Ide Suhendar
Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPADATAN NYAMUK ANOPHELES DI KABUPATEN PANGANDARAN Ide Suhendar
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria sampai saat ini ternyata masih menjadi masalah kesehatan umum yang utama di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang. Faktor kesehatan lingkungan fisik, kimia, biologis, dan sosial budaya sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit malaria di Indonesia. Kemampuan bertahannya penyakit malaria disuatu daerah ditentukan oleh berbagai faktor yang meliputi adanya parasit malaria, nyamuk Anopheles, manusia yang rentan terhadap infeksi malaria, lingkungan dan iklim (Prabowo, 2004). Penelitian ini bertujuan unltuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan kepadatan nyamuk Anopheles di Kabupaten Pangandaran. Penelitian akan dilakukan uji analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dinding rumah, kawat kasa, langit-langit, tempat perindukan nyamuk, vegetasi sekitar rumah, pakaian tergantung, penggunaan obat nyamuk, penggunaan kelambu, kebiasaan keluar rumah malam hari, penyuluhan dan penyemprotan dengan kepadatan nyamuk Anopheles.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAPASITAS VITAL PARU TUKANG OJEK DI TERMINAL BANJAR KOTA BANJAR TAHUN 2018 Ide Suhendar
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru tukang ojek di terminal Kota Banjar tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru tukang ojek di terminal Kota Banjar tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah explanatory reseach (penelitian penjelas) dengan menggunakan pendekatan crossectional. Data primer diperoleh melalui wawancara, pengukuran kapasitas vital paru, pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang ada pada organisasi tukang ojek dan data tukang ojek di terminal Kota Banjar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji chi-square dengan tingkat kemaknaan =0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru (p= 0,002) dan riwayat penyakit paru dengan kapasitas vital paru (p= 0,012). Tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan olah raga (p=0,150) dengan kapasitas vital paru, status gizi dengan kapasitas vital paru (p= 0,272), pemakaian APD (pernafasan) dengan kapasitas vital paru (p= 0,729), dan masa kerja dengan kapasitas vital paru (p= 0,689).
PERBANDINGAN TINGKATAN HIPERTENSI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN SENAM LANSIA DI KELURAHAN BOJONGKANTONG KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Ide Suhendar
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia akan dialami secara alamiah oleh setiap orang yang mencapai tingkat tersebut. Dengan bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental, termasuk kontak sosial otomatis berkurang. Aspek kesehatan lansia seyoganya lebih diperhatikan mengingat kondisi anatomi dan faal organ-organ tubuhnya tidak sesempurna ketika berusia muda. Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan yang diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantungbekerja optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh. Jenis dan ranangan penelitian yang digunakan adalah desain deskriftif bersifat comparative study yaitu metode dengan cara membandingkan persamaan untuk mencari faktor-faktor apa atau situasi bagaimana yang menyebabkan timbulnya peristiwa tertentu. Hasil analisa data bahwa rata-rata perbedaan tekanan darah lansia sebelum dilakukan aktivitas fisik senam lansia adalah 3.6071 dengan standar deviasi 0.73733. pada pengukuran kedua setelah dilakukan aktivitas fisik senam lansia didapatkan nilai rata-rata 2.2143 dengan standar deviasi 0.91721, sedangkan rata-rata tekanan darah pre dan post aktivitas fisik senam lansia didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 160.3 mmHg dan rata-rata diastol sebesar 95.3 mmHg, dan rata-rata tekanan darah post senam lansia didapatkan nilai rata-rata tekanan darah sistol 136.7 mmHg, dan nilai rata-rata tekanan darah diastol sebesar 85.0 mmHg. Kesimpulannya ada perbedaan tingkatan hipertensi pada lansia penderita hipertensi primer sebelum dan sesudah melakukan senam lansia di Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar, dengan menggunakan Uji T didapatkan nilai p-value sebesar 0,000.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERHOA BILIMBI) TERHADAP NILAI ANGKA KUMAN PADA PEREBUSAN TELUR ASIN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA BAPAK OTONG DESA SUKASARI KECAMATAN TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Ide Suhendar; Leni Sri Agustiani
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telur merupakan salah satu produk pangan berasal dari ternak unggas yang mudah rusak dan busuk.Penanganan yang cermat sejak pemungutan dan pengumpulan telur dari kandang sampai penyimpanan pada konsumen sangat dibutuhkan.Penggunaan pengawet ekstrak daun belimbing wuluh (Averhoa bilimbi) bertujuan untuk menghilangkan angka kuman sehinggatelur tidak mudah rusak, tahan lama tidak merubah struktur atau tekstur makanan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh (averhoa bilimbi) terhadap nilai angka kuman pada perebusan telur asin. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan sampel sebanyak 30 telur.untuk pengujian Angka Kuman sesudah diberi ekstrak daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh (averhoa bilimbi) 0%, 1% dan 2% belum mampu menurunkan angka kuman sampai batas 0 pada semua telur (100%), penambahan konsentrasi 3% mampu menurunkan angka kuman sampai batas 0 sebanyak 3 telur (60%). Selanjutnya penambahan konsentrasi 4% mampu menurunkan angka kuman sampai batas 0 sebanyak 4 telur (80%). Kemudian penambahan konsentrasi 5% mampu menurunkan angka kuman sampai batas 0 untuk semua telur (100%). Hasil uji statistik didapatkan p-value sebesar 0,002 < alpha 0,05 dan t hitung sebesar 2,578 > t table 1,699 maka H1 diterima yaitu terdapat pengaruh konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh (averhoa bilimbi) terhadap nilai angka kuman pada perebusan telur asin di Industri Rumah Tangga Bapak Otong Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pengawet alami dalam makanan terutama pada telur asin dengan penambahan ekstrak daun belimbing wuluh (Averhoa bilimbi) 5%.