Ismirani Mardalena
Universitas Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Feminisme Posmodern Melalui Metafora Dalam Lagu La Grenade Karya Clara Luciani Raisa Meuthia; Ismirani Mardalena
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 3 No. 3 (2023): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v3i3.814

Abstract

Lirik lagu merupakan media untuk mengekspresikan pikiran dan emosi sang pencipta karya mengenai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat khususnya yang mengelilingi keberadaan mereka. Dalam hal ini, musik dapat menjadi suatu aksi perlawanan yang disampaikan sang pencipta lagu, yaitu misalnya mengenai kondisi perempuan di masyarakat yang masih kerap dipandang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan resistensi wacana patriarki berdasarkan pemikiran feminisme posmodern melalui metafora yang ditemukan di dalam lirik lagu “La Grenade” karya Clara Luciani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Selanjutnya, lirik lagu dikaji dengan teori analisis komponen makna teori metafora dan konsep feminisme posmodern. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat dua jenis metafora, yaitu metafora konkret ke abstrak dan juga metafora kehewanan. Makna metafora yang digunakan merupakan sebagai bentuk ekspresi keluh kesah sang penyanyi menjadi seorang perempuan di dalam masyarakat patriarki sehingga ia berusaha untuk melawannya. Hal ini ia lakukan dengan menggunakan dua kata oposisi metafora dalam kalimat yang sama agar dapat lebih mudah memperlihatkan sisi kelebihan dan kekuatan yang dimiliki oleh perempuan yang selama ini tidak terlihat oleh masyarakat. Ditemukan pula bahwa resistensi dirinya terhadap wacana patriarki sejalan dengan pemikiran feminisme posmodern di mana ia berhasil membangun identitas baru bagi dirinya sebagai seorang perempuan yang lepas dari pemikiran masyarakat patriarki atas pendefinisian perempuan.
Karakter Struktur Judul Komik Berbahasa Prancis Berdasarkan Jenis Komik Nandianda Putri, Keisya; Mardalena, Ismirani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i1.1161

Abstract

Judul memiliki peran penting dalam sebuah komik dan setiap jenis komik memiliki ciri khasnya masing-masing. Adanya perbedaan struktur judul dari setiap jenis komik mendorong peneliti untuk membahas perbedaan karakter struktur judul komik berbahasa Prancis berdasarkan jenis komiknya, yaitu aventure dan humour. Komik yang digunakan sebagai sumber data adalah Les Aventures de Tintin, Blake et Mortimer, Boule & Bill dan Le Petit Spirou. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan menganalisis struktur judul dengan teori sintaksis oleh Le Querler (1994). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan antara judul komik aventure dan humour terlihat dari struktur judul, unsur gramatikal, tema cerita, panjang judul, dan penggunaan tanda baca. Judul komik aventure pada umumnya lebih singkat dan kaku agar tidak mengungkapkan seluruh cerita sehingga dapat membuat pembaca penasaran. Selain itu, pada judul juga terdapat nama tokoh, objek petualangan, atau tempat petualangan dilakukan. Sementara itu, judul komik humour lebih panjang, beragam, dan interaktif karena cerita jenis komik ini berpusat pada tindakan dan kegiatan tokoh utama, serta untuk menjaga rasa humor pada judul. Walaupun kedua jenis komik itu memiliki perbedaan, judul kedua jenis komik memenuhi kriteria judul yang baik sesuai dengan teori judul Hoek (1981) dan McCay & Outcault dalam Odaert (2016).
Sastra Dan Nasionalisme Di Sekolah Internasional Mardalena, Ismirani; Kartini Lasman, Diah; Silfania Zahra, Zalfa
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.423 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i1.151

Abstract

Globalisasi menuntut naiknya mutu pendidikan agar anak-anak Indonesia mampu bersaing di dunia Internasional. Disahkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia serta Kurikulum 2013, yang berpedoman pada UU NO.20 tahun 2003, mendorong munculnya pendidikan berkualitas Internasional yang “mengadopsi kurikulum IB (International Bacalaureat), AAP atau Cambridge” di Indonesia. Orientasi kepada kurikulum internasional menimbulkan pertanyaan mengenai nasionalisme dan kebangsaan para siswa WNI. Salah satu strategi yang digunakan oleh sekolah yang berbahasa pengantar Bahasa Inggris serta mengadopsi kurikulum Internasional dalam menanamkan nasionalisme pada siswa berkewarganegaraan Indonesia adalah melalui pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan menjadikan Bahasa dan Sastra sebagai salah satu mata ujian untuk mendapatkan diploma IB. Penelitian ini menganalisis hubungan pembelajaran sastra di sekolah berkurikulum IB dengan rasa nasionalisme pada siswa WNI. Data didapatkan dari wawancara tatap muka semi-terstruktur dengan guru dan siswa dari tiga sekolah Internasional, yaitu SPH Karawaci, SPH Kemang Village dan Binus School Simprug. Analisis dilakukan dengan mengaitkan data dengan konsep keindonesiaan yang dirumuskan dalam Diskusi Panel Serial: Membangun Budaya Bangsa dan Nilai Keindonesiaan Demi Masa Depan Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra Indonesia mampu membangun rasa kebangsaan siswa. Makna pembelajaran sastra Indonesia di sekolah internasional adalah meneguhkan identitas siswa sebagai warga Negara Indonesia yang mengenal bangsanya, kebudayaannya dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik.
Ideologi Penerjemahan Lirik Lagu: Film Frozen dan Frozen 2 dalam Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Prancis Mardalena, Ismirani
Jurnal Penerjemahan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v9i2.96

