Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN LAMA PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG Febby Herayono; Rahmi Novita Yusuf; Silvie Permata Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.1090

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup  tinggi,yaitu AKI 305/100.00 kelahiran hidup, sedangkan AKB 22/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015, salah satu penyebab tingginya AKIadalah komplikasi dan penyulit pada proses persalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi lamanya persalinan, salah satunyayaitu faktor janin. Faktor janinyang sangat mempengaruhi, diantara nya berat lahir, posisi kepala dan fleksi pada janin ketika proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan lamanya persalinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan metode Cross Sectional. Penelitian dilakukan di BPM yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2021. Jumlah sampel sebanyak 30 orang, yaitu seluruh ibu yang bersalin dari bulan januari sampai Mei 2021. Pengambilan sampeldilakukan secara total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian menggunakan data rekam medis dan partograf. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan lama persalinan dengan nilai (p=0,00).
Pengaruh Stimulasi Bermain Puzzle Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Balita rahmi novita yusuf
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.381 KB) | DOI: 10.30633/jkms.v9i2.195

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada masa balita merupakan tahap dasar yang sangat berpengaruh dan menjadi landasan untuk perkembangan selanjutnya.  Gangguan motorik pada usia balita khususnya motorik halus diperkirakan dari 3-5% dan sebanyak 60% dari kasus yang ditemukan terjadi secara spontan pada umur dibawah 5 tahun. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui   rata-rata perkembangan motorik halus pada Anak balita sebelum diberikan stimulasi bermain puzzle. (2) mengetahui rata-rata perkembangan motorik halus pada Anak balitasesudah diberikan stimulasi bermain puzzle. (3) mengetahui pengaruh Stimulasi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus Anak balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi eksperiment dengan pendekatan One group pre-test and post-test Design . Penelitian dilakukan  diwilayah kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang. pada Bulan November 2017 sampai dengan Februari 2018. populasi adalah semua anak balita laki-aki dan perempuan yang berada diwiayah kerja puskesmas Air Tawar Padang, sampel diambil dengan teknik purposeve sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat, bivariat.. Hasil penelitian yang ditemukan adalah ada hubungan yang bermakna antara stimulasi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak balita .  Kata Kunci: stimulasi, motorik halus, anak balita Abstrak                Growth and development in infancy is a basic stage that is very influential and becomes the foundation for further developments. Motor disorders in toddlers, especially fine motoric, are estimated to be 3-5% and as many as 60% of cases found occur spontaneously at the age of under 5 years. The research objectives were: (1) to find out the average fine motor development in toddlers before being given stimulation to play puzzles. (2) find out the average fine motor development in children who have been given stimulation to play puzzles. (3) knowing the effect of stimulating puzzle playing on the development of fine motoric toddlers. The type of research used is research Quasi experiment with the approach of One group pre-test and post-test Design. The study was conducted in the working area of the Tawar Air Health Center in Padang City. from November 2017 to February 2018. the population is all boys and girls under five working at the Air Tawar Padang health center, the sample is taken using the purposeve sampling technique. Data were analyzed by univariate, bivariate analysis. The results of the study found that there was a significant relationship between stimulation of puzzle play to fine motor development in children under five.  Keywords: stimulation, fine motor, toddlers
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB RELATIONSHIP OF USE OF THE DMPA INJECTION CONTRACEPTION INCREASING WEIGHT IN KB ACCEPTORS Rahmi Novita Yusuf; Rhona Sandra; Annita .,; Dewi Fransisca
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 3, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v3i1.855

