Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN DEWAN KOMISARIS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2016 Sundari, Titi
Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Akuntansi FEB UNITOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.135 KB) | DOI: 10.25139/jaap.v3i1.1574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 hingga 2016. Variabel independen pada penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan corporate social responsibility. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode2012-2016 yaitu sebanyak 559 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Setelah dilakukan penyaringan sampel sesuai kriteria sampel maka diperoleh sampel sejumlah 60 perusahaan. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility, sedangkan ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan secara simultan kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN DEWAN KOMISARIS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2016 Sundari, Titi
Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Akuntansi FEB UNITOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.135 KB) | DOI: 10.25139/jaap.v3i1.1574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 hingga 2016. Variabel independen pada penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan corporate social responsibility. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode2012-2016 yaitu sebanyak 559 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Setelah dilakukan penyaringan sampel sesuai kriteria sampel maka diperoleh sampel sejumlah 60 perusahaan. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility, sedangkan ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan secara simultan kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, UKURAN DEWAN KOMISARIS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2016 Sundari, Titi
Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Akuntansi FEB UNITOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.135 KB) | DOI: 10.25139/jaap.v3i1.1574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012 hingga 2016. Variabel independen pada penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan corporate social responsibility. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode2012-2016 yaitu sebanyak 559 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Setelah dilakukan penyaringan sampel sesuai kriteria sampel maka diperoleh sampel sejumlah 60 perusahaan. Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility, sedangkan ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan secara simultan kepemilikan manajerial, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility.
Effect of Fixed‐Dose Combinations Antituberculosis and Separate Formulations on Clinical Symptoms, Weight Gain, Adverse Effect and Plasma Concentration in Tuberculosis and HIV Coinfection Cases Sundari, Titi; Mariana, Nina; Permatasari, Debby Intan; Rusli, Adria; Sitompul, Pompini Agustina; Rosamarlina, Rosamarlina; Widiantari, Aninda Dinar; Maemun, Siti; Lisdawati, Vivi
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 10 No. 2 (2023): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v10i2.867

Abstract

BACKGROUND: Fixed Dose Combination (FDC) was aimed to simplify TB therapy and facilitate physician and patient compliance. OBJECTIVE: We aimed to evaluate the effect of FDC antituberculosis and separate formulations (SF) on clinical symptoms, weight gain, adverse effect and plasma concentration in TB/HIV cases during the intensive phase. METHOD: Prospective cohort study was conducted in public hospital, Jakarta. We recruited TB-HIV patients in May 2018-May 2019. Patients (over than 18 years old) diagnosed with TB-HIV who consumed either FDC or SF and had not received antiretroviral. A total of 36 subjects were included in this study, 20 subjects in FDC group and 16 subjects in SF group. RESULT:  There was not significant different between FDC and SF groups with an improvement of clinical symptoms (P = 0.70) and weight gain (P = 1.00). Gastrointestinal syndrome was 75% in FDC group; 62.5 % in SF group. Mean (±SD) of rifampicin, isoniazid, pyrazinamide plasma concentration after 2 weeks therapy in FDC group were 5.49 mg/L (±3.40 mg/L), 1.35 mg/L (±1.20 mg/L), 19.87 mg/L (±17.00 mg/L), respectively. Mean (±SD) of rifampicin, isoniazid, pyrazinamide plasma concentration in SF group were 6.42 mg/L (±4.80mg/L), 0.87 mg/L (±0.70 mg/L), 5.03 mg/L (±7.60 mg/L), respectively. CONCLUSION: There was not significant different between FDC and SF groups on improvement of clinical symptoms and weight gain in intensive phase of therapy, the highest of adverse effects was gastrointestinal syndrome, and all subjects had normal reference ranges of rifampicin concentrations, and isoniazid and pyrazinamide below the normal range.
Screening for Latent Tuberculosis Infection using Interferon-Gamma Release Assay Test among Healthcare Workers Rosamarlina, Rosamarlina; Mariana, Nina; Sundari, Titi; Setianingsih, Tri Yuli; Jahiroh, Jahiroh; Pertiwi, Intan; Widiantari, Aninda Dinar; Setiawaty, Vivi; Murtiani, Farida
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i2.10927

Abstract

Healthcare workers (HCWs) represent a significant demographic for screening latent tuberculosis infection (LTBI) due to their potential exposure to infectious patients. Tests based on immunology detection, such as the tuberculin skin test (TST) and the interferon-gamma release assay (IGRA), have been pivotal in diagnosing LTBI. The objective of this study was to evaluate the efficacy of the IGRA test in detecting LTBI compared to the TST among HCWs in an infectious disease hospital. In a cross-sectional study conducted in August 2019 at the Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital, we examined 84 HCWs selected through consecutive sampling. Participants were assessed using questionnaires, and the IGRA and TST tests were performed. The findings revealed that 42 (50%) HCWs tested positive for LTBI based on the IGRA test. Most were female, aged 36–45 years, had direct exposure to TB patients, and had been in the healthcare profession for over a decade. The concordance between the TST and IGRA test, as indicated by a κ value, was 0.234. Furthermore, a significant correlation was observed between the incidence of LTBI and the duration of the healthcare profession (p=0.016). In conclusion, our research suggests that both TST and IGRA tests can effectively detect LTBI. The IGRA test had a higher positivity rate among HCWs with over ten years of service.