Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis of the marketing channels of Coffee Fery Murtiningrum; Gracia Gabrienda
Journal of Agri Socio Economics and Business Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jaseb.1.2.15-28

Abstract

In Bengkulu Province, the area of coffee plantations reached 124,510 hectares spread in several districts with production reaching 60,790.08 tons per year (BPS, 2018). Most coffee production (Coffea Spp) is produced by smallholder farmers. Nearly a quarter of the coffee production was produced by Rejang Lebong Regency, namely: 13,459 tons with a total plantation area of 27,828.12 hectares of coffee plantations. Constraints in the development of coffee are in the case of coffee marketing channels that have not been maximized by farmers, transportation due to the topography of the area and the location of the factory that is far away, low marketing production, quality of coffee (quality ), and capital that influences the selling price of the coffee. This situation is certainly inseparable from the influence of the factors of the coffee industry production itself, namely in the form of capital, raw materials, labor, transportation, marketing and income of business owners that also affect the income of workers. For this reason, researchers are interested in researching the marketing channels of Coffee in Rejang Regency. Lebong, and analyze the efficiency of the Coffee marketing channel in Rejang Lebong Regency. From the results of the study, it was found that the coffee marketing channel occurred in Rejang Lebong Regency had 5 types of marketing channels. Marketing margins and the biggest profits are obtained by large traders.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN KOPI DI KABUPATEN REJANG LEBONG, PROVINSI JAMBI Fery Murtiningrum; Hefri Oktoyoki
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.262 KB)

Abstract

Perencanaan adalah hal yang penting dalam melakukan suatu kegiatan atau aktvitas , terutama aktivitas pembangunan. Perencanaan adalah suatu upaya dalam memilih dan menghubungkan fakta- fakta dan membuat serta menggunakan asumsi - asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan - kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dinginkan (Susanto, 2016). Kabupaten Rejang Lebong adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masuk di dalam zona untuk pengembangan kawasan agribisnis Kopi. Perencanaan untuk pengembangan kawasan kopi disusun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep yang berkaitan dengan perencanaan pengembangan kawasan kopi. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan kajian literature. Dari Hasil studi Literatur di dapatkan bahwa perencanaan pengembangan kawasan kopi di Kabupaten Rejang Lebong sebaiknya dilakukan sesuai dengan mempertimbangkan kondiri lahan, cuaca dan iklim kawasan di Kabupaten Rejang Lebong.agar dapat menghasilkan produksi yang optimal.DOI:10.37637/ab.v2i2.396
DETERMINAN KEAKTIFAN KELOMPOK TANI DAN KARAKTERISTIK PETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI DESA RIMBO RECAP KABUPATEN REJANG LEBONG Mira Yanuarti; Dwita Prisdinawati; Anadiya Pingki; Fery Murtiningrum; Riri Juniarti
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10853

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan peningkatan partisipasi petani dalam berbagai kegiatan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan kelompok tani terhadap peningkatan produksi padi di Desa Rimbo Recap, Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 menggunakan metode survei dengan melibatkan 183 petani padi yang tergabung dalam kelompok tani sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Variabel independen yang diteliti meliputi kehadiran anggota, diskusi kelompok, kondisi lapangan, kegiatan penyuluhan, kontribusi anggota, umur, dan tingkat pendidikan, sedangkan variabel dependen adalah produksi padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel kehadiran anggota, diskusi kelompok, kondisi lapangan, kegiatan penyuluhan, dan kontribusi anggota berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi (p0,05). Variabel diskusi kelompok merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi produksi padi dengan nilai koefisien beta sebesar 0,429. Hasil uji simultan (Uji F) menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi padi dengan nilai F hitung sebesar 52,388 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,677 menunjukkan bahwa 67,7% variasi produksi padi dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti, sedangkan 32,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Sehingga disimpulkan peningkatan keaktifan petani dalam kelompok tani, terutama melalui kehadiran anggota, diskusi kelompok, kegiatan penyuluhan, dan kontribusi aktif anggota, dapat meningkatkan produktivitas padi.