Abstract

ABSTRAK Kandungan DMPA merangsang pusat nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya, sehingga menyebabkan peningkatan berat badan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di puskesmas Jujun tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat analitik dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di puskesmas Jujun pada tanggal 29 Agustus - 11 September 2019. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu akseptor KB suntik di puskesmas Jujun sebanyak 157 orang.Responden pada penelitian ini adalah 33 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling.Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik dan di olah secara komputerisasi. Hasil penelitian di peroleh 23 (69,7%) responden yang menggunakan kontrasepsi suntik DMPA dan 21 responden (63.6%) yang mengalami peningkatan berat badan. Berdasarkan hasil uji statistik ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB dengan nilai pvalue = 0,024. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB. sebaiknya saat pasien melakukan kunjungan ulang suntik DMPA, bidan atau perawat yang bertugas memeriksa terlebih dahulu lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dan seberapa baanyak peningkatan berat badan yang dialami, jika sudah melebihi batas atau dikatakan obesitas maka berikan informasi pada akseptor KB untuk menjaga asupan makanan dan olahraga secara teratur Kata Kunci :Kontrasepsi suntik , Peningkatan BB ABSTRAK The content of DMPA stimulates the appetite center in the hypothalamus which causes the acceptor to eat more than usual thereby causing weight gain. The purpose of this study was to determine relation between DMPA contraception use and weight gain on KB (family Planning) acceptors in the Jujun Health Center in 2019. The type of this study was analytic with cross sectional research design conducted in the Jujun Health Center on  August 19th - September 11th, 2019. The population of this study were women acceptors, injecting contraception in the Jujun health center as many as 157 people. Respondents on this study were 33 respondents. Sampling technique uses accidental sampling. Univariate and bivariate analyzes use statistical tests and are computerized. This study obtained 23 (69.7%) respondents used DMPA contraception and 21 respondents (63.6%) experienced weight gain. Based on the result of statistical tests, there is relationship between the use of DMPA contraception with weight gain on KB acceptors with a p value = 0.024. It could be concluded, There is relationship between the use of DMPA contraception with weight gain on KB (family planning) acceptors.Suggestions for health workers are expected that when patients re-visit DMPA injections, midwives or nurses must check the length of use of DMPA injecting contraception and how much weight gain is experienced, if it exceeds the limit or obese, give the information to KB (family planning) acceptors to maintain intake food and exercise regularly.  Keywords: Contraception, weight gain
PERBEDAAN JUMLAH LIMFOSIT PADA TENAGA KESEHATAN YANG SUDAH MENERIMA VAKSIN DOSIS LENGKAP DENGAN YANG TIDAK MENERIMA VAKSIN COVID - 19 DI RSUD ACEH SINGKIL Nisnawati Nisnawati; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i2.1275

Abstract

Limfosit ditemukan dalam darah dan limfonodi. Selain sel Natural Killer (NK), sel T dansel B adalah berbagai bentuk limfosit. Masing-masing sel ini memainkan peran mendasardalam respons imun adaptif tubuh. Sel B berperan penting dalam respon imun, secararesmi dikenal sebagai prekursor sel penghasil antibodi, Sel T berperan dalam responimun sitotoksik. Sel T termasuk dalam sistem imun adaptif dan melakukan beragamfungsi dalam regulasi imun, peradangan, serta respons imun protektif. Tujuanpemeriksaan limfosit pada nakes yang divaksin Covid-19 adalah untuk mengetahuirespon imun tubuh terhadap Antigen virus dan terbentuk antibodi tubuh. Pemeriksaanjumlah limfosit dapat dilakukan dengan menggunakan alat hematologi analyzer.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah limfosit pada tenagakesehatan yang sudah divaksin dan yang tidak divaksin COVID-19 dosis lengkap.Desain penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectionalstudy. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium RSUD Aceh Singkil KabupatenAceh Singkil dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai denganbulan September 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 responden yaitu 15responden adalah nakes yang sudah divaksin COVID-19 dosis lengkap dan 15 respondenadalah nakes yang tidak divaksin COVID-19. Analisa data secara univariat dan bivariatdengan memakai uji t test independent. Hasil dari penelitian menunjukkan reratajumlah yang didapatkan pada pemeriksaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksinCOVID-19 dosis lengkap adalah 35,27%. Rerata jumlah limfosit pada nakes yangtidak divaksin COVID-19 adalah 28,87%. Kesimpulan dari penelitian ini yaituterdapat perbedaan jumlah limfosit pada nakes yang divaksin COVID-19 dosislengkap dengan nakes yang tidak divaksin COVID-19dengan ρv diperoleh =0.013.Bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian tingkat akurasi,dan presisi pemeriksaan jumlah limfosit sebelum dan sesudah vaksinasi dengan goldstandard dan dilakukan penelitian untuk membandingkan pemeriksaan jumlah limfositpada responden yang sudah divaksin dengan yang tidak divaksin dengan metode lainyayang lebih lengkap dengan menggunakan subjek yang lebih banyak sebagai sampelpenelitian.Kata Kunci: Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19
ANALISIS PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DONOR PADA METODE MICROPLATE TEST Rahmi Novita Yusuf; Arniat Arniat Christiani T; Nelva Yola
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v4i1.1125

