiko untuk mendapatkan anemia.Kata Kunci                 : Hemoglobin, Kehamilan
EDUKASI CUCI TANGAN 6 LANGKAH PADA ANAK YANG DIRAWAT DI RUANG AKUT RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Putri Minas Sari; Dini Suryani; Honesty Diana Morika; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir; Indah Komala Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1470

Abstract

Cuci tangan 6 langkah masih belum banyak diketahui dan dianggap sebagai hal sepele selama ini, banyak anak yang mencuci tangan hanya sebatas cuci tangan biasa. RSUP Dr. M.Djamil Padang merupakan rumah sakit rujukan dengan jumlah pasien yang begitu banyak, pertukaran bakteri dan kuman dapat amat sangat mudah terjadi. Sehingga bila anak dan orangtua tidak diberikan edukasi yang benar tentang cuci tangan 6 langkah maka akan memperburuk kondisi kesehatan selama dalam perawatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak dan orangtua tentang bahaya jika tidak cuci tangan dengan benar dan terhindar dari penyakit akibat kuman dan bakteri yang masuk dikarenakan tidak melakukan cuci tangan yang benar di Ruang  Akut RSUP. Dr. M. Djamil padang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dengan penyajian yang mudah dimengerti, dalam upaya mendukung salah satu tindakan protokol kesehatan  selama pandemi covid 19 dan yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran anak akan pentingnya cuci tangan, terutama orangtua untuk dapat memantau anak dalam melakukan cuci tangan 6 langkah yang benar. Tingkat pengetahuan diukur dengan membandingkan pengetahuan anak dan orangtua tentang cuci tangan 6 langkah sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan anak dan ibu tentang tentang cuci tangan 6 langkah setelah dilakukan edukasi. Peserta tampak antusias, dan peserta dapat memahami cuci tangan 6 langkah dan mendemonstrasikan cuci tangan 6 langkah. Saran perlunya diadakan edukasi berkala di rumah sakit guna memberikan peningkatan kesehatan anak.Kata Kunci: Edukasi, Cuci tangan, 6 langkah 
PENYULUHAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI KEGIATAN MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Ade Nurhasanah Amir; Honesty Diana Morika; Rikayoni Rikayoni
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2731

Abstract

Hands are the main medium for transmitting disease-causing germs due to the lack of hand washing habits. Children are the highest sufferers of diarrhea and respiratory diseases, which often lead to death. Soap has reached almost all households in Indonesia, but only about 3% use soap every year. On average, 100,000 children in Indonesia die from diarrhea. The child mortality rate in Indonesia reaches 32 per 1,000 live births. The death rate is almost 19% due to diarrhea. The behavior of the Indonesian people towards the 5 important times of washing hands with soap (CTPS) can be influenced by the level of knowledge. The goal is to increase knowledge and be able to demonstrate hand hygiene exercises on. The impact of the lack of knowledge and understanding of Clean and Healthy Behavior (PHBS) by washing hands is one of the factors causing the high spread of infectious diseases such as diarrhea, dengue, worms and others. The benefits of introducing PHBS from an early age will affect children's behavior, namely building awareness in children. The method used is to provide direct counseling and training to the general public and children in particular by learning to play while learning. The results obtained were that outreach and training activities went well and participants actively participated in extension and training activities to completion. Extension and training are carried out interactively between the resource persons and the training participants. The conclusion from community service activities can run well and smoothly. Participants are enthusiastic and can work together wellKeywords: Counseling, Demonstration, Hand Hygiene
PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP KENYAMANAN DAN PENGENDALIAN GEJALA PADA ANAK AKIBAT KEMOTERAPI Indah Komala Sari; Honesty Diana Morika; Ade Nurhasanah Amir; Vino Rika Nofia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30702

