Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Character Building and The Awareness on The Importance of Caring for The Earth Yusuf Olang
Pancaran Pendidikan Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.6 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v7i4.205

Abstract

Environmental damage is getting worse in developing countries including Indonesia, so there is no guarantee that our children and grandchildren will live comfortably and safely in the years to come. The most fundamental thing that causes the rampant exploitation and destruction of the environment is the lack of awareness of the importance of caring for the earth. This awareness will grow along with beliefs and ideologies that become principles in people's lives. Destruction and exploitation of the earth cannot be stopped if the awareness and outlook on the meaning of the earth for human life are not grown starting from this very moment. Efforts to invite the public to respect and care for the environment often face resistance because it is propaganda. Literature has been proven to have the strength and ability to inspire, touch the human heart, move and foster awareness of the importance of caring for the earth and everything because humans and the earth are interdependent.
PENGARUH MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PUTUSSIBAU KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA KABUPATEN KAPUAS HULU Herpanus Herpanus; Yusuf Olang
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v10i2.6129

Abstract

Keterampilan membaca nyaring sangat penting dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) penerapan Model Numbered Head Together terhadap keterampilan membaca nyaring; (2) menganalisis pengaruh model Numbered Head Together; (3) mengeksplorasi respon siswa dalam penggunaan model Numbered Head Together terhadap keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Putussibau Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan bentuk penelitian quasi eksperimental design ( eksperimen semu) dan teknik pengumpulan data menggunakan; (1) teknik pengukuran; (2) teknik komunikasi tidak langsung. Analisis data menggunakan; (1)observasi; (2)soal tes; (4) angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) Proses pembelajaran melalui penerapan Model Numbered Head Together pada materi membaca nyaring di kelas eksperimen berjalan dengan baik hasil observasi siswa kelas eksperimen pada pertemuan pertama 95,23% dan kedua 96,18% berkriteria sangat baik. (2)Terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan membaca nyaring siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu uji t-2 sampel. Oleh karena Thitung > Ttabel yaitu – 2,14 > 2,000247 maka Ha diterima dan Ho ditolak (3) Respon siswa setelah proses model Numbered Head Together pada materi membaca nyaring di kelas VIII SMP Negeri 4 Putussibau Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. dengan kategori kuat yaitu 13,33% persentase 61% - 80% sehingga respon siswa baik Penelitian ini diharapkan meningkatkan kemampuan analisis, berfikir kritis, memecahkan masalah, menambah pengetahuan, semua pihak, baik siswa, guru, maupu sekolah. Penelitian ini dapat menjadi pijakan awal bagi penelitian selanjutnya yang ingin mendalami dunia pendidikan. Kata kunci: Model Numbered Head Togethe Keterampilan Membaca Nyaring
PROSES DAN MAKNA SIMBOL GAWAI DAYAK NYELAPAT TAUN DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA BELIMBING DUSUN SUKA MAKMUR KECAMATAN SILAT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Yusuf Olang; Sri Astuti; Siti Aprianti Romana
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v11i1.7307

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pentingnya pelestarian tradisi sebagai warisan budaya yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya. Salah satu tradisi tersebut ialah Gawai Dayak Nyelapat Taun pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat di Desa Belimbing, Dusun Suka Makmur, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Tradisi ini memiliki rangkaian prosesi adat yang sarat dengan simbol, namun kajian mengenai proses pelaksanaan dan makna simbolnya masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah proses pelaksanaan dan makna simbol dalam Gawai Dayak Nyelapat Taun. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan serta makna simbol yang terkandung dalam setiap tahapan ritual. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan serta dokumentasi berupa foto dan video selama pelaksanaan ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Gawai Dayak Nyelapat Taun dilaksanakan secara bertahap sesuai tata cara adat, dimulai dari perarakan lupung padi, penyambutan rombongan, bepencak, pengelilingan tempayan pamali dan lupung padi, pembacaan mantra, penaburan beras, penyembelihan ayam jantan biring, prosesi mukak tempayan pamali, hingga makan dan minum bersama. Setiap tahapan mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, permohonan keselamatan, persatuan, kesuburan, perlindungan, keberanian, identitas budaya, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Simbol-simbol tersebut diwujudkan melalui lupung padi, tuak, bepencak, ayam jantan biring, beras, kain songket, benih padi dan sayuran, api, pakaian adat, tempayan pamali, tawak, peralatan berladang, serta kegiatan makan dan minum bersama. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan upaya pelestarian budaya Dayak Seberuang Ensilat, mempererat solidaritas sosial masyarakat, menjadi sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, seni budaya, dan kajian folklor, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian budaya lokal di lingkungan akademik dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.Kata kunci: Gawai Dayak Nyelapat Taun, Makna Simbol, Proses Ritual, Dayak Seberuang Ensilat