Abstract

Pemeriksaan golongan darah merupakan pemeriksaan pre transfusi pada transfusi darah. Terdapat beberapa metode pemeriksaan, yakni Slide, tabung dan Microplate Test. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Slide Test merupakan paling tidak sensitif dibanding metode lain namun dapat menentukan golongan darah dengan cepat. Microplate Test sedikit lebih maju diantara kedua metode karena tersedia dengan peralatan otomatis yang memungkinkan pemeriksaan dengan cepat dan lebih sensitif. Salah satunya adalah peralatan Qwalys 3. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan golongan darah donor dan derajat aglutinasi antara metode Slide dan Micropate Test. Penelitian Cross Sectional ini dilakukan pada Januari-Februari 2021 di UTD PMI Kota Padang. Sampel penelitian sebanyak 96 sampel darah donor yang diambil secara Purposive Sampling diperiksan dengan Microplate Test dan kemudian dengan Slide Test.
EFEKTIFITAS PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH DENGAN HASIL VISUS PASIEN PASCA OPERASI KARATAK DIABETIKUM DI RSUD SAWAHLUNTO EFFECTIVITIES BLOOD GLUCOSE WITH VISUAL ACUITY PATIENTS AFTER CATARACT DIABETICUM SURGERY IN SAWAHLUNTO HOSPITAL Weni Sartiwi; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v2i1.444

Abstract

ABSTRAKKatarak diabetikum merupakan katarak yang disebabkan oleh adanya penyakit diabetes mellitus. Kontrol gula darah dan lama menderita diabetes berhubungan dengan tajam penglihatan pascaoperasi. Pengobatan pada katarak adalah dengan cara pembedahan. Operasi katarak bertujuan memperbaiki tajam penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak diabetikum di RSUD Sawahlunto tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2018 sampai 14 September 2018 di poliklinik mata RSUD Sawahlunto. Pegumpulan data diambil dari catatan rekam medis pasien sebanyak 47 responden. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Data dianalisa secara univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan lebih dari separuh (53,2%) kadar gula darah tidak normal pada pasien pasca operasi katarak diabetikum, lebih dari separuh (53,2%) visus buruk pada pasien pasien pasca operasi katarak diabetikum. Dari hasil penelitian menunjukan hubungan yang bermakna antara gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak diabetikum di RSUD Sawahlunto tahun 2018 dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan antara kadar gula darah dengan visus pada pasien pasca operasi katarak di Rsud Solok tahun 2018. Diharapkan kepada petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat mengulas kembali hasil pemeriksaan kadar gula darah dengan visus.Kata Kunci :Kadar Gula Darah, Visus, Katarak Diabetikum  ABSTRACT Diabetic cataracts are cataracts caused by diabetes mellitus. People with diabetes mellitus can show changes in the strength of refraction based on changes in sugar levels experienced. Treatment for cataracts is surgery. Cataract surgery aims to improve visual acuity and improve the quality of life of patient. The purpose of study was to determine the relationship of blood glucose levels with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital.This type of research is descriptive analytic with cross sectional approach. This research was counducted on august 28 to September 14 at the Sawahlunto hospital eye clinic. Data collection was taken from the patient’s medical record of 47 respondents. Sampling by accidental sampling technique. The data is finalized univariate in the form of frequency distribution and bivariate attributed to the chi squre test. The results showed mere than half (53,2%) were notnormal blood glucose after cataract diabetikum surgery, more than half (53,2%) of the visual acuity is poor after diabetic cataract surgery. From the results of the study showed a significant relationship between blood glucose with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital 2018 with p value 0,000. The conclution of this study there is a relationship between blood glucose with visual acuity on patients after cataract diabeticum surgery in Sawahlunto hospital 2018. Expected to health workers in providing a more comprehensive service and also a reference for health workers reviewing the results of examination of blood glucose with visual acuityKeyword : blood glucose, visual acuity, cataract diabetikum
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN TB PARU Rahmi Novita Yusuf; Nurleli Nurleli
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v1i1.245

