Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Survei Aksesibilitas Fisik dan Sosial sebagai Dasar Penyusunan Grand Design Desa Inklusif Astri Hanjarwati; Jamil Suprihatiningrum; Siti Aminah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.24266

Abstract

Abstrak: Desa Trimurti memiliki jumlah penyandang disabilitas tertinggi di Kabupaten Bantul. Hal ini menjadikan Desa Trimurti berpotensi untuk  menjadi desa inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik dan sosial penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan sampel 60 penyandang disabilitas (30% dari total jumlah penyandang disabilitas). Analisis data secara deskriptif menggunakan spss versi 23. Hasilnya survei  menunjukkan: (1) aksesibilitas sosial di Desa Trimurti sangat baik ditunjukkan dengan sikap terhadap penyandang disabilitas yang baik; ketersediaan layanan pendidikan, kesehatan dan informasi sangat baik. (2) aksesibilitas fisik menunjukkan bahwa  sebagian besar bangunan fisik tidak dapat diakses, kecuali Sekolah Khusus (SLB) dan Puskesmas Srandakan. (3)  aksesibilitas finansial, kebijakan dan pengetahuan para penyandang cacat masih sangat terbatas; penyandang disabilitas tidak memiliki akses ke modal dan peluang kerja. Berdasarkan pada hasil survei tersebut dapat disusun kebijakan yang inklusif sehingga terwujud desa inklusif yang ramah terhadap penyandang disabilitas Survey of Physical and Social Accessibility as a Base Preparation of the Inclusive Village Grand Design Abstract: Trimurti Village has the highest number of persons with disabilities in Bantul Regency. This makes Trimurti Village has the potential to become an inclusive village. This study aims to determine the physical and social accessibility of persons with disabilities. The research method used was survey research, with a sample of 60 people with disabilities (30% of the total number of people with disabilities). Descriptive data analysis using SPSS version 23. The survey results show: (1) social accessibility in the village of Trimurti is very well demonstrated by a good attitude towards persons with disabilities; the availability of education, health and information services is very good. (2) physical accessibility shows that most of the physical buildings are inaccessible, except for Special Schools (SLB) and the Heatlh Center (Puskesmas) Srandakan. (3) financial accessibility, policy and knowledge of people with disabilities is still very limited; people with disabilities do not have access to capital and employment opportunities. Based on the results of the survey, inclusive policies can be developed so that an inclusive village that is friendly to people with disabilities can be developed. 
Fenomena Social Loafing dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Binaan PMI: Studi Fenomenologi dalam Praktek Pengembangan Masyarakat Siti Aminah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.546 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.011-07

Abstract

Social loafing is the tendency of individuals to give less effort when in groups than when working alone. Social loafing is known to occur as the group size increases, if it is tied, the results obtained from group work are lower than the total work result individually. Group workloads that should be done together and produce a better quality of ideas and quantity of ideas and much the opposite. Observations of researchers in pre-research that many of the work practices of the group ranging from among students, lecturers, institutions that have a social loafing attitude that is not willing to try, do not want to play, do not want to donate energy maximally when in a group/group. So this research using phenomenology approach is used to reveal the personal dimension of the subjective experience involved in PPM, exploring the effect of PPM group in groups on the individual, group impact on task performance, and social loafing attitude on the PPM group. The results illustrate that the tasks of PPM include: to recognize real problems in society, identify and solve them. But the nature of PPM 1 students does awareness of the potential and solution problems that exist in the community. As the group grows, social influence will decrease because the demands of outsiders are divided into many targets. Arousal reduction. The enthusiasm will encourage business in PPM. PPM members who consider their inputs to be less significant in their collective achievements have less effort than those who consider their role as important.Social loafing adalah kecenderungan individu untuk memberikan usaha yang lebih sedikit ketika dalam kelompok dibandingkan jika ketika bekerja sendirian. Social loafing diketahui semakin terjadi seiring dengan bertambahnya ukuran kelompok, jika ditotalkan, hasil yang diperoleh dari kerja kelompok justru lebih rendah dari total hasil pekerjaan secara individual. Beban kerja kelompok yang seharusnya dikerjakan bersama-sama dan menghasilkan kualitas ide dan kuantitas ide yang lebih bagus dan banyak malah kebalikannya. Pengamatan peneliti dalam pra penelitian bahwa banyak praktekpraktek kerja kelompok mulai dari kalangan mahasiswa, dosen, lembaga-lembaga yang memiliki sikap social loafing yakni sikap tidak mau berusaha, tidak mau berperan, tidak mau menyumbangkan tenaganya secara maksimal ketika berada dalam group/kelompok. Maka penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkap dimensi personal pengalaman subjektif yang terlibat dalam PPM, menggali efek kelompok PPM secara berkelompok pada individu, dampak kelompok pada task performance, dan sikap social loafing pada kelompok PPM tersebut. Hasilnya menggambarkan bahwa tugas PPM antara lain: mengenal masalah-masalah riil di masyarakat, mengidentifikasi dan memecahkannya. Tetapi alam PPM 1 mahasiswa melakukan penyadaran akan potensi dan solusi masalah yang ada di masyarakat. Seiring bertambahnya anggota kelompok, pengaruh sosial akan semakin menurun sebab tuntutan pihak luar terbagi pada banyak target. Arousal reduction atau penurunan semangat. Adanya semangat akan mendorong terjadinya usaha dalam PPM. Anggota PPM yang menganggap input yang mereka berikan tidak terlalu signifikan dalam pencapaian kolektif ternyata mengeluarkan usaha yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang menganggap bahwa peran mereka sangat penting.
KAJIAN LITERASI STRATEGI COPING PADA ANAK JALANAN DI JOGJAKARTA Siti Aminah
Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.145 KB) | DOI: 10.24235/empower.v3i2.3514