Abstract

Mual dan muntah pasca kemoterapi (chemotherapy-induced nausea and vomiting/CINV) merupakan salah satu efek samping paling sering dialami oleh anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup anak, tetapi juga berpotensi mengganggu kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga berdampak pada keberhasilan terapi secara keseluruhan. Berbagai pendekatan farmakologis telah digunakan untuk mengatasi CINV, namun belum sepenuhnya efektif. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi peppermint (Mentha piperita) menjadi alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diakses. Meskipun demikian, bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada populasi anak masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi peppermint dalam menurunkan intensitas mual dan frekuensi muntah pada anak ALL pasca kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest control group dengan total sampel 30 anak, dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi diberikan berupa inhalasi aromaterapi peppermint (2 tetes, 10 menit, 2 kali sehari) selama lima hari pasca kemoterapi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur mual adalah Pediatric Nausea Assessment Tool (PeNAT) dan Visual Analog Scale (VAS), sementara frekuensi muntah dihitung berdasarkan catatan klinis harian. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Skor mual turun dari 6,20 ± 1,05 menjadi 3,10 ± 0,98 (p=0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (p=0,072). Frekuensi muntah juga menurun dari 3,00 ± 1,00 kali/hari menjadi 1,20 ± 0,77 kali/hari (p=0,002), berbeda signifikan dibandingkan kontrol (p=0,006). Temuan ini menegaskan bahwa aromaterapi peppermint efektif mengurangi CINV pada anak ALL pasca kemoterapi.Luaran penelitian berupa bukti ilmiah efektivitas aromaterapi peppermint, penyusunan protokol standar yang akan diajukan sebagai HAKI, artikel ilmiah untuk jurnal nasional terakreditasi Sinta 3, serta bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Hasil penelitian diharapkan memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup pasien kanker anak sekaligus menjadi dasar pengembangan terapi adjuvan non-farmakologis di IndonesiaKata Kunci : aromaterapi peppermint; mual dan muntah; leukemia limfoblastik akut; pasca kemoterapi; intervensi non-farmakologis
DINAMIKA PSIKOSOSIAL DALAM PERILAKU BULLYING PADA ANAK REMAJA DI SMK WILAYAH KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG Putri Minas Sari; Ade Nurhasanah Amir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.30998

Abstract

Perilaku Bullying merupakan situasi dimana seseorang yang kuat menekan, memojokan, menyakiti seseorang yang lemah dengan sengaja dan berulang-ulang. Perilaku bullying bisa berdampak kepada seseorang untuk melakukan hal yang mengakibatkan bunuh diri. Sebanyak 41,1% mengaku pernah mengalami dan melakukan perilaku bullying di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara psikosial remaja dengan perilaku bullying pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Penelitian ini mengggunakan desain analytic dengan pendekatan cross sectional study dengan populasi kelas X dan kelas XI di SMK N 1 Padang dengan jumlah 814 orang dan jumlah sampel 100 orang dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6-11 Januari 2025. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata perilaku bullying pada remaja di SMK N 1 Padang adalah 93,53, hasil ini termasuk tinggi dari nilai maksimum perilaku bullying yaitu 225. Hasil rata-rata psikososial remaja adalah 67,93, hasil ini termasuk tinggi dari nilai maksimum psikososial remaja yaitu 115 pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Terdapat hubungan antara psikososial remaja (p value= 0,006 dan r= -0,273) terhadap perilaku bullying. Kesimpulan terdapat hubungan antara psikososial remaja dengan perilaku bullying pada remaja di SMK Wilayah Kecematan Kuranji Kota Padang Tahun 2025. Saran diharapkan guru BK memberikan peran dalam layanan informasi seperti pemasangan poster bahaya bullying disekolah, bimbingan kelompok, edukasi tentang bahaya bullying dan konseling individu untuk mengurangi bullying yang terjadi di sekolah.Kata Kunci : Perilaku Bullying, Psikososial, Remaja
Korelasi Antara Tingkat Prolaktin Dan Oksitosin Dengan Komposisi Mineral Air Susu Ibu (Asi) Pada Ibu Menyusui: Sebuah Studi Observasional Silvie Permata Sari; Febby Herayono; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2979

Abstract

This study aims to investigate the relationship between prolactin and oxytocin hormone levels with the mineral composition of breast milk in breastfeeding mothers through an observational study approach. The urgency of this study lies in the importance of understanding the hormonal factors that affect the mineral composition of breast milk, which can provide important knowledge for health practitioners in improving the quality and quantity of breast milk to support maternal and infant health. This study will use an observational study method where prolactin and oxytocin levels will be measured in the blood of breastfeeding mothers who have 3-month-old babies using the ELISA method, while the mineral composition of breast milk will be comprehensively evaluated using the AAS method. Data will be collected through direct observation and blood and breast milk sampling from mothers who have given their consent and passed the research ethics test. Statistical analysis with correlation tests will be carried out to explore the correlation between prolactin and oxytocin hormone levels with the mineral composition of breast milk. The targeted output of this study is a deeper understanding of the role of prolactin and oxytocin in the mineral composition of breast milk and identification of the relationship between these hormones and the characteristics of breast milk. The results of this study are expected to provide a stronger basis for the development of intervention strategies aimed at increasing breast milk production and maternal and infant health. In addition, the findings of this study are also expected to provide a significant contribution to the scientific literature in the field of maternal and infant health, as well as provide a basis for improving clinical practice in caring for mothers and infants during the breastfeeding period. The results of the correlation test showed that there was no significant relationship between Prolactin and Ca (Calcium) levels with a correlation coefficient of -0.314 and a p value of 0.091. However, a very strong correlation was found between Prolactin and Zn (Zinc) with a correlation coefficient of 0.601 and a p value of 0.000, indicating a significant positive relationship between the two. Meanwhile, there was no significant relationship between Oxytocin and Ca (Calcium) with a correlation coefficient of -0.091 and a p value of 0.633. Conversely, there was a moderate relationship between Oxytocin and Zn (Zinc) with a correlation coefficient of 0.457 and a p value of 0.011, indicating a significant positive correlation between the two variables. Thus, the results of this study found a significant relationship between prolactin and zinc and oxytocin and zinc, but not with calcium. The TKT of this study was 3. The research output was published in the national journal.Keywords: Hormones, Prolactin, Oxytocin, Breast milk (ASI)
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 26 JATI UTARA KOTA PADANG Indah Komala Sari; Rahma Kurnia; Weni Sartiwi; Andika Herlina MP; Ramah Hayu; Eliza Arman; Ade Nurhasanah Amir; Silvie Permata Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.31076

