Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

AnalisaTingkat Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Pembelajaran Menggunakan K-Means dan Algoritma Genetika Ade Rizki Rinaldi; Lana Surlanto; Dadang Sudrajat; Dian Ade Kurnia
Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol 18, No 1 (2019): JICT-IKMI, Juli 2019
Publisher : STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36054/jict-ikmi.v18i1.55

Abstract

The level of student satisfaction with learning services in higher education is one factor in the quality of college learning. To determine the level of student satisfaction with learning services in higher education, it is necessary to analyze the level of student satisfaction with learning services. K-Means method is a technique of grouping data based on the level of similarity of each member. K-Means can be used to classify the student satisfaction index on learning services. The K-Means method can also be optimized with genetic algorithms to determine the best centroid value. K-means optimization with Genetic Algorithms can be used as a technique to determine the level of student satisfaction with learning services. Obtained by Davies Bouldien Index from the K-Means and Genetics method is 1.593 with cluster number 5
Analisis Segmentasi Pelanggan Menggunakan Metode K-Means Clustering Khaerul Anam; Dadang Sudrajat; Dian Ade Kurnia
Jurnal ICT: Information Communication & Technology Vol. 22 No. 2 (2022): JICT-IKMI, December 2022
Publisher : LPPM STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi berbasis computerized dewasa ini dapat diaplikasikan sebagai instrumen pendukung kegiatan pada berbagai bidang usaha dalam rangka mencapai tujuan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Teknologi computerized data mining dibutuhkan untuk membantu kegiatan promosi dengan membuat segmentasi pelanggan berdasarkan data transaksi sebelumnya. Segmentasi pelanggan dapat dimanfaatkan sebagai indikator nilai pelanggan (customer value), dalam hal ini perusahaan akan dapat menilai kelompok pelanggan mana yang memberikan keuntungan besar bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat segmentasi pelanggan dari sebuah supermarket dengan K-Means clustering. Hasil eksperimen clustering didapatkan nilai k = 2 sebagai cluster terbaik dengan nilai DBI 0,527 dan nilai centroid distance 1,4821. Kelompok data pada Cluster 0 berjumlah 109 data sedangkan pada cluster 1 berjumlah 231 data dan total semua data adalah 340. Segmen data dari hasil clustering dideskripsikan menjadi segmen konsumen prioritas dan dan konsumen biasa yang dapat menjadi informasi pendukung untuk divisi marketing dalam menentukan strategi pemasaran yang relevan dengan konsumen untuk meningkatkan Customer Lifetime Value.
Implementasi Model Algoritma Generative Adversarial Network (Gan) Pada Sistem Presensi Berbasis Deteksi Wajah (SIDEWA) Suprapti, Tati; Dian Ade Kurnia; Doni Anggara; Rananda Deva Rian; Aldi Setiawan
TEMATIK Vol 9 No 2 (2022): Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal) - Desember 2022
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/tematik.v9i2.1048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan model algoritma Generative Adversarial Network (GAN) terhadap objek gambar wajah yang diimplemntasikan pada sistem presensi berbasis deteksi wajah di Kantor BPS Kota Cirebon. GAN terdiri dari dua jaringan terpisah, di antaranya ditargetkan satu sama lain. Kumpulan jaringan pertama adalah pengklasifikasi yang perlu dilatih untuk mengetahui apakah itu nyata atau salah, dan kumpulan jaringan kedua adalah generator yang menghasilkan sampel acak yang mirip dengan sampel nyata dan menggunakannya sebagai sampel palsu. GAN merupakan teknik deep learning yang digunakan untuk memproses data yang tidak terstruktur salah satunya gambar wajah. Beberapa tahapan dalam melakukan penelitian ini diantaranya adalah penyiapan dataset, pemrosesan data set, membuat model generator, membuat model diskriminator, menggabungkan model generator dan diskriminator , membuat proses training GAN dan menganalisis kemampuan generator dan diskriminator. Berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan pada sampel gambar wajah melalui 1000 epoch dengan 10 iterations setiap 1 epoch diperlukan waktu training selama 5 menit, dengan menghasilkan rata rata akurasi 66,06 %. Dari hasil dari proses training yang dilakukan, gambar yang diperoleh dapat dikatakan berhasil karena terlihat walaupun belum nampak dengan sangat jelas. Kata Kunci : Generative Adversarial Networks, Deep Learning, Epoch, Wajah