Abstract

ABSTRAK Ide awal dari tulisan ini adalah menghangatkan kembali data yang pernah saya dapatkan ketika menjadi Mahasiswa Pascasarjana Psikologi UGM. Salah satunya adalah teori tentang penanganan anak jalanan dengan strategi coping. Strategi coping menurut hemat saya lebih dimaknai sebagai solusi bagi diri seseorang dalam menemukan setiap masalah, baik lingkungan maupun dari dirinya sendiri. Sederhanya individu tersebut mampu menyelesaikan, baik dalam waktu yang dekat maupun waktu yang lama. Dalam  tulisan ini, beberapa yang diungkap adalah startegi coping, yakni sebuah strategi yang biasa dan efektif untuk penanganan anak jalanan. Anak jalanan yang dimaksudkan adalah mereka yang mengalami kesulitan khusus dan biasa hidup di jalanan untuk segera ditangani secara cepat. Selain itu, permasalahan yang sering muncul bagi anak jalanan sendiri terkait dengan eksploitasi kekerasan, pekerjaan, seksual, kesehatan, narkoba, dan yang lain. Anak jalanan ini muncul diakibatkan faktor ekonomi keluarga yang tidak cukup untuk biaya sekolah sehingga menuntut untuk membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Ada juga karena diajak temannya dengan meminta-minta di jalanan. Alhasil pekerjaan ini cepat mendapatkan uang dengan tidak terlalu berat untuk dilakukan oleh anak-anak.  Kesimpulan sementara bahwa penanganan anak jalanan yang tumbuh di kota-kota dapat dilakukan dengan strategi coping, yang tidak lain adalah individu berusaha untuk mengelola ketidaksesuaian yang dirasakan antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki dalam situasi yang menimbulkan stress.  Kata Kunci: Coping, Anak Jalanan, Strategi, Literasi ABSTRACTThe early idea of this writing is to warm up the data that I have ever goten when I was a student at Psychology Graduate school of UGM. One of them was a theory of handling street children with coping strategies. Coping strategy in my definition refers as solution for someone in finding every problem both with the environment and even from itself. Simply, their individual is able to solve it, both in the near and long term. This paper reveals coping strategies which means an ordinary and effective strategy for handling street children. Street children here means those who experience special difficulties and are used to living on the streets to be dealt with quickly. Furthermore the problems that often arise for street children related to violence, exploitation, labour exploitation, sexuality, health, drugs, etc. The emergence of this street children is causes by economic factors of their family, which is not enough for school fees so it demands to help the family in meeting the family's living needs. Some of them were invited by his friend so begging on the street. The Results this kind of occupation quickly got a lot of money and not too heavy for children to do. The hypothesis that handling street children, which are growing in the cities could be done by coping strategies which means the individuals strive to manage perceived discrepancies between demands and resources which owned in stressful situations. Keywords: coping, street children, strategy, literation.
Pengaruh Metode Struktur Analitik Sintetik (SAS) Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Kelas I di SD Muhammadiyah Kleco 1 Yogyakarta Siti Aminah; Fitri Yuliawati
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 10, No 1 (2018): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v10i1.126