Abstract

Konsumsi jajanan yang tidak sehat masih menjadi permasalahan pada anak sekolah dasarkarena kurangnya pengetahuan dalam memilih makanan yang aman dan bergizi. Datamenunjukkan bahwa sekitar 40–45% jajanan yang dikonsumsi anak sekolah belummemenuhi standar keamanan pangan. Sebagian anak juga cenderung membeli jajananmemilih jajanan berdasarkan rasa, warna, dan harga, tanpa memperhatikan aspek kebersihandan kandungan gizi, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare dankeracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatanterhadap pengetahuan siswa tentang jajanan seha di SDN 26 Jati Utara Kota Padang tahun2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental onegroup pretest-posttest pada satu kelompok yang sama menggunakan data dependent. Sampelpenelitian berjumlah 23 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan edukasikesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi kesehatanadalah 6,87 dan meningkat menjadi 9,43 setelah diberikan edukasi. Hasil uji statistikdiperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasikesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Disarankan kepada pihaksekolah untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentangjajanan sehat serta meningkatkan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di lingkungansekolah agar siswa dapat memilih makanan yang aman dan bergizi..Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Jajanan Sehat, Anak sekolah.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH Siska Sakti Angraini; Honesty Diana Morika; Rahma Kurnia Ilahi; Ade Nurhasanah Amir; Silvie Permata Sari
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30911

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, gagal jantung, serta penyakit ginjal kronis. Berdasarkan data WHO, prevalensi hipertensi pada lansia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, dengan angka kejadian tertinggi pada kelompok usia di atas 60 tahun. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian air rebusan daun sirsak, yang mengandung senyawa aktif seperti acetogenins, alkaloid, dan flavonoid yang berfungsi sebagai vasodilator alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun sirsak terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Paired T-Test. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi lansia berusia lebih dari 60 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 170,63 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 146,81 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi adalah 101,13 mmHg dan setelah intervensi menurun menjadi 89,00 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian air rebusan daun sirsak terhadap penurunan tekanan darah dengan nilai p-value = 0,000 (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologis bagi lansia dan keluarga dalam membantu menurunkan tekanan darah di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kota Sungai Penuh.Kata kunci: Air Rebusan daun sirsak, tekanan darah, hipertensi, lansia ABSTRACTHypertension is one of the degenerative diseases commonly experienced by the elderly and can increase the risk of complications such as stroke, heart failure, and chronic kidney disease. According to WHO data, the prevalence of hypertension among the elderly in Indonesia continues to increase every year, with the highest incidence found in individuals over 60 years of age. One non-pharmacological therapy that can help reduce blood pressure is the administration of soursop leaf decoction, which contains active compounds such as acetogenins, alkaloids, and flavonoids that function as natural vasodilators. This study aimed to determine the effect of soursop leaf decoction on blood pressure among elderly patients with hypertension in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Paired T-Test statistical method. The population in this study consisted of elderly patients aged over 60 years with a total sample of 16 respondents. The results showed that the average systolic blood pressure before the intervention was 170.63 mmHg and decreased to 146.81 mmHg after the intervention. The average diastolic blood pressure before the intervention was 101.13 mmHg and decreased to 89.00 mmHg after the intervention. Statistical test results indicated a significant effect of soursop leaf decoction on the reduction of blood pressure, with a p-value = 0.000 (p ≤ 0.05). The results of this study are expected to serve as an alternative non-pharmacological therapy for the elderly and their families in helping to lower blood pressure in the working area of Koto Baru Public Health Center, Sungai Penuh City.Keywords: Soursop leaf decoction, blood pressure, hypertension, elderly