Analisis Internet Network Performance Menggunakan Parameter Quality of Service Pada Jaringan STMIK IKMI Cirebon Martanto; Dian Ade Kurnia; Fathurrohman; Irfan Ali; Yudhistira Arie Wijaya
Prosiding SISFOTEK Vol 8 No 1 (2024): SISFOTEK VIII 2024
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of the internet for employees is a crucial need to support the completion of their work. STMIK IKMI Cirebon also provides internet facilities for its employees. However, the internet facilities provided are not yet optimal, as evidenced by frequent connection disruptions. This study aims to measure the performance of the internet connection at STMIK IKMI Cirebon. The method used is Quality of Service (QoS), which is a method to assess how well the installed network functions and its ability to define the attributes of the network services provided. QoS is necessary to calculate the parameters that determine the quality of an internet network. The steps in this study include recording network traffic using Wireshark, followed by calculating parameters such as bandwidth, packet loss, delay, throughput, and jitter. The study results indicate that during data upload from 08:00 to 12:05 at STMIK IKMI Cirebon, the throughput percentage achieved was 31% with an index of 1 "POOR," delay was 9.444 ms with an index of 4 "VERY GOOD," jitter was 8.444 ms with an index of 3 "GOOD," and packet loss was 0% with an index of 4 "VERY GOOD." During data download from 15:00 to 19:05, the throughput percentage achieved was 132% with an index of 4 "VERY GOOD," delay was 14.052 ms with an index of 4 "VERY GOOD," jitter was 13.052 ms with an index of 3 "GOOD," and packet loss received an index of 4 "VERY GOOD." Based on these results, it can be concluded that these values have met the TIPHON standard for both upload and download, indicating that the internet connection at STMIK IKMI Cirebon is still suitable for use
SMOTE Technique Utilization in Cirrhosis Classification: A Comparison of Gradient Boosting and XGBoost Abdul Latip; Huzain Azis; Hidayatulloh Himawan; Dian Ade Kurnia
JICO: International Journal of Informatics and Computing Vol. 1 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : IAICO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cirrhosis is a chronic liver disease with significant health implications, responsible for 56,585 deaths annually, and ranking as the 9th leading cause of mortality worldwide. Early detection is crucial for effective treatment and better patient outcomes, as cirrhosis can progress to irreversible damage if not addressed in its initial stages. This research focuses on developing an advanced, integrated method for detecting cirrhosis by employing a combination of Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) and machine learning models, specifically Gradient Boosting and XGBoost. The use of SMOTE is critical in this study as it addresses class imbalance in the dataset, which is a common challenge in medical diagnosis problems, especially when dealing with rare or minority conditions like cirrhosis. Class imbalance can lead to biased models that perform poorly on the minority class, which, in this case, could mean missing crucial cirrhosis diagnoses. SMOTE oversamples the minority class to ensure a more balanced dataset, which improves the model's ability to detect cirrhosis accurately. The research further includes a performance comparison between two powerful machine learning algorithms: Gradient Boosting and XGBoost. Gradient Boosting is known for its ability to optimize the model by focusing on misclassified instances in a sequential manner, while XGBoost, an advanced version of Gradient Boosting, is renowned for its speed and efficiency due to parallel processing and advanced regularization techniques.
PERBANDINGAN KINERJA SVM DAN NAÏVE BAYES PADA ANALISIS SENTIMEN KOMENTAR DEMONSTRASI DPR 25 AGUSTUS 2025 Nashir, Mukhtar; Dian Ade Kurnia; Yudhistira Arie Wijaya; Ade Irma Purnama Sari; Nisa Dienwati Nuris
Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI)
Publisher : Program Studi DIII Sistem Informasi - Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jmsi.v7i1.10650