Abstract

Kemampuan membaca siswa di sekolah tingkat sekolah dasar (SD/ MI) saat ini memiliki kecenderungan yang rendah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, peneliti menemukan permasalahan anak yang mengalami kendala terkait kemampuan membaca permulaan kelas 1 di SD Muhammadiyah Kleco 1 Yogyakarta. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan yakni dengan menggunakan metode SAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh metode SAS terhadap kemampuan membaca permulaan kelas 1 di SD Muhammadiyah Kleco 1 Yogyakarta.Desain penelitian menggunakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas I berjumlah 155 orang, teknik sampel menggunakan Cluster sampling. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes membaca secara lisan. Analisis data yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu uji-t, dan uji normalized gain (N-gain).Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat pengaruh pembelajaran membaca permulaan menggunakan metode SAS (Struktur Analitik Sintetik), hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji t dengan pengambilan keputusan menujukan taraf signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < α = (0,05), yang artinya Ha diterima sehingga terdapat perbedaan antara rata-rata kemampuan membaca permulaan kelas eksperimen dan kontrol. Peningkatan nilai N-gain sebesar 0.83 dengan klasifikasi tinggi. Hal ini membuktikan penggunaan Metode SAS (Struktur Analitik Sintetik) dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan membaca permulaan.
Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Bagi Orang Lansia di Padukuhan Tritis (Studi pada Jama’ah Ngaji Bareng Masjid Ar-Rahman Tritis) Siti Aminah; Ilham Muhammad; Wafirrotullaela Wafirrotullaela; Abdul Thoyib; Akhmad Sanusi; Hanum Hikmatul Hika; Husnul Hotimah; Syaiful Maulana; Nafi`Atul Khasanah; Insan Yudha Pranata; Ariana Pratiwi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v18i2.1844

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari kekurangmampuan masyarakat Padukuhan Tritis terutama Lansia dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ada di Padukuhan Tritis agar dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan aturan bacaan (Tajwid) yang benar. Setelah melakukan pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode belajar; Talqin, ceramah, latuhan pengulangan, dan penugasan, ditemukan beberapa temuan, diantaranya: meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur’an, serta partisipasi lansia dalam belajar membaca Al-Qur’an menjadi lebih kondusif.
Women’s Resilience in Dealing with the COVID-19 Pandemic In the Block D5 of Trimulyo Village of Jetis District of Bantul Regency Siti Aminah
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v7i2.11462

Abstract

AbstractThis paper explores the women’s resilience in dealing with the COVID-19 pandemic in Block D5 of Trimulyo Village of Jetis District of Bantul Regency of Yogyakarta. This study used the qualitative method to prove women's changes from the early days of the COVID-19 pandemic to the new-normal era. The data were collected through an interview process by testing its validity using the triangulation technique. This study results indicated that the initial response of the women in Block D5 admitted that they did not believe in the outbreak because there were no neighbors or close relatives of the respondents whom the COVID-19 had infected. The impact of COVID-19 began to be felt since the implementation of Large-Scale Social Restrictions (PSBB ~Ind.), which impacted the work cycle. The respondents believed that the virus was a creature of God, so there should have been a way out. Some attempts the women in Block D5 made were convincing themselves and daring to open new businesses, always maintaining health protocols, praying diligently, limiting themselves from watching COVID-19 news to calm their heart and mind, and responding to their economic aspect by increasing productivity to recover the family economy.
Implementasi Green Environment Pondok Pesantren Pph Ar Risalah Dan Lintang Songo Yogyakarta Aminah, Siti; Suhud, Moh. Abu
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v9i1.17182

Abstract

This research was motivated by observations in 2021 in two boarding schools, which showed the importance of caring for the environment in boarding schools, which showed the importance of caring for the environment in the context of climate change issues. Data from the Ministry of Environment in 2020 noted that each person produces 2.1 kg of waste per day. Research in 2018 found that every woman in Indonesia throws away around 20 disposable pads per month, which is equivalent to 1.4 billion disposable sanitary napkins per month, which is equivalent to 1.4 billion sanitary napkin waste per year. waste per year. This research aims to explore how to create green awareness in Pondok Pesantren Ar-Risalah Bantul and Lintang Songo Bantul as well as the barriers in its implementation. and the obstacles in its implementation. Using participatory action research (PAR) method, researchers were directly involved in both research locations. The results The results showed that environmental awareness in both boarding schools still vary. Although there are policies and rules, proactive actions are still limited. limited. Both boarding schools have started waste management efforts with their respective potentials: Ar-Risalah has a team of students in charge, while Lintang Songo involves local residents. Key barriers include the need for collaboration, economic development through waste processing, and cooperation with external stakeholders.