Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Fenomologi Kualitas Hidup pada Pasien Kista Ovarium di RS. Emanuel Purwareja Klampok Banjarnegara Dersi Royana Sinaga; Mariah Ulfah; Fety Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.911 KB)

Abstract

Kista ovarium menjadi persoalan bagi kehidupan wanita. Dengan keberadaan kista ovarium di Banjarnegara peneliti melakukan survei di Poli Klinik Kandungan (KIA) RS EMANUEL Purwareja Klampok pada penderita kista yang tercatat dari bulan Januari sampai dengan September tahun 2020, data yang didapat sebanyak 16 kasus soal kista ovarium, serta dampak yang terjadi pada masing- masing wanita oleh sebab itu peneliti ingin melihat studi fenomologi kualitas hidup pada pasien kista ovarium di RS. Emanuel Purwareja Klampok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi fenomenologi kualitas hidup pada pasien kista ovarium di RS. Emanuel Purwareja Klampok, Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan wawancara kualitatif dengan metode fenomenologi. Sampel pada penelitian ini adalah pasien di Poli Klinik Kandungan di RS. Emanuel sebanyak empat partisipan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara tentang kualitas hidup dengan dimensi-dimensi yang mengacu pada kualitas hidup WHOQOL-BREF. Analisis data dalam penelitian memiliki tahap transkrip data, membuat coding, kategorisasi, verifikasi data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik penderita kista ovarium memiliki usia 20-45 tahun, belum menikah dan masih menstruasi. Secara umum kualitas hidup pasien kista ovarium dalam kategori baik. Pada domain kesehatan fisik penderita tetap bisa menjalankan aktivitas fisik. Pada domain psikologis pasien merasa puas terhadap hidupnya. Dalam domain hubungan sosial, pasien mengungkapkan bahwa mereka telah mendapatkan dukungan yang baik. Dan di domain lingkungan, pasien mengalami rasa nyaman dengan tempat tinggal saat ini.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Cyberbullying Kelas XI di SMKN 2 Purwokerto Kabupaten Banyumas Defina Puspitasari; Ita Apriliyani; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.798 KB)

Abstract

Teknologi yang semakin berkembang dan pengaruh dari media sosial di kalangan pelajar harusnya diikuti dengan pengetahuan mengenai internet dan media sosial. Cyberbullying adalah teror dunia maya pada media sosial diantaranya berupa ancaman, cercaan, penghinaan, maupun hacking yang bisa dilakukan kapan saja, dan dimana saja. Menurut wawancara online sebanyak 7 siswa dari 10 siswa kelas XI SMKN 2 Purwokerto mengatakan tidak mengetahui mengenai cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang cyberbullying pada kelas XI di SMKN 2 Purwokerto. Metode dengan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 238 siswa kelas XI dari berbagai jurusan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan Cyberbullying berbasis online yaitu google form. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden sebagian besar berusia 17 tahun (79,0%) yaitu remaja pertengahan, berjenis kelamin laki-laki 80,3% dan perempuan 19,7%, serta tingkat pengetahuan cyberbullying pada kelas XI di SMKN 2 Purwokerto dikategorikan tinggi yaitu 191 responden (92,0%), sedang 16 responden (6,7%), dan rendah 3 responden (1,3%).
Gambaran Tekanan Darah pada Lanjut Usia (Lansia) di Rojinhome Shuri Center Okinawa Jepang Novita Esa Purwanti; Danang Tri Yudhono; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.874 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer) karena termasuk yang mematikan tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stress fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individu. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran tekanan darah pada lanjut usia di Rojinhome Shuri Center Okinawa Jepang. Metode: Jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif yaitu mendeskripsikan tentang karakteristik dan tekanan darah pada lanjut usia. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 60 lansia. Hasil penelitian: Lansia di Rojinhome Shuri Center Okinawa Jepang sebagian besar pada kategori lanjut usia tua (75-90 tahun) sebanyak 44 orang (73,3%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 33 orang (55,0%). Lansia berusia lanjut usia tua (75-90 tahun) sebagian besar mempunyai tekanan darah sistolik pada kategori tinggi sebanyak 26 orang (43,3%), dan tekanan darah diastolik pada kategori tinggi sebanyak 25 orang (41,7%). Lansia berjenis kelamin perempuan sebagian besar mempunyai tekanan darah sistolik dan diastolik pada kategori tinggi masing-masing sebanyak 17 orang (28,3%).
Gambaran Kerusakan Integritas Jaringan pada Ny. R dengan Diabetes Mellitus Tipe II di Ruang Edelweis RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tusa Fajri Isbaeti; Tri Sumarni; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.311 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus tipe II merupakan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas biasanya cukup untuk mencegah ketoasidosis tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh total. Diabetes Mellitus disebabkan karena fungsi pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Masalah keperawatan utama yang muncul adalah kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perlindungan integritas jaringan. Salah satu tindakan asuhan keperawatan dalam menangani diabetes mellitus yaitu dengan melakukan perawatan luka. Tujuan penulisan ini untuk melaksanakan asuhan keperawatan kerusakan integritas jaringan pada klien dengan diabetes mellitus tipe II di ruang Edelweis RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus. Selama 3×24 jam, masalah kerusakan integritas jaringan belum teratasi. Pada klien skor indikator integritas kulit dari 3 menjadi 4, lesi pada kulit dari 2 menjadi 4, dan eritema di kulit sekitarnya dari 2 menjadi 4. Simpulan: tindakan keperawatan selama 3 hari, masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan belum teratasi. Berdasarkan hasil penerapan tersebut maka disarankan responden dapat mengetahui tentang penatalaksanaan pada diabetes mellitus tentang kerusakan integritas jaringan.
Studi Kasus Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi Pendengaran Tn. R di RSJ Prof.Dr. Soerojo Magelang Inna Sheli Oktafian Susetyo; Mariah Ulfah; Ita Apriliyani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.343 KB)