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan Tuberkulosis (TB) sebagai suatu problema  kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius diseluruh dunia dan merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency) karena pada sebagian besar negara di dunia penyakit TB Paru tidak terkendali, ini disebabkan banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan, serta sebagai penyebab utama yang diakibatkan oleh penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap kejadian TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien suspek atau diduga TB Paru yang dirata - ratakan dalam sebulan sebanyak 281 orang, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 50 sampel, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembaran observasi. Uji statistik adalah Chi Square. Dari hasil penelitian didapatkan hampir separuh 22 (44,0%) memiliki status gizi kurus, dan hampir separuh 20 (40,0%) responden terkena TB Paru. Pada hasil penelitian ini terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian TB Paru dengan p value = 0,006. Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa status gizi mempengaruhi terhadap kejadian TB Paru. Diharapkan pada masyarakat agar dapat menjaga pola makan yang seimbang dan sehat maksudnya tidak hanya makan nasi atau makanan dari tepung saja tapi lengkap dengan lauk pauk ikan sayur dan buah, dan menjaga kesehatannya dengan cara tidak merokok, istirahat yang cukup dan rutin berolah raga supaya badan menjadi sehat.
PERBANDINGKAN KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI TABLET Fe PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PUSKESMAS PATAMUAN Devi Susanti; Niken Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i1.1479

Abstract

Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia. Ibu hamil yang kekurangan cadangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Jumlah Fe yang dikonsumsi oleh ibu hamil selama kehamilan ada hubungannya dengan angka kejadian anemia dalam kehamilan, dan peningkatan Hb setelah mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin sebelum dan setelah mengkonsumsi tablet fe pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Patamuan. Jenis penelitian quasy experiment. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Patamuan dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dengan sampel penelitian 20 orang sampel. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan memakai uji independent t test. Hasil dari penelitian menunjukkan rerata kadar hemoglobin sebelum mengkonsumsi tablet Fe adalah 10.9 g/dL. Rerata kadar hemoglobin setelah mengkonsumsi tablet Fe adalah 11.58 g/dL.  Terdapat perbedaan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah mengkonsumsi tablet Fe (p value 0.004 < 0,05) Kesimpulan dari penelitian menunjukkan dengan pemberian tablet Fe pada ibu hamil dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemiaKata Kunci : Jumlah Limfosit,Tenaga Kesehatan ,Vaksin COVID-19
PEMBUATAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DARI KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN TEH HIJAU (Camellia Sinensis) INFUSED OIL: PEMBUATAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DARI KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN TEH HIJAU (Camellia Sinensis) INFUSED OIL Annita; Niken; Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Mitra Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of synthetic materials as active ingredients in soap making has a negative effect on human skin such as causing irritation. These potential hazards can be overcome by making soap using natural ingredients as activeingredients such as VCO and green tea. The purpose of this activity is to provide socialization to the community in the Pasir Jambak Coast of Padang regarding Hand Washing with Soap (CTPS). In technical implementation, thecommunity service team made liquid soap followed by education about CTPS and the distribution of free liquid soap to the community. The implementation methods and approaches developed in the PKM program activities can overcome the mindset about the importance of washing hands. The result of this service is that the community is enthusiastic in participating in counseling and understanding the importance of CTPS.