Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strengthening National Identity Through The Learning of East Culture-Based Art Education Setyawan, Dedy; Dopo, Florentianus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v20i1.21711

Abstract

Eastern culture-based art education is an effort to strengthen and build national identity through the transfer of knowledge and the transfer of value in the values of diversity and cultural preservation. The purpose of this study is to provide a conceptual picture of strengthening national identity through learning art education based on eastern culture. The method used is qualitative research by examining science theoretically through literature study, documentation, video, and audio study approaches that are analyzed descriptively. The results showed that some of the eastern cultural arts which are full of messages, moral values, and philosophy of life as a foundation for strengthening and building national identity through art education based on eastern culture are the arts of go laba, Ja’i, and reba traditional rituals. The art is a tradition of the people of Ngada, Flores, NTT which is used as an accompanying event in traditional rituals such as the ritual of making a new traditional house, the ritual of making customary symbols (ngadhu-bhaga), and the ritual of pesat kampung (ka nua). While, the conceptualization picture of strengthening the national identity through learning art education based on eastern culture can be done by; First, the stages of classification by selecting various kinds of art genres (music, dance, theater, visual) Eastern culture, to find meaning and values embodied in local wisdom. Second, the identification stage by identifying the learning of arts-based on eastern culture in the form of text and context into the realm of affective, cognitive, psychomotor, and creative. Third, the implementation stage by applying the results of classifying and identifying eastern culture-based art learning to be applied to students so they can understand the values contained in local culture and have cultural intelligence.
MENGENALKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SULING BAMBU DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan
Jurnal Akrab Juara Vol 3 No 3 (2018)
Publisher : Yayasan Akrab Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to introduce traditional musical instruments to learners and as a cultural arts venue through extracurricular activities of music. Extracurricular music organized more refers to the learning of traditional musical instruments, namely the art of bamboo flute music. The research method used is field research (field research), because this research uses descriptive research method of analysis with a qualitative approach. Research data obtained from observation, interview, and documentation. The subjects in this study are 4th and 5th grade students of SD Inpres Rutosoro, amounting to 30 students. The results of this study indicate that the implementation of extracurricular activities of bamboo flute music in general has been good, but the limited time provided not all the material activities of extracurricular music bamboo flute delivered as a whole. However, when viewed from the results of activities and exercises of extracurricular participants, it can be concluded that the purpose of this activity can be achieved. Keywords: Extracurricular, Traditional Music, Bamboo Flute.
PENDAMPINGAN DALAM PROSES KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MUSIK SULING BAMBU SEBAGAI UPAYA MENGENALKAN ALAT MUSIK DAERAH SETEMPAT DI SD INPRES RUTOSORO Dedy Setyawan; Kanzul Fikri; Sena Radya Iswara Samino
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.87

