Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPIDEMIOLOGI, FAKTOR RISIKO, KONSELING PRA DAN PASCA FRAKTUR DISTAL RADIUS AKIBAT TRAUMA ENERGI RENDAH Ekanova Dharmapala; I Gusti Agung Mirah Puspitayani
Ganesha Medicina Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.192 KB) | DOI: 10.23887/gm.v2i1.47028

Abstract

Fraktur Radius Distal (DRF) merupakan salah satu fraktur yang paling sering terjadi. Epidemiologinya meningkat pada populasi usia tua terutama pada wanita 50 tahun ke atas. DRF terjadi tidak hanya akibat trauma energi tinggi, namun sering kali pada trauma energi rendah, dimana banyak faktor yang berkontribusi terhadap risiko ini, termasuk perubahan struktur pada tulang, peningkatan tingkat aktivitas, dan penyakit tulang metabolik. Osteopenia dan osteoporosis adalah hal yang cukup sering menyebabkan fraktur patologis pada pasien usia lanjut. Kepadatan massa tulang yang mempengaruhi kekuatan tulang tersebut dalam menahan beban yang diberikan. Pasien dengan DRF pada usia lanjut berpotensi mengakibatkan hasil fungsional yang buruk, maka dari itu diperlukan upaya preventif dengan menghindari faktor risiko, terutama faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Pasca kejadian DRF pun masih diperlukan konseling yang intensif kepada pasien karena komplikasi seperti kekakuan tangan yang berkelanjutan, sindrom nyeri regional yang kompleks, malunion, dan keterlambatan kembali bekerja dapat memperpanjang fase rehabilitasi pasca DRF.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Jenis Kelamin Dengan Derajat Keparahan Osteoarthritis Lutut: Kajian Literatur: Relation of Physical Activity and Gender to the Severity of Knee Osteoarthritis: A Literature Review Kuncoro, Bryant Nathanael; Ketut Indra Purnomo; Ekanova Dharmapala
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9667

Abstract

Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi global yang terus meningkat. Jenis kelamin dan aktivitas fisik diketahui sebagai faktor risiko utama, namun interaksinya terhadap derajat keparahan penyakit masih perlu diperjelas. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan jenis kelamin dengan derajat keparahan OA lutut berdasarkan bukti terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review melalui pencarian sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih adalah studi observasional analitik yang dipublikasikan antara tahun 2015–2025 dengan fokus pada korelasi jenis kelamin, aktivitas fisik, dan derajat keparahan OA lutut. Sintesis literatur menunjukkan perempuan, khususnya fase pasca-menopause, memiliki prevalensi dan derajat keparahan Kellgren-Lawrence yang lebih tinggi serta persepsi nyeri yang lebih berat dibandingkan laki-laki akibat faktor hormonal. Aktivitas fisik memiliki peran ganda, intensitas moderat memberikan efek protektif dengan menurunkan risiko penyempitan celah sendi sebesar 34%, sedangkan aktivitas beban berat atau perilaku sedentari justru mempercepat degradasi sendi. Derajat keparahan OA lutut dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi jenis kelamin dan pola aktivitas fisik. Manajemen klinis harus bersifat personal dengan mempertimbangkan aspek gender dan modifikasi aktivitas fisik yang terukur.