Yuni Uswatun Khasanah
AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSKIA UMMI KHASANAH Yuni Uswatun Khasanah; Nur safrini
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2020): Edisi Juni
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO (2006), kejadian abortus di Indonesia paling tinggi diantara negara Asia Tenggara lainnya yaitu sebesar 2 juta dari 4,2 juta orang. Penyebab utama kematian pada ibu hamil dan melahirkan adalah perdarahan 38%, eklamsi 24%, infeksi 11%, komplikasi puerpurium 8%, abortus 5%, emboli obstetri 3%, dan lain-lain 11% (BKKBN, 2012). Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik ibu hamil dengan kejadian abortus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan kejadian abortus di RSKIA Ummi Khasanah, yaitu berjumlah 46 pada bulan Januari-Desember 2016. Menggunakan teknik total sampling, pengambilan data sekunder menggunakan instrumen rekam medis dan check list. Hasil: Karakteristik ibu hamil dengan kejadian abortus mayoritas 33 responden (71,7%) berusia 20-35 tahun, 34 responden (73,9%) paritas multigravida, 39 responden (84,8%) tidak ada riwayat abortus, 21 responden (45,7%) bekerja sebagai IRT, 22 responden (47,8%) berpendidikan SMA/SLTA, 21 responden (45,7%) abortus iminen. Ibu hamil dengan kejadian abortus 7 responden (15,2%) dengan karakteristik usia 20-35 tahun, paritas multigravida, riwayat abortus tidak ada, pekerjaan IRT, pendidikan SMA/SLTA, abortus iminen. Kesimpulan: Diketahui jumlah kejadian abortus berdasarkan karakteristik usia, paritas, riwayat abortus, pekerjaan, pendidikan, dan jenis abortus di RSKIA Ummi Khasanah mayoritas dengan karakteristik usia 20-35 tahun, paritas multigravida, riwayat abortus tidak ada, pekerjaan IRT, pendidikan SMA/SLTA, abortus iminen.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN PERILAKU POLA SEKSUAL TRIMESTER III Yuni Uswatun Khasanah; Mewik Rosiana
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.133

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah nilai – nilai budaya, interpretasi agama, adat tradisi dan kebiasaan dalam suatu masyarakat. Rendahnya pengetahuan pola hubungan seksual erat kaitannya dengan perilaku ataupun tindakan ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan seksual. Pengetahuan yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil primigravida dengan perilaku pola seksual trimester III di BPM Wartinem Jalakan Pandak Bantul Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan waktu yang digunakan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III dengan jumlah 62 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dengan analisa data chi square. Hasil: Pengetahuan ibu hamil primigravida mayoritas dalam kategori baik yaitu 18 orang (46,2%). Perilaku pola seksual responden pada kategori baik dengan jumlah 22 orang (56,4%). Hasil uji chi square didapatkan bahwa r hitung (15.981) > r tabel (3.481) dengan nilai p-value (Asymp.sig) 0,00 lebih kecil dari 0,05 (p-value < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil primigravida dengan perilaku pola seksual Trimester III di BPM Wartinem Jalakan Pandak Bantul.  
ANALISIS DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 36-72 BULAN : (Studi di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra) Milawati Milawati; Erna Yovi Kurniawati; Yuni Uswatun Khasanah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.141

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2020 terdapat 7.008 anak di Indonesia yang terinfeksi Covid-19, 8,6% dirawat, sembuh 8,3%, dan 1,6% meninggal klasifikasi berdasarkan usia anak dengan covid-19 adalah 5,8% usia 6-17 tahun dan 2,3% balita (0-5) tahun. Pandemi covid-19, telah berdampak luas dalam kehidupan masyarakat kita khususnya dampak yang di berikan terhadap keluarga, orang dewasa maupun anak usia prasekolah baik dari segi gizi, mental emosional, ataupun kesehatannnya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Responden anak usia 36-72 bulan di Kelompok Bermain Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan sampel 19 responden,. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner online dan dianalisis dengan SPSS for windows versi 19.0. Hasil: hasil penelitian menunjukkan responden memiliki status gizi normal sebanyak 16 responden (84,2%), kurus sebanyak 1 responden (5,3%) dan obesitas sebanyak 2 responden (10,5%). Kondisi psikologis, 17 responden (89,5%) mengalami kecemasan ringan dan 13 responden (684%) mengalami stres sedang. Kesimpulan: Mayoritas orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter yang berdampak positif pada status gizi anak usia prasekolah, namun berdampak negatif pada kondisi psikologis anak usia prasekolah.
Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini pada Masa Pandemi Covid 19 Yunita Akmalia T Yunita; Tita Restu Yuliasri; Yuni Uswatun Khasanah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.149

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan permasalahan pada remaja, korban paling banyak pernikahan dini remaja perempuan. Pernikahan dini banyak terjadi di pedesaan dari pada perkotaan, terjadi pada keluarga miskin, berpendidikan rendah, dropout dari sekolah. Masa pandemi angka perkawinan anak meroket, 400-500 anak usia 10-17 tahun beresiko menikah dini akibat Covid-19. Peningkatnya angka perkawinan anak pada masa pandemi tidak jauh berbeda dengan penyebab perkawinan anak pada kondisi normal. Metode: Penelitian menggunakan metode desktiptif, tempat penelitian di KUA Sedayu Bantul, populasi 36 responden yang mengalami pernikahan dini, sampel sebanyak 21 responden. Pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan checklist yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, valid sejumlah 5 pertanyaan. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian responden di KUA Sedayu Bantul Yogyakarta mayoritas usia 19-20 sejumlah 14 (66,7%), mayoritas pendidikan responden SMA sejumlah 15 responden (71,4%), mayoritas penghasilan responden kurang sejumlah 17 (81,0%), mayoritas pendidikan orang tua SMA sejumlah 13 (61,9%), mayoritas pekerjaan responden sejumlah 7 (33,3%), mayoritas tingkat pengetahuan baik sejumlah 18 (85,7%).  Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa factor penyebab pernikahan dini yaitu tingkat pengetahuan responden usia 19-20 tahun dalam kategori kurang, pendidikan responden SMA pengetahuan kurang, penghasilan responden kurang dengan tingkat pengetahuan kurang, pekerjaan responden buruh dengan tingkat pengetahuan kurang    
Pengetahuan Ibu hamil Tentang Pencegahan COVID-19 Lubna Tahta Lazuardi El Rahman; Yuni Uswatun Khasanah; Anggit Eka Ratnawati
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN UMMI KHASANAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48092/jik.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Menurut data dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta, didapatkan jumlah ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 sejumlah 13,7% ibu hamil. Hal ini dikarenakan wanita hamil memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di wilayah transmisi lokal, riwayat kontak dengan kasus konfirmasi, dan riwayat kontak dengan hewan yang terinfeksi COVID Metode: Desain yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang periksa di PMB Sumarni Pundong Bantul sebanyak 30 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner sebanyak 27 kuesioner yaitu 5 soal dari uji validitas dan 22 soal menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian Yanti, dkk (2020), sedangkan analisa menggunakan analisa univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun sebanyak 27 responden (90%), berpendidikan SMA sebanyak 16 reponden (53%), Bekerja sebanyak 19 responden (63,3%), Multipara sebanyak 18 responden (60%), trimester 3 sebanyak 18 responden (60%) responden berpengetahuan baik sebanyak 22 responden (73,3%), dan pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (26,7%).  Kesimpulan: Pengetahuan ibu Hamil di PMB Sumarni Pundong Bantul Yogyakarta tahun 2021 adalah Baik.