Jurnal CARE CARE
Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment, Bogor Agricultural University

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisa Manfaat Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Baku Kelor (Moringa Oleifera) Pada Balita Dan Manula Di Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan Jurnal CARE CARE; Noor Aisyah Amini
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik bagi kesehatan manusia pada umumnya. Pemanfaatan tanaman kelor untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya balita dan manula, dapat menjawab permasalahan kekurangan gizi yang masih luas terjadi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menganalisa manfaat/dampak dari pemberian makanan tambahan berbahan baku tumbuhan kelor dalam Program Pertamina Sehati-Pawon (Patra Wonderful Snack) dan menyusun rekomendasi keberlanjutan program Penelitian dilakukan pada Bulan September 2021 di Posyandu Semarak 68, Kelurahan Muara Rapak, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini mempergunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif), pengolahan dan analisis data kualitatif yang bersumber dari dokumen dan catatan harian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Excel, menggunakan tabulasi frekuensi, tabulasi silang, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan bagi balita dan manula berbasis tanaman kelor di Posyandu Semarak 68 Kelurahan Muara Rapak menunjukkan beberapa hasil positif baik dari sisi inovasi, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Mengingat bahwa kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Kota Balikpapan maka program ini memiliki nilai inovasi yang bermanfaat. Manfaat lingkungan ditunjukkan dengan penyerapan emisi karbon sebesar 0,008 ton per 30 batang tanaman kelor. Manfaat kesehatan diperoleh dari kontribusi kelor terhadap kebutuhan asupan gizi harian balita, yaitu kalori, protein, lemak dan karbohidrat, dimana prosentase terbesar adalah asupan protein sebesar 108 – 180% dari setiap 100 gr serbuk kelor. Adapun kontribusi bagi total kebutuhan gizi harian manula adalah sebesar 42% kebutuhan protein manula pria dan 47% kebutuhan protein manula wanita. Manfaat ekonomi bagi anggota Posyandu Semarak 68 adalah potensi tambahan pendapatan sebesar Rp. 75.000 – Rp. 100.000/orang/bulan, biaya sosial akibat anak stunting yang dapat dihilangkan sebesar Rp. 142.000.000,- serta potensi biaya kesehatan akibat hipertensi pada manula dapat ditekan hingga sebesar Rp. 21.692.160,- per tahun. Kata Kunci: manfaat, kelor, makanan tambahan, balita, manula, Posyandu Semarak 68, Kelurahan Muara Rapak
Inovasi Olahan Tulang Dan Kepala Ikan Lele Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Ikan Lele Berbasis Zero Waste Jurnal CARE CARE; Ulfah Mubarokah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan gizi pada ikan lele pun sangat tinggi protein dan berbagai kebutuhan gizi lainnya. Lele utuh mengandung 12,82% protein, 3,70% lemak, 2,70% abu, 2,60% karbohidrat, dan 5,59% kalsium. Tingginya kandungan gizi pada ikan lele dapat membantu pertumbuhan untuk balita sebagai upaya pengentasan gizi Kurang di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, jakarta Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Inovasi olahan tulang dan kepala lele sebagai upaya mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan efektivitas program diukur melalui dampak yang diberikan secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, kegiatan pengolahan limbah ikan lele menjadi olahan pangan memiliki potensi mengurangi dampak emisi yang dihasilkan dari limbah tulang dan kulit ikan khususnya terhadap emisi CH4 dan CO2 sebesar 0,0073 ton CO2eq/tahun. Secara ekonomi program juga memberikan manfaat terhadap peningkatan pendapatan kelompok sebesar Rp. 810.000,-/bulan atau Rp 9.720.000,- /tahun. Kegiatan produksi olahan keripik dari tulang dan kepala lele ini juga turut berkontribusi memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp 162.000,-/orang/bulan kepada 5 orang kader posyandu dan ibu balita bawah garis merah (BGM) yang terlibat dalam proses produksi. Sementara itu, dilihat dari aspek kesehatannya program ini berhasil menurunkan angka balita BGM di Kelurahan tersebut. Kata Kunci: ikan lele, gizi kurang, BGM, emisi CH4,
Pengembangan Sistem Informasi Dan Penyuluhan Kesehatan Di Pedesaan Memanfaatkan Forum Komunikasi Warga Melalui Whatsapp Group Jurnal CARE CARE; Metha Madonna
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia tidak juga surut bahkan cenderung meningkat kembali, seperti di akhir Mei 2021 terdapat 1.821.703 positif dengan jumlah kematian mencapai 50.578 orang. Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) menyatakan minimnya pengetahuan, penanganan lamban serta pengabaian protokol kesehatan di masyarakat adalah pemicunya. Penanganan Covid-19 tidak dapat dilakukan Pemerintah hanya sendiri tapi harus holistik dan menyeluruh, serta keterlibatan setiap warga masyarakat diperlukan guna mengimplementasikan setiap program atau strategi penanganan pandemi. Artikel ini bertujuan mengkaji pembentukan Forum Komunikasi Warga Desa (FKWD) yang memanfaatkan perangkat telekomunikasi digital, mengingat urgensinya dalam penyebaran informasi dan penyuluhan kesehatan. Metode penelitian digunakan systematic review yang merujuk pada jurnal buku, berita dan lainnya. Hasil dan kesimpulan Adapun FKWD memiliki fungsi sebagai berikut: mengkomunikasikan kondisi keamanan atau Satgas Desa dari Covid-19, pertukaran informasi antar warga terkait sosialisasi penegakan protokol kesehatan serta kampanye ajakan kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam program vaksinasi nasional. Kata kunci: Forum Komunikasi Warga, penyuluhan kesehatan, sistem informasi.
