Ramses Simanjuntak
Prodi. Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia, Yogyakarta.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peranan Roh Kudus dalam Pertumbuhan Iman Orang Percaya dan Penerapannya dalam Kelas Pendidikan Agama Kristen Ramses Simanjuntak
SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI Vol 2 No 1 (2015): SANCTUM DOMINE Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Nazarene Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.319 KB) | DOI: 10.46495/sdjt.v2i1.2

Abstract

Today, most of believers are still relying on their strenght and taught to do thier daily activities. Sometimes, they are forget that they still need helps and God’s intervention. Before Jesus ascended into heaven, He promised that he would send the Holy Spirit to His disciples (Luke 24: 49). Not just that promise, He also promised that He would be with them until the end of the age (Mat. 28: 20). These passages show that God takes the roles in believers daily life.
Pentingnya Penerapan Kurikulum Berbasis Penguatan Pendidikan Karakter bagi Terciptanya Generasi Emas Indonesia Tahun 2045 Ramses Simanjuntak
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 1, No 2 (2019): Februari 2019
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.842 KB) | DOI: 10.47131/jtb.v1i2.17

Abstract

Indonesia is a country that is so big, rich in natural resources and has cultural traditions that have been deeply rooted since time immemorial. In the age of 73 years, there have been many advancements that have been made by this country, be it progress in the fields of economics, education, welfare, health and the progress of other facilities / infrastructure. Indeed, it is undeniable that there are still many unreached and underdeveloped areas that we see, but we believe that someday all regions will feel evenly distributed social justice, where poverty, underdevelopment and ignorance will not be seen in all regions of our beloved country this. As citizens of the Republic of Indonesia, who live on this beloved earth, all elements of society should support every government program to improve the quality of Indonesian people by improving character education, so that it becomes a complete curriculum for the creation of a strong and future generation based on Pancasila. Abstrak: Indonesia adalah negara yang begitu besar, kaya akan sumber daya alam dan memiliki adat budaya yang mengakar kuat sejak dahulu kala. Dalam usianya yang sudah menginjak 73 tahun banyak kemajuan yang telah dirasakaan oleh negeri ini, baik itu kemajuan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesejahteraan, kesehatan dan kemajuan sarana/prasarana lainnya. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau dan tertinggal yang kita lihat, tapi kita percaya bahwa suatu hari nanti semua daerah akan merasakan keadilan sosial yang merata, dimana tidak akan terlihat lagi kemiskinan, ketertinggalan dan kebodohan di seluruh wilayah negeri tercinta ini. Sebagai warga negara Republik Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi tercinta ini, sudah seharusnyalah semua elemen masyarakat mendukung setiap program pemerintah untuk meningkatkan mutu manusia Indonesia dengan cara meningkatkan pendidikan karakter, sehingga menjadi satu kurikulum yang utuh bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang kuat dan berazaskan Pancasila.
Akomodasi Filsafat Pragmatisme dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Menjawab Tantangan Pembelajaran di Era Digital Ramses Simanjuntak; Bakhoh Jatmiko; Anthoneta Ratu Pa; Hadi Siswoyo; Albert Yusuf Langke
Angelion Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v2i2.200

Abstract

The spirit of society 5.0 era demands the mastery and utilization of technology along with digital literation in every area of life. This development and challenges also occur in the education sector. A similar challenge is wrestled by Christian Education (CE) to be relevant knowledge within this era. CE must improve itself amid limitations within it. What innovations can be made to make CE relevant and fit to answer the needs of this digital era? This research aims to integrate positive contributions of pragmatism education philosophy toward CE in answering the needs of this era. The pragmatism thinking emphasizes practice and relevant learning outcomes as well as applicative skills. CE needs this utility in the learning process within this pragmatic era. This research applied a qualitative descriptive method with a literature research approach. The founding of this research is a proposal of accommodation of pragmatism philosophy toward CE using project based learning, collaborative learning, and creative problem solving learning approach.Era digital merupakan perkembangan peradaban yang tidak mungkin dihindari. Perkembangan teknologi dan digitalisasi berbasis internet telah memberikan kontribusi signifikan di dalam dunia pendidikan. Sebagaimana semangat society 5.0 yang menekankan kegunaan teknologi dan keilmuan bagi kebaikan manusia, dunia pendidikan secara khusus dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) harus ikut berbenah diri ditengah keterbatasan dan ketertinggalan yang dihadapi. Inovasi apa yang dapat dilakukan guna membuat keilmuan ini tetap releven dan menjawab kebutuhan di era digital ini? Pemikiran pragmatisme yang menekankan pada capaian pembelajaran yang praktis, relevan, dan berorientasi pada keterampilan aplikatif (utilitas) adalah hal yang diperlukan di dalam konteks PAK di dalam proses pembelajaran di era pragmatis ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumulan data yang bersifat kepustakaan. Kajian di dalam penelitian ini mengusulkan akomodasi filsafat pragmatism di dalam PAK dengan pendekatan pembelajaran yang berupa project based learning, collaborative learning, dan creative problem solving.
Analisis tentang Relevansi Ibadah Gereja Pascapandemi Covid-19 Irfan Feriando Simanjuntak; Ramses Simanjuntak; Agiana Her Visnhu Ditakristi
DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/diegesis.v3i1.63

