Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN DALAM PROSES KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK SULING BAMBU SEBAGAI UPAYA MENGENALKAN ALAT MUSIK DAERAH SETEMPAT DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.87

Abstract

Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu, (1) Proses pembentukan kegiatan ekstrakulikuler musik suling bamboo yang bertujuan agar siswa lebih mengenal alat musik daerah setempat. Hal ini sebagai upaya melestarikan kesenian daerah setempat sedini mungkin, baik dari instrument musik maupun lagu daerahnya, (2) Penentuan jadwal kegiatan ekstrakurikuler musik yang diselengarakan selama 2 jam dalam satu kali pertemuan dengan penjadwalan secara rutin dan reguler, (3) Pelaksanaan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler musik suling bambu yang dilaksanan selama 3 bulan, dan (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler musik dalam upaya untuk mengetahui permasalahan yang timbul ketika proses kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 bulan. Meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik teknik permainan dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan dan antusias peserta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu.
PENDAMPINGAN DALAM PROSES KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK SULING BAMBU SEBAGAI UPAYA MENGENALKAN ALAT MUSIK DAERAH SETEMPAT DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.87

Abstract

Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu, (1) Proses pembentukan kegiatan ekstrakulikuler musik suling bamboo yang bertujuan agar siswa lebih mengenal alat musik daerah setempat. Hal ini sebagai upaya melestarikan kesenian daerah setempat sedini mungkin, baik dari instrument musik maupun lagu daerahnya, (2) Penentuan jadwal kegiatan ekstrakurikuler musik yang diselengarakan selama 2 jam dalam satu kali pertemuan dengan penjadwalan secara rutin dan reguler, (3) Pelaksanaan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler musik suling bambu yang dilaksanan selama 3 bulan, dan (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler musik dalam upaya untuk mengetahui permasalahan yang timbul ketika proses kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 bulan. Meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik teknik permainan dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan dan antusias peserta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu.
When Myths Incarnate Performances: The 12th Krisnayana Performances as Cultural Discourse and Emotional Experience Syaiful Qadar Basri; Setyo Yanuartuti; Anbie Haldini Muhammad; Kanzul Fikri
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/3z5qgf50

Abstract

This research aims to examine the representation of the myth of Krishna in the performance of the 12th Kresnayana based on the play Suta Ruhara, focusing on the relationship between dramatic structure, the emotional experience of the audience and the performer, and the aesthetic transformation of performance in the contemporary social context. The research uses a qualitative approach with a case study method, including script analysis, direct observation of performances, audiovisual documentation, and in-depth interviews with actors and audiences. The analysis is carried out through an interpretive phenomenological perspective to understand affective experience as part of the production of performance meaning. The results of the study show that myths are not positioned as static epic narratives, but rather as ethical discourses that are alive and negotiated through the tragedies of Samba, Boma, Hagnyanawati, with Krishna appearing as a figure of moral wisdom and a balancer of conflicts. The novelty of this research lies in the finding that affection in performance does not function solely as a dramatic effect, but as a space for collective ethical reflection that connects myths, bodily experiences, and the social consciousness of the audience. Aesthetic transformation through the fusion of traditional idioms and contemporary performance technologies reinforces the symbolic articulation of myths without eliminating local roots. This study concludes that the 12th Kresnayana acts as a reflective cultural practice that bridges traditions, emotional experiences, and social realities, and offers a model of traditional performing arts development that is adaptive, pedagogical, and relevant to the dynamics of today's society.