Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGEMBANGAN MICROVOLUNTEER BERBASIS APLIKASI GUNA MENSTIMULUS KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING DIFABEL NETRA Sahran Saputra; Mujahiddin Mujahiddin; Yurisna Tanjung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21882

Abstract

Abstrak: Perlindungan sosial dan pemberdayaan penyandang disabilitas netra akan memperkuat kehidupan penyandang disabilitas dengan mengedepankan lingkungan sosial dan mengembangkan potensinya sehingga mereka dapat menjadi individu atau kelompok penyandang disabilitas yang tangguh dan berdaya. Program ini akan mengusung penerapan model microvolunteer berbasis aplikasi digital yang nantinya akan menjadi media yang menghubungkan relawan untuk membantu aktivitas keseharian penyandang tunanetra. Program ini merupakan langkah awal dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mitra dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dengan menawarkan solusi berupa empat aspek dalam microvolunteer yakni aspek keamanan, kenyamanan, perasaan independent, dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipatif, pelatihan penggunaan aplikasi, dan praktik langsung, dengan melibatkan beberapa 25 orang dengan kategori kepesertaan 7 orang relawan dan 18 orang difabel netra. Melalui FGD, dan pretest dan posttest terkait hasil kegiatan menunjukkan munculnya kemandirian dalam aktifitas keseharian difabel netra yang di ukur dalam 4 aspek sistem microvolunteer yang dikembangkan, yakni aspek keamanan 47%, kenyamanan 30%, perasaan independent 8%, dan efisiensi 69%.Abstract: Social protection and empowerment of people with visual disabilities will strengthen the lives of people with disabilities by prioritizing the social environment and developing their potential so that they can become strong and empowered individuals or groups of people with disabilities. This program will implement a digital application-based microvolunteer model which will later become a medium that connects volunteers to help with the daily activities of blind people. This program is the first step in providing knowledge and understanding to partners in overcoming the problems they face by offering solutions in the form of four aspects of microvolunteering, namely security, comfort, feeling independent and efficient. This activity was carried out through participatory methods, training in application use, and direct practice, involving some 25 people with participation categories of 7 volunteers and 18 people with visual disabilities. The results of the activity show the emergence of independence in the daily activities of blind people who are measured in 4 aspects of the microvolunteer system developed, namely aspects of safety, comfort, feeling of independence, and efficiency.
Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Desa Dalam Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Deli Serdang Mujahiddin; Yurisna Tanjung; Sahran Saputra
Sospol Vol. 9 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v9i2.28286

Abstract

Fokus utama pada penelitian ini adalah bentuk sinergitas antara Pemerintah Desa dan Komunitas Masyarakat Desa dalam pengelolaan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di Desa Denai Lama. Pembahasan pada penelitian memberikan konstribusi pada tatanan akademis dan praktis dalam pemberdayaan masyarakat desa. Konsep kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat menggunakan konsep empowerment as co-production yaitu konsep yang menekankan pentingnya nilai bersama untuk mendorong perubahan hubungan antara negara dan masyarakat lokal agar lebih setara. Secara praktis penelitian ini dapat memberikan contoh bagi banyak pemerintahan desa dan komunitas masyarakat dalam membangun sinergitas pada program pemberdayaan masyarakat di wilayah perdesaan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Adapun informan penelitian yang diwawancarai adalah kepala desa, Founder Sanggar Lingkaran dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bentuk sinergitas yang dilakukan antara Pemerintah Desa Denai Lama dan komunitas masyarakat adalah bentuk sinergitas yang mendorong setiap steakholder untuk saling tumbuh bersama. Hubungan sinergitas ini menekankan pentingnya kerjasama kemitraan, di mana setiap komunitas/steakholder saling berkonstribusi untuk pengembangan sumber daya yang subtansial pada program pembedayaan masyarakat di Agrowisata Paloh Naga. Adanya bentuk sinergitas tersebut di Desa Denai Lama menjadi tanda adanya hubungan yang lebih professional, setara dan timbal balik antara Pemerintahan Desa dan komunitas masyarakat di dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.
Konstruksi Sosial pada Praktik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Green Economic di Desa Pematang Serai Kabupaten Langkat Mujahiddin; Arifin Saleh; Yurisna Tanjung
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i09.418

Abstract

Di Desa Pematang Serai Kabupaten Langkat, terdapat unit usaha BUMDes yang mengembangkan wisata sungai dalam bentuk Getek Online (Geol). Pada proses pengembangan wisata tersebut dibutuhkan upaya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai sebagai sumber daya alam yang memberikan kehidupan bagi masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses konstruksi sosial pada praktik pemberdayaan masyarakat berbasis green economic di Desa Pematang Serai. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini diambil dengan pendekatan purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data secara primer menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif model Interaktif yang diajukan oleh Miles dan Huberman yaitu; Reduksi data, Penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya konstruksi sosial pada praktik pemberdayaan masyarakat di Desa Pematang Serai. Bentuk konstruksi tersebut pada tahap eksternalisasi ditandai dengan adanya pertukaran ide/konsep dalam pembentukan wisata Geol, pada tahap objektifikasi ditandai dengan dijadikannya wisata Geol sebagai unit usaha BUMDes, adanya keterlibatan masyarakat desa dalam pengelolaan wisata Geol dan adanya bantuan CSR dari pihak perbankkan. Pada tahap internalisasi ditandai dengan adanya manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dari kehadiran wisata Geol, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bergotong-royong membersihkan sungai dari sampah plastik dan enceng gondok.