Abstract

Gangguan jiwa merupakan respon maladaptif individu berupa perubahan fungsi psikologis atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma lokal dan budaya setempat yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya. Halusinasi adalah penyerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua panca indera dan terjadi disaat individu sadar penuh. Gangguan dari halusinasi tersebut menunjukan gejala, seperti klien berbicara sendiri, mata terlihat kekanan dan kekiri, jalan mondar mandir, sering tersenyum dan tertawa sendiri serta sering mendengar suara-suara Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang jelas maupun tidak jelas, dimana suara tersebut bisa mengajak klien berbicara atau melakukan sesuatu. Perawat memiliki peranan penting dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita halusinasi dikarenakan banyaknya komplikasi yang ditimbulkan apabila halusinasi pada pasien tidak terkontrol dengan baik karena pasien yang mengalami halusinasi penglihatan dan pendengaran yang tidak terkontrol akan beresiko dalam mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu perawat memiliki tugas seperti mencegah terjadinya komplikasi, mengurangi resiko yang ditimbulkan dan dalam meningkatkan kesehatan penderita secara komprehensif. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah Tn R masalah utama gangguan sensori persepsi halusinasi pada Tn R dengan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) pada Pasien General Anestesi di RSUI Harapan Anda Tegal Retno Kristanti; Wilis Sukmaningtyas; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.451 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1080

Abstract

Post Operative Nausea Vomitingm (PONV) adalah mual dan atau muntah yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan demikian bila PONV tidak segera ditangani, dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi vena, perdarahan, reptur esophageal. PONV juga menyebabkan stress post operasi dan kecenderungan malas latihan gerak atau ambulasi dini pada pasien (Allen, 2004 dalam Supatmi & Agustiningsih, 2015)..Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yaitu merupakan suatu bentuk penelitian dengan pengukuran variabel yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 94 sampel (71,2%) dan PONV sebanyak 3 sampel (2,3%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 15 sampel (11,4%) dan PONV sebanyak 20 sampel (15,2%), Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan Lama Puasa dengan PONV yang signifikan antara Lama Puasa dengan PONV yang ditunjukkan sig 0,000 sig lebih kecil dari nilai yang ditentukan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05).
PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Diah Soniawati; Mariah Ulfah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i1.2601

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kondisi karena rusaknya ginjal yang menyebabkan hilangnya fungsi ginjal. Orang yang mengalami penyakit ini harus menjalani terapi hemodialisa untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Seseorang yang didiagnosis gagal ginjal yang mengharuskan terapi hemodialisa tentunya akan terjadi perubahan dalam kualitas hidupnya, salah satunya ialah kecemasan yang dirasakan. Terapi foot massage merupakan terapi yang telah dibuktikan oleh beberapa penelitian mampu menurunkan skala kecemasan. Tujuan dari studi kasus ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan serta efektivitas terapi foot massage pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Jenis penelitian ini adalah studi kasus menggunakan metode deskriptif untuk selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan. Studi kasus ini dilaksanakan pada Tn. W yang telah memenuhi kriteria sampel. Intervensi foot massage dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan dihitung skala kecemasannya sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terapi foot massage efektif untuk menurunkan skala kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
IMPLEMENTASI PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAUN KELOR TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI DESA DAWUHAN, PADAMARA, PURBALINGGA Lia Hikmatul Maula; Mariah Ulfah
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i1.2604

Abstract

Penyakit asam urat atau gout arthritis didefinisikan sebagai hasil metabolisme akhir dari purin salah satu unsur asam nukleatnya terdapat pada inti sel tubuh. Indikasi tanda-tanda yang selalu timbul pada penderita gout arthritis salah satunya nyeri sendi. Upaya guna meringankan nyeri pada gout arthritis salah satunya dapat dilakukan dengan pengobatan non farmakologi adalah kompres hangat daun kelor. Riset ini bermaksud guna mengetahui efektifitas kompres hangat daun kelor terhadap penurunan nyeri pasien gout arthritis. Prosedur penelitian yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny.N dengan gout arthritis. Intervensi dan implementasi pada studi ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil riset menunjukkan bahwa terdapat penurunan skala nyeri dari sebelum dilakukan tindakan dengan skala 5 (nyeri sedang) dan sesudah dilakukan tindakan menjadi skala 2 (nyeri ringan). Kesimpulan yang didapat yaitu intervensi kompres hangat daun kelor efektif untuk menurukan tingkat nyeri pasien gout arthritis. Intervensi ini bisa diimplementasikan oleh penderita ataupun keluarga dalam merawat pasien dengan gout arthritis secara mandiri