Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Humaniora

Antropomorfi k dan Zoomorfik dalam Seni Rupa Suku Bangsa Sumba Timur Sumijati Sumijati
Humaniora No 9 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.219 KB) | DOI: 10.22146/jh.2054

Abstract

Adanya simbol dalam masyarakat dapat digunakan sebagai sarana melakukan interaksi (Polama, 1984). lnteraksi itu dapat terjadi antara manusia dengan manusia atau antara manusia dengan mahluk halus atau roh nenek moyang. lnteraksi antara manusia dengan roh nenek moyang terus dibina karena roh nenek moyang diyakini dapat mendatanqkan kesuburan dan berkah bagiĀ  keturunan-keturunannya. Keyakinan itu sesuai dengan pendapat Peursen (1976) yang menyatakan bahwa simbol dapal membuka pandangan yang transeden karena simbol dapat menunjukkan kekuatan yang berada di luar diri manusia. Simbol berwujud antropomorfik dan zoomortik dalam 111 kehidupan Suku Bangsa Sumba Timur divisualisasikan dalam seninya, seni lukis, seni pahat, maupun dalam seni patung secara naturalistis dan didistilisasi. Uraian di atas menimbulkan beberapa permasalahan, di antaranya adalah: faktor-faktor yang menyebabkan figur antropomorfik dan zoomorfik banyak divisualisasikan dalam seni rupa Sumba Timur dan kuat bertahan terhadap arus modemlsasisehingga lestari sampai kini.Sesuai dengan masalah yang diajukan maka kajian in; bertujuan untuk mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan antropomorfik dan zoomorfik banyak dipilih sebagai objek dalam seni rupa, terutama seni kriya, seni lukis, seni pahat, dan seni patung, serta kuat bertahan hingga lestari sampai kini.