Abstract

Pengabdian ini bertujuan sebagai upaya untuk mengenalkan alat musik tradisional setempat kepada peserta didik dan sebagai wadah kesenian budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler musik. Ekstrakurikuler musik yang diselenggarakan lebih mengacu pada pembelajaran alat musik tradisional setempat, yaitu kesenian musik suling bambu. Hasil dari kegiatan pengabdian yaitu, (1) Proses pembentukan kegiatan ekstrakulikuler musik suling bamboo yang bertujuan agar siswa lebih mengenal alat musik daerah setempat. Hal ini sebagai upaya melestarikan kesenian daerah setempat sedini mungkin, baik dari instrument musik maupun lagu daerahnya, (2) Penentuan jadwal kegiatan ekstrakurikuler musik yang diselengarakan selama 2 jam dalam satu kali pertemuan dengan penjadwalan secara rutin dan reguler, (3) Pelaksanaan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler musik suling bambu yang dilaksanan selama 3 bulan, dan (4) Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler musik dalam upaya untuk mengetahui permasalahan yang timbul ketika proses kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat program pendampingan dapat diselenggarakan dengan baik dan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun selama 3 bulan. Meskipun belum semua peserta menguasai dengan baik teknik permainan dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan dan antusias peserta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler musik suling bambu.
PENERAPAN BAHAN AJAR MUSIK BERBASIS PENDEKATAN PROSES PADA MATERI TEORI MUSIK DASAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Dedy Setyawan; Sena Radya Iswara Samino; Kanzul Fikri
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 10 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Oktober
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.614 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa dalam penerapan bahan ajar musik berbasis pendekatan proses pada materi teori musik dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experiment semu tanpa kelas control. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Bajawa, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2018. Pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes tulis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bahan ajar musik berbasis pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep ditinjau dari hasil belajar kelas VII SMP. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji coba pre-test, nilai rata-rata yang diperoleh 65.75 dengan ketuntasan belajar 30%. Sedangkan, hasil uji coba post-test nilai rata-rata yang diperoleh 83 dengan ketuntasan belajar 85%. Data yang diperoleh menunjukkan terdapat peningkatan ketuntasan belajar yang mencapai presentase 55%. Hal tersebut diperkuat dengan analisis pengujian hipotesis dengan teknik uji signifikansi dengan perolehan nilai ????ℎ???????????????????? lebih besar daripada ???????????????????????? (28.1>1,729).
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT VERONIKA OKTAVIANA NDIANG; DEDY SETYAWAN; FERDINANDUS BATE DOPO
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Susana Lembu; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.835 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN MUSIK BETTONG DALAM RITUAL ADAT TENU WAE NUZAN DI KAMPUNG PANDANG MATA KELURAHAN LEMPANG PAJI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Alpius Ras; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk Pertunjukan musik bettong, 2) fungsi pertunjukan musik bettong. Penelitian ini berlokasi dikampung Pandang Mata, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan pedomaan wawancara dan pedomaan observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa, dalam upacara pertunjukan musik bettong memiliki beberapa tahapan ritual yaitu: pasok pangin, kebut kazu, wara-wara tew, dan penyajian musik bettong. Dalam pertunjukanya ditemukan beberapa formasi para pemain, cara memegang alat musik, dan cara memainkanya. Fungsi pertunjukan musik bettong dalam kehidupan masyarakat sebagai salah satu penghubung antara manusia dan roh nenek moyang. Musik bettong juga mempunyai fungsi tambahan yaitu sebagai penghibur individu dan masyarakat pada umumnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAKNA SYAIR LAGU O UWI DALAM TRADISI ADAT REBA PADA MASYARAKAT LANGA DESA BORADHO KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA Susana Lembu; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.835 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran umum tradisi reba Langa, 2) makna syair lagu o uwi dalam tradisi adat reba pada masyarakat Langa Desa Boradho Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada, 3) implementasi makna syair lagu o uwi dalam pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berlokasi di Langa Desa Boradho, dengan waktu pelaksanaan penelitian 19 Juni sampai 19 Juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alatperekam. Subjek penelitian adalah tua-tua adat, tokoh masyarakat, penyair, dan kaum muda. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dengan menggunakan dua teknik yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif dari Patton dalam Moleong dengan komponennya yakni pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tradisi reba Langa, menggabungkan inkulturasi antara budaya dan agama dan memiliki tiga upacara inti yakni kobhe dheke, kobhe doi dan kobhe su’i. Syair-syair lagu o uwi mengandung makna yang dapat dijadikan pedoman dan ajaran hidup bagi generasi muda. Adapun beberapa makna yang terkandung dalam syair lagu o uwi diantaranya : makna historis/sejarah, makna persaudaraan, persahabatan, ajakan atau himbauan, rintihan , percintaan, sumber kehidupan. Makna syair lagu o uwi dapat diimplementasi dalam pendidikan karakter. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa syair lagu o uwi mengandung makna yang mendalam, serta dapat diimplementasikan ke dalam pendidikan.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI PERTUNJUKAN MUSIK BETTONG DALAM RITUAL ADAT TENU WAE NUZAN DI KAMPUNG PANDANG MATA KELURAHAN LEMPANG PAJI KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Alpius Ras; Dedy Setyawan; Florentianus Dopo
Jurnal Citra Pendidikan Vol 1 No 3 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.586 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v1i3.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk Pertunjukan musik bettong, 2) fungsi pertunjukan musik bettong. Penelitian ini berlokasi dikampung Pandang Mata, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan pedomaan wawancara dan pedomaan observasi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa, dalam upacara pertunjukan musik bettong memiliki beberapa tahapan ritual yaitu: pasok pangin, kebut kazu, wara-wara tew, dan penyajian musik bettong. Dalam pertunjukanya ditemukan beberapa formasi para pemain, cara memegang alat musik, dan cara memainkanya. Fungsi pertunjukan musik bettong dalam kehidupan masyarakat sebagai salah satu penghubung antara manusia dan roh nenek moyang. Musik bettong juga mempunyai fungsi tambahan yaitu sebagai penghibur individu dan masyarakat pada umumnya.
KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI MUSIK GALAK DALAM UPACARA SYUKUR PANEN PADA MASYARAKAT MBAZANG DESA BENTENG TAWA 1 KECAMATAN RIUNG BARAT VERONIKA OKTAVIANA NDIANG; DEDY SETYAWAN; FERDINANDUS BATE DOPO
Jurnal Citra Pendidikan Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.417 KB) | DOI: 10.38048/jcp.v2i2.452

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang bentuk penyajian musik galak dalam upacara syukur panen dan untuk mengetahui fungsi musik galak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berlokasi di kampung Mbazang dengan waktu pelaksanaan 21 juni- 21 juli 2020. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Subjek dalam penelitian ini adalah ketua suku, lembaga pemangku adat, tokoh masyarakat dan kaum muda. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa fungsi musik galak terdiri dari pengungkapan ekspresi atau perasaan, kenikmatan estetis, fungsi menghibur dan fungsi komunikasi. Bentuk musik galak terdiri dari bentuk kumpulan, bentuk notasi syair , tempo, dinamika dan ekspresi. Bentuk penyajian terdiri dari urutan penyajian, tata busana dan formasi.