Abstract

Penelitian ini membandingkan kinerja Support Vector Machine dan Naive Bayes untuk analisis sentimen komentar demonstrasi DPR pada 25 agustus 2025, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi prediksi, serta memahami peran preprocessing dan fitur TF-IDF dalam menghasilkan klasifikasi yang stabil. Penelitian ini menggunakan komentar dari youtube berjumlah 17.335 komentar yang diproses melalui tahapan eksplorasi data, pembersihan teks, pelabelan berbasis lexicon berbasis bootstrapping, dan ekstraksi fitur utama (TF-IDF unigram/biagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Support Vector Machine memberikan akurasi lebih tinggi yaitu 98% dibandingkan Naive Bayes memberikan 88% karena cenderung bias pada kelas mayoritas . Perbedaan performa dipengaruhi oleh struktur data, distribusi kata, serta sensitivitas model terhadap fitur yang tidak merata. SVM mampu memaksimalkan pemisahan antar kelas sehingga lebih stabil pada ruang fitur berdimensi tinggi, sedangkan Naive Bayes menghadapi kesulitan dalam mengenali pola sentimen ketika kelasTidakSeimbang mendominasi. Penelitian ini menegaskan bahwa preprocessing dan representasi fitur TF-IDF berperan besar dalam mengurangi noise serta meningkatkan kualitas pembelajaran model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SVM lebih sesuai digunakan untuk analisis sentimen komentar politik di Indonesia. Temuan ini memberi dasar empiris bagi pengembangan metode analisis sentimen pada isu sosial yang memiliki dinamika bahasa dan variasi konteks yang tinggi.
Enhancing Face Authentication for Online Examination Systems Using Median Filtering and MobileNetV2 Dadang Sudrajat; Dian Ade Kurnia; Kurniawan, Rudi; Othman bin Mohd; Maulana Sujarwadi; Salman Alfarizi
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 9 No 6 (2025): December 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v9i6.7185

Abstract

Digital transformation in higher education is driving the uptake of online tests, which require academic integrity, security, and robust user experience. In the context of authentication of users, deep learning based face recognition, in particular the Convolutional Neural Network (CNN) architectures, such as MobileNetV2, combined with intermediate filter, promises to deliver a consistent performance across a wide range of devices and imaging environments. However, there are limited comprehensive studies evaluating the final integration of the median filter and MobileNetV2 in high-value test scenarios. This study contributes by proposing an effective end-to-end Face Authentication Pipeline, assessing the median impact of filtering on MobileNetV2 performance, and validating it with a prototype application. The authentic face dataset was collected using the Teachable Machine, preprocessed with cropping, resizing, and median filtering, and then augmented through rotation, shift, shear, zoom, reversal, and brightness adjustment. The MobileNetV2 model was trained with Adam in a stepwise manner, starting with 0.001 and then 0.0001 for 20 epochs in a batch size of 32, and was evaluated for accuracy, precision, recall, and F1 score. Results show that the accuracy curve has remained stable at almost 95 percent during the 20th epoch; most grades achieved 1.00 in both precis, recall and F1, with some classings showing a limited decrease due to facial similarity or expression differences. These findings confirm that MobileNetV2 median filtering can be the basis for an effective, accurate and ready to integrate face recognition in online testing applications on a wide range of devices.
Perbandingan Kinerja VGG 16 dan ResNet untuk Pengenalan Ekspresi Wajah Mahasiswa Berbasis CNN pada Smart Learning Environment Dian Ade Kurnia; Fatihanursari Dikananda; Saeful Anwar; Dadang Sudrajat; Abdul Aziz
TEMATIK Vol. 12 No. 2 (2025): Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal) - Desember 2025
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/tematik.v12i2.2590