Kemampuan Masyarakat Dalam Mengungkap Potensi Desa (Sebuah Aksi Partisipatoris Dalam Perencanaan Desa Wisata Di Desa Tritik, Nganjuk) Jurnal CARE CARE; Nur Azizah Aulia Rahma Rahma
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi yang dimiliki desa dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Potensi tersebut dapat berupa aset alam, aset sosial, aset ekonomi, maupun aset budaya. Desa Tritik sebagai desa yang memiliki beragam kekayaan potensi memiliki harapan menjadi desa wisata. Aset alam yang luas dan indah, serta adanya peninggalan sejarah berupa fosil menjadi objek utama dalam pengembangan desa wisata. Akan tetapi masyarakat belum dapat mengoptimalkan potensi desa yang dimilikinya, hal ini disebabkan karena rendahnya sumber daya manusia. Untuk mewujudkan harapan menjadi desa wisata,diperlukan perencanaan desa wisata dan peningkatan sumber daya manusia secara efektif. Strategi pengabdian secara partisipatif merupakan langkah konkret yang dapat diambil guna mewujudkan tujuan yang diharapkan. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Asset Based Community Development (ABCD). Melalui observasi, mapping, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara peneliti mengumpulkan data dan digunakan sebagai bahan perencanaan desa wisata. Hasil dari pengabdian ini adalah mulai munculnya kesadaran masyarakat akan potensi yang dimilikinya. Serta masyarakat mampu menyusun rencana sesuai tujuannya. Mulai dari pembentukan kelompok sadar wisata, hingga pelatihan menuju desa wisata. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat, dapat menumbuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam perencanaan desa wisata. Kata Kunci : Asset Based Community Development (ABCD), Desa Wisata, Strategi Perencanaan Partisipatif.
Inovasi Budidaya Lebah Kelulut Menuju Eduwisata Unggul Di Desa Sangatta Selatan, Kec. Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur Jurnal CARE CARE; Noor Aisyah Amini; Husnawati Djabbar; Luthfi Kurniawan Joshi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warga Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, telah lama memperoleh manfaat dari madu lebah kelulut yang dipanen secara tradisional. Melihat potensi tersebut, PT Pertamina Asset 5 Sangatta Field memberikan dukungannya dengan mengembangkan Program Kebun Kelulut Sangatta. Program Kebun Kelulut Sangatta memberikan bimbingan kepada Kelompok Trigona Reborn yang beranggotakan 25 orang penduduk setempat dalam budidaya lebah kelulut secara modern. Capaian program tersebut sejauh ini adalah terbangunnya eduwisata Kebun Kelulut di Desa Sangatta Selatan, inovasi paten sederhana alat panen madu beeshave, serta pendampingan pokdarwis dalam kegiatan budidaya dan pemasaran produk madu kelulut. Kajian ini memetakan bahwa Program Kebun Kelulut Sangatta memiliki aspek kebaruan, core competency serta sensitivitas terhadap krisis, terutama krisis ekonomi dan kesehatan yang disebabkan pandemi covid-19. Selain itu terdapat beberapa inovasi sosial yang dihasilkan yaitu: manfaat ekonomi, dengan adanya tambahan pendapatan bagi kelompok secara kolektif dan anggota kelompok dari hasil penjualan madu kelulut, manfaat kesehatan dimana madu kelulut mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia serta manfaat ekologi dimana lebah kelulut memiliki peran penting dalam penyerbukan tanaman. Kata kunci: inovasi, budidaya, lebah kelulut, Desa Sangatta Selatan
Collaborative Governance In CSR: Praktik CSR PT Pertamina Patra Niaga FT Maos Dalam Program Mernek Jernek Jurnal CARE CARE; Faries Fardian Anggoma
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Mernek Jenek merupakan Program CSR yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos. Program ini berangkat dari permasalahan urbanisasi di Desa Mernek dan potensi pertanian, perikanan, peternakan dan sumber daya alam yang melimpah tetapi tidak ada SDM penunjang. Melihat adanya masalah sosial dan potensi penghidupan berkelanjutan tersebut, maka dibentuklah program Mernek Jenek, yang dalam Bahasa Jawa jenek artinya betah sehingga diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat bisa bekerja di Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility Mernek Jenek di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap hasil sinergitas antara warga, Pemerintah Desa Mernek dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos. Metode Penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data purposive sampling kepada aktor kunci serta observasi dan studi dokumentasi. Lokus penelitian ini berada di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hasil penelitian dari artikel ini menyatakan bahwa proses kolaborasi program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos antara perusahaan, pemerintah Desa Mernek dan Kelompok Mernek Jenek terjalin dari tahap perencanaan, implementasi sampai monitoring dan evaluasi sesuai dengan peran dan kepentingan dari masing-masing stakeholder. Dari kolaborasi tersebut memunculkan keberhasilan program yang diukur menggunakan sustainable compass, meliputi segi nature, economy, social dan wellbeing dan perhitungan SROI sebesar Rp 1,23. Selain itu, Program Mernek Jenek juga berhasil mendapatkan berbagai macam penghargaan dari tingkat kabupaten hingga nasional. Kata Kunci: Collaborative Governance, CSR, Pemberdayaan Masyarakat, Stakeholder.