Abstract

Song lyrics translation is a common thing to do. There have been many articles about song lyrics, including film soundtracks like Disney’s animations. This article aims to explain and find the ideology of the song lyrics in Disney’s musical animation “Frozen” and “Frozen 2”. In each film, three songs are chosen based on the most listened songs on Spotify. The method used is data collection in qualitative research. Each song is divided by verse and categorized by their translation strategy. Then, the author explains the problems found in each verse and the purpose of using said translation strategy. Lefevere’s (1975) translation strategies are used to identify the song lyrics’ translation strategies and Venuti’s theories to identify the ideology. From a total of 42 analyzed verses, it is found that the translator’s ideology tends to show domestication, which can be clearly seen in their dominant use of expressions, metaphors, and vocabularies commonly used in the target language. Keywords: translation ideology, Lefevere’s poetry translation strategies, film soundtrack, Frozen, Disney animation
Ideologi Penerjemahan Lirik Lagu: Film Frozen dan Frozen 2 dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Prancis Davina, Florencia Lorraine; Mardalena, Ismirani
Jurnal Penerjemahan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v9i2.97

Abstract

Song lyrics translation is a common thing to do. There have been many articles about song lyrics, including film soundtracks like Disney’s animations. This article aims to explain and find the ideology of the song lyrics in Disney’s musical animation Frozen and Frozen 2. In each film, three songs are chosen based on the most listened-to songs on Spotify. The method used is data collection in qualitative research. Each song is divided by verse and categorized by its translation strategy. Then, the author explains the problems found in each verse and the purpose of using said translation strategy. Lefevere’s (1975) translation strategies are used to identify the song lyrics’ translation strategies and Venuti’s theories to identify the ideology. From a total of 42 analyzed verses, it is found that the translator’s ideology tends to show domestication, which can be clearly seen in their dominant use of expressions, metaphors, and vocabularies commonly used in the target language. Keywords: translation ideology, Lefevere’s poetry translation strategies, film soundtrack, Frozen, Disney animation
KUALITAS LAGU TERJEMAHAN “NE PARLONS PAS DE BRUNO” PADA FILM ANIMASI “ENCANTO” Mardalena, Ismirani; Antsar Nys, Muhammad Albany
Jurnal Penerjemahan Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Penerjemahan
Publisher : Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64571/ojp.v12i1.101

Abstract

Translating songs presents a unique challenge for translators because, in addition to preserving the meaning, they must ensure the text is singable. This is especially crucial for animated film soundtracks and musicals, where songs not only set the tone but also advance the plot (Ahmed, 2022). This study aims to identify the translation strategies applied to the soundtrack titled “Ne Parlons Pas de Bruno”” in the movie “Encanto”, using André Lefevere’s (1975) theory of poetry translation. After identifying the strategies used, this study applies the Pentathlon Principle proposed by Peter Low (2005) to assess the translation. The analysis reveals that the translated song “Ne Parlons Pas de Bruno” achieves a balanced score according to Low’s (2005) framework, with the metrical and interpretation strategies being the most frequently used strategies. These findings suggest that the most appropriate strategies for translating movie soundtracks are metrical and interpretation strategies.
Code-Switching sebagai Identitas Linguistik dalam Tweet Basis Penggemar X (Twitter) BTS Berbahasa Prancis Raisya Firli Rhenaputri; Ismirani Mardalena
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 13 No. 2 (2025): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v13i2.48655

Abstract

Perkembangan komunikasi digital memunculkan fenomena percampuran bahasa atau Code-Switching dalam interaksi daring, terutama di media sosial. Fenomena ini banyak ditemukan pada komunitas multilingual yang terhubung secara global, seperti fandom K-Pop. Penelitian ini mengkaji Code-Switching sebagai identitas linguistik dalam komunitas ARMY berbahasa Prancis di platform X (Twitter). Dengan metode kualitatif dan pendekatan sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis 225 tweet dari akun fanbase serta pengguna ARMY Prancis yang berinteraksi maupun tidak berinteraksi dengan fanbase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah bahasa Inggris khas K-Pop, seperti comeback, streaming, dan fandom, digunakan secara teratur dalam kalimat bahasa Prancis dan umumnya berfungsi sebagai objek langsung atau pelengkap nomina. Berdasarkan teori Le Querler (1994), penggunaan istilah asing tetap mengikuti aturan sintaksis bahasa Prancis. Sementara itu, teori variasi Labov (1972) menunjukkan bahwa pilihan Code-Switchingdipengaruhi faktor sosial dan kedekatan dengan komunitas global.