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan visi komputer telah membuka peluang besar dalam penerapan pengenalan ekspresi wajah pada berbagai bidang. Dalam konteks pendidikan tinggi, keterlibatan mahasiswa selama proses belajar menjadi faktor penting yang masih sulit diukur secara objektif menggunakan metode konvensional. Namun pada kenyataannya, penelitian sebelumnya masih jarang menguji performa arsitektur CNN populer secara langsung di lingkungan pembelajaran nyata dengan kondisi pencahayaan dan pose yang beragam. Penelitian ini berkontribusi dengan membandingkan kinerja dua arsitektur deep learning, yaitu VGG-16 dan ResNet, dalam klasifikasi ekspresi wajah mahasiswa pada Smart Learning Environment. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui lima tahapan, yaitu pengumpulan data wajah mahasiswa di kelas, preprocessing berupa cropping, resizing, dan augmentasi, pengembangan model CNN, pelatihan menggunakan data split 80% training dan 20% validasi, serta evaluasi dengan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa VGG-16 unggul dalam mengenali ekspresi suka dengan nilai F1-score tertinggi sebesar 85%, sedangkan ResNet relatif lebih baik pada ekspresi bosan dengan F1-score 73,2%. Sementara itu, keduanya sama-sama lemah dalam mengenali ekspresi tidak suka. Temuan ini mengimplikasikan bahwa VGG-16 lebih sesuai digunakan untuk mendukung analisis keterlibatan mahasiswa secara real-time dalam Smart Learning Environment berbasis AI.
APLIKASI CARSECURE MENGGUNAKAN FRAMEWORK FLUTTER UNTUK MEMBANTU OPTIMALISASI SISTEM IOT CARSECURE Affan, Taryono Ibnu; Dian Ade Kurnia; Irfan Ali
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v14i1.8412

Abstract

Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap sistem keamanan kendaraan modern, khususnya melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan perangkat saling terhubung dan dikendalikan secara jarak jauh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi CarSecure berbasis Flutter untuk mengoptimalkan sistem keamanan kendaraan IoT dengan fitur utama seperti pemantauan lokasi real-time, pengendalian mesin jarak jauh, dan notifikasi keamanan. Pengembangan dilakukan menggunakan model Waterfall, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi ini terintegrasi dengan perangkat ESP32, modul GPS, dan relay, serta menggunakan Firebase Realtime Database sebagai media komunikasi data dua arah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi mampu mengeksekusi perintah “Matikan Mesin” dengan waktu respon rata-rata 2–3 detik, memberikan notifikasi keamanan dalam waktu kurang dari 5 detik, serta menampilkan akurasi GPS dengan deviasi ±7 meter. Koneksi antara aplikasi dan perangkat IoT juga terbukti stabil dengan tingkat kestabilan 100% selama 30 menit pengujian tanpa putus. Evaluasi kepuasan pengguna terhadap 20 responden menghasilkan skor rata-rata 4.46, dengan aspek kemudahan penggunaan (4.6), kecepatan respon sistem (4.5), tampilan antarmuka (4.5), dan keandalan sistem (4.3). Berdasarkan hasil tersebut, aplikasi CarSecure dinilai responsif, akurat, mudah digunakan, dan efektif dalam mendukung keamanan kendaraan berbasis IoT, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan fitur keamanan berbasis kecerdasan buatan.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Gudang Spare Part Berbasis Website Qosdu Sabil; Dian Ade Kurnia; Irfan Ali
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of information technology has significantly influenced industrial operations, including the petrochemical sector, where efficient spare part management is crucial to ensure continuous production. This study aims to design a web-based spare part warehouse management information system capable of managing inventory data in real-time and reducing operational inefficiencies. The system was developed using the waterfall model through several stages: requirement analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The application was built using PHP programming language with the Laravel framework and MySQL database. The developed system features user authentication, role-based access control, equipment and part management, stock monitoring, issue and receipt transactions, and report generation in PDF format. Testing using the black box method indicates that all functionalities perform as expected. The system enhances efficiency in spare part tracking, minimizes delays in equipment maintenance, and supports accurate stock recording. Therefore, the proposed system can be an effective solution for improving warehouse management performance within the petrochemical industry.