Astaman
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Muhammad Syafiuddin Sambas

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DALAM PERSPEKTIFTEORI BELAHAN OTAK KIRI DAN KANAN Astaman
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 5 No. 1 (2019): Edukatif
Publisher : JURNAL ILMIAH EDUKATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v5i1.55

Abstract

Kreativitas bukanlah kualitas istimewa yang hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Kreativitas ada pada diri semua orang. Kreativitas menyangkut cara berfikir kreatif. Yaitu kemampuan untuk melihat bermacam-macam jawaban terhadap satu pertanyaan. Otak merupakan bagian yang sangat penting dalam diri manusia karena semua proses pembelajaran berpusat pada otak. Roger W. Sparry menemukan bahwa otak terbagi menjadi dua bagian yakni otak kiri dan kanan. Masing-masing mempunyai peran dan fungsi yang berbeda. Atas dasar pembagian inilah, kemudian muncul teori belahan otak kiri dan kanan yang pada akhirnya juga ikut mempengaruhi kreativitas dan gaya belajar seseorang baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupannya sehari-hari. Tipe orang yang memproses informasi dengan menggunakan otak kiri lebih menyukai lingkungan belajar yang sunyi, pencahayaan yang terang, dan dirancang secara formal. Mereka tidak memerlukan makanan cemilan, bisa belajar dengan kondisi terbaik saat sendiri atau dengan kehadiran figur yang berwenang. Sebaliknya,orang yang memperoleh informasi dengan menggunakan otak kanan lebih menyukai pengalihan kebisingan atau musik, pencahayaan redup, rancangan informal, makanan cemilan, mobilitas dan interaksi dengan orang lain di tempat kerja, selama belajar atau sedang berkonsentrasi.
HAKIKAT BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN Astaman
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 6 No. 1 (2020): Edukatif
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jie.v6i1.104

Abstract

Esensi dari belajar dalam pandangan psikologi adalah perubahan tingkah laku sebagai manifestasi dari hasil pengalaman yang dilalui seseorang. Dalam belajar terdapat prinsipprinsip yang harus dipatuhi seseorang agar hasil belajar yang diperolah dapat tercapai dengan optimal. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung serta pengulangan. Adapun tujuan dari belajar adalah deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsungnya proses belajar. Secara garis besar terdapat dua faktor yang memengaruhi proses belajar yakni faktor internal dan faktor eksternal. Secara garis besar terdapat empat teori belajar yaitu pembiasaan klasik, koneksionisme, humanistik dan kognitif.
KECERDASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ALQUR’AN/HADITS Astaman
Tarbiya Islamica Vol. 8 No. 1 (2020): JANUARI-JUNI
Publisher : Fakutas Tarbiyah Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan adalah kemampuan seseorang dalam menemukan solusi terhadap sebuah permasalahan dengan cepat dan tepat. Dalam ilmu psikologi, kecerdasan merupakan masalah yang kompleks. Teori-teori kecerdasan bermunculan, masing-masing dengan perspektif yang berbeda. Dalam dunia pendidikan, khususnya objek kajian psikologi, masalah kecerdasan merupakan bahan yang sangat penting dan menarik untuk terus dikaji keberadaanya. Dari itu, hingga dewasa ini para ahli psikologi tidak berhenti melakukan penelitian-penelitian untuk mengungkap kecerdasan manusia secara lebih lengkap dan sempurna. Sampai detik ini, paling tidak ada 4 teori kecerdasan yang dikemukakan oleh para ahli psikologi, antara lain: IQ (Intelligent Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient) dan MI (Multiple Intellegences). Adapun dalam Al-Qur’an sendiri memang tidak memaparkan secara jelas dan nyata. Melainkan melalui kiasan-kiasan, perumpamaan, istilahistilah, kisah-kisah dan lain sebagainya.