Abstract

Covid-19 pandemic has caused churches to change their worship patterns from those implemented in church buildings to virtual worship at home. This decision relates to the government's call for social distancing and physical distancing in order to break the chain of transmission of the virus which is very easy to move especially through interactions between people in the crowd. In connection with this new worship phenomenon, this research aims to analyze and explore the theological principles of Christian worship, especially with regard to the question of the relevance of worship together in church buildings after the Covid-19 pandemic ends. The method used is descriptive qualitative through research on various literatures to produce a theologically based writing. Based on this study, it is concluded that joint worship in the church building remains relevant because it has an accountable basis. This is certainly important in the education and maturity of the people so that they continue to view worship in the church building is something that is important to carry out even after the phenomenon of the Covid-19 pandemic passed. AbstrakPandemi Covid-19 telah menyebabkan gereja-gereja harus mengubah pola ibadahnya dari yang dilaksanakan di gedung gereja kepada pola ibadah virtual di rumah. Hal ini berkaitan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dan physical distancing demi memutus mata rantai penularan virus tersebut yang sangat mudah berpindah terutama melalui interaksi antar manusia di dalam kerumunan. Berkaitan dengan fenomena ibadah yang baru ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggali prinsip teologis ibadah Kristiani, khususnya berkaitan dengan pertanyaan masih relevankah beribadah bersama di gedung gereja setelah pandemi Covid-19 berakhir. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui penelitian terhadap berbagai literatur sehingga diharapkan menghasilkan tulisan yang bersifat teologis. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan ibadah bersama di gereja tetap relevan dilaksanakan karena memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentunya penting dalam pendidikan dan pendewasaan umat sehingga tetap memandang beribadah di gereja adalah sesuatu hal yang penting dilaksanakan bahkan setelah fenomena pandemi Covid-19 berlalu. 
Akomodasi Filsafat Pragmatisme dalam Pendidikan Agama Kristen untuk Menjawab Tantangan Pembelajaran di Era Digital Ramses Simanjuntak; Bakhoh Jatmiko; Anthoneta Ratu Pa; Hadi Siswoyo; Albert Yusuf Langke
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v2i2.200

Abstract

The spirit of society 5.0 era demands the mastery and utilization of technology along with digital literation in every area of life. This development and challenges also occur in the education sector. A similar challenge is wrestled by Christian Education (CE) to be relevant knowledge within this era. CE must improve itself amid limitations within it. What innovations can be made to make CE relevant and fit to answer the needs of this digital era? This research aims to integrate positive contributions of pragmatism education philosophy toward CE in answering the needs of this era. The pragmatism thinking emphasizes practice and relevant learning outcomes as well as applicative skills. CE needs this utility in the learning process within this pragmatic era. This research applied a qualitative descriptive method with a literature research approach. The founding of this research is a proposal of accommodation of pragmatism philosophy toward CE using project based learning, collaborative learning, and creative problem solving learning approach.Era digital merupakan perkembangan peradaban yang tidak mungkin dihindari. Perkembangan teknologi dan digitalisasi berbasis internet telah memberikan kontribusi signifikan di dalam dunia pendidikan. Sebagaimana semangat society 5.0 yang menekankan kegunaan teknologi dan keilmuan bagi kebaikan manusia, dunia pendidikan secara khusus dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) harus ikut berbenah diri ditengah keterbatasan dan ketertinggalan yang dihadapi. Inovasi apa yang dapat dilakukan guna membuat keilmuan ini tetap releven dan menjawab kebutuhan di era digital ini? Pemikiran pragmatisme yang menekankan pada capaian pembelajaran yang praktis, relevan, dan berorientasi pada keterampilan aplikatif (utilitas) adalah hal yang diperlukan di dalam konteks PAK di dalam proses pembelajaran di era pragmatis ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumulan data yang bersifat kepustakaan. Kajian di dalam penelitian ini mengusulkan akomodasi filsafat pragmatism di dalam PAK dengan pendekatan pembelajaran yang berupa project based learning, collaborative learning, dan creative problem solving.
Manfaat Renungan Pagi Terhadap Ketaatan Siswa Ester Handayani; Ramses Simanjuntak
JURNAL TRANSFORMASI: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Vol. 2 No. 2 (2023): (November 2023)
Publisher : STT INTI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Having a child who is in his teens causes a lot of fear in parents. Parents' biggest fear is the societal impact on their child. Especially if you look at the current conditions, many teenagers are falling into the current of juvenile delinquency due to misassociation. The author can understand the fear experienced by parents because there have been too many bad examples of the influence of association on adolescents. Print and electronic mass media news show that every day there is terrible news about troubled teenagers. They commit crimes, brawls, gangs, taking illegal drugs, drug and alcohol addiction.