Teknologi Pengolahan Air Bersih Pada Program Water Supply System (WSS) Desa Saliki Jurnal CARE CARE; Yulia Puspadewi Wulandari; Naomi Shinta Pasila
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Saliki Kecamatan Muara Badak merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki masalah dalam penyediaan kebutuhan air bersih. Teknologi pengelolaan air bersih di WSS Desa Saliki meliputi tahap penjernihan, desinfeksi hingga filtrasi. Bahkan saat ini WSS Saliki juga dilengkapi dengan unit penyediaan jasa air minum Reverse Osmosis (RO) memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Penerapan berbagai teknologi pengolahan air bersih pada WSS Saliki dilakukan dalam rangka penyediaan kualitas air bersih yang layak bagi masyarakat Desa Saliki. Kajian terhadap teknologi pengolahan air WSS Saliki bertujuan (1) Memberikan gambaran teknologi pengolahan air di WSS Saliki dan (2) Mengukur dampak pengolahan air WSS Saliki. Terdapat enam tahapan dalam proses pengolahan air bersih di WSS Saliki yaitu pengadaan air, penampungan, desinfeksi, penjernihan dan penyaringan. Proses penjernihan dilakukan dengan metode aerasi, filtrasi dan sedimentasi. Hasil uji laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim menunjukkan kualitas air WSS Saliki telah memenuhi standar air layak konsumsi. Teknologi pengolahan air WSS Saliki telah mampu menurunkan kadar Fe dalam air tanah hingga mencapai nilai akhir sebesar 0,019 mg/l (hasil uji lab. Kesehatan Prov. Kaltim, 2021). Kata kunci: Air bersih, teknologi pengolahan air, WSS Saliki, Muara Badak
Integrasi Dan Dampak Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (Tante Siska) Jurnal CARE CARE; Agit Kriswantriyono; Elis Fauziyah; Sarah Dhea Pratiwi
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri pertambangan di Kecamatan Sangasanga selain membantu membuka lapangan kerja juga menimbulkan masalah lingkungan. Upaya penanganan persoalan pada sektor pertanian akibat adanya aktivitas tambang yang kurang berwawasan lingkungan di Kecamatan Sangasanga tidak dapat berjalan dengan optimal tanpa adanya sinergi pemangku kepentingan dalam satu visi untuk mengatasi persoalan pertanian diwilayah ini. Salah satu elemen pada sektor swasta yakni Pertamina EP Sangasanga Field, berupaya untuk mengatasi persoalan pertanian di Kecamatan Sangasanga melalui program pemberdayaan sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Program pemberdayaan ini dirumuskan dalam sektor pertanian dengan konsep inovasi sosial melalui Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (Program TANTE SISKA). Program ini dirancang untuk menangani persoalan utama berupa keberlanjutan kegiatan pertanian dan peningkatan kualitas lingkungan. Fokus utama pada Program TANTE SISKA meliputi pengembangan kegiatan pertanian yang berwawasan lingkungan dan pengolahan limbah secara integratif. Fokus kajian diarahkan kepada analisis siklus input-output beberapa unit produksi secara terintegrasi yang ada pada program TANTE SISKA sehingga menghasilkan zero waste dan meningkatkan nilai tambah pada produk yang dihasilkan dalam program tersebut. Disamping itu juga dilakukan analisis dampak program pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan sehingga dampak keberlanjutan program dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis keintegrasian program TANTE SISKA; (2) Menganalisis dampak program TANTE SISKA terhadap bidang sosial, ekonomi dan lingkungan, dan (3) Mendeskripsikan aspek kebaruan (novelty) program TANTE SISKA. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis life cycle sederhana untuk melihat keintegrasian antar sistem produksi. Kemudian untuk menganalisis dampak lingkungan menggunakan metode yang digunakan oleh IPCC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi program TANTE SISKA telah terbukti mampu menghasilkan nilai tambah produk dan memberikan manfaat yang besar secara ekonomi, sosial dan lingkungan. Kata kunci : integrated farming, LCA, Pertamina EP Sangasanga, tante siska.
Karawang Berseri: Program Pengembangan Masyarakat Untuk Peningkatan Keberdayaan Perempuan Dan Anak Di Kabupaten Karawang Jurnal CARE CARE; Wazirul Luthfi; Anggun Intan Permata Sari; Alya Putri Mulyani; Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT masih banyak terjadi pada banyak rumah tangga di Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan, termasuk di Karawang. Atas dasar tersebut PT Pertamina EP Tambun Field menginisasi program Karawang Berseri. Kajian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis peran yang dilakukan perusahaan dalam meminimalisasi KDRT melalui Program Karawang Berseri; (2) Menganalisis dampak Program Karawang Berseri, baik dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Data sekunder berupa laporan kegiatan dan publikasi terkait program. Waktu pelaksanan kajian pada bulan Agustus 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lokasi pelaksanaan program di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang. Berdasarkan hasil kajian, program ini telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh komunitas. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan sampah, reseller dan budidaya hidroponik dalam kurun waktu satu tahun untuk menunjang pembiayaan penanganan perempuan dan anak korban kekerasan. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan satgas Karawang Berseri. Dampak lingkungan dapat dilihat dari kegiatan pengelolaan sampah melalui Sedekah Sampah yang dilakukan Kelompok Satgas Karawang Berseri. Kunci keberhasilan program ini terletak pada model pemberdayaan partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, implementasi, maupun monitoring dan evaluasinya. Pendekatan dialog untuk membangun kesadaran pada komunitas juga menjadi pendorong keberlanjutan program Karawang Berseri. Kata kunci: CSR, Karawang Berseri, pemberdayaan masyarakat
Pesona Subang: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Serat Daun Nanas Untuk Mendukung Zero Waste Farming Jurnal CARE CARE; Wazirul Luthfi; K. Hendra Permana; Adi Firmansyah
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 7 No. 1 (2022): Inovasi Sosial Pada Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subang dikenal sebagai daerah penghasil nanas terbesar di Jawa Barat, atau sekitar 92% total produksi nanas Provinsi Jawa Barat. Subang memiliki lahan nanas produktif seluas 1.630 Ha dan mencatatkan hasil produksi sebesar 187.448,2 ton (BPS 2021). Besarnya produksi komoditas nanas yang dihasilkan di Subang, selain memunculkan dampak positif, juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah daun nanas yang jumlahnya besar. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan serat daun nanas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer yang digunakan diperoleh melalui observasi lapang, dan wawancara. Data sekunder berupa laporan kegiatan dan publikasi terkait program. Waktu pelaksanaan kajian pada bulan Juli-Agustus 2022. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Desa Cikadu Kecamatan Cijambe. Berdasarkan hasil kajian, program ini telah memberikan manfaat, baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dampak ekonomi dapat dilihat dari tambahan pendapatan yang diperoleh masyarakat. Peningkatan pendapatan kelompok berasal dari hasil penjualan hasil pengolahan daun nanas. Dampak sosial terlihat dari penguatan kapasitas kelembagaan kelompok. Dampak lingkungan dapat dilihat dari jumlah limbah daun nanas yang terkelola. Kunci keberhasilan program ini terletak pada model pemberdayaan partisipatif baik dalam perencanaan, pelaksanaan, implementasi, maupun monitoring dan evaluasinya. Kata kunci: daun nanas, partisipatif, pemberdayaan masyarakat