Putu Dian Valentina Darmayanti
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peer Tutoring Assisted Guided Inquiry Learning Model on Students’ Knowledge Competency of Mathematics Putu Dian Valentina Darmayanti; I Wayan Wiarta; Ida Bagus Gede Surya Abadi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 4 No 3 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v4i3.25856

Abstract

The low competency of students’ mathematics knowledge was the main problem in this present study. It was due to the lack of effective learning models and the students in the class were still receivers, it made the students became passive. This study aimed to determine the significant influence of peer tutorings assisted guided inquiry learning models on students’ knowledge competencys in mathematics learning for the fifth grade Elementary School. The type of the research was quasi-experimental with a non-equivalent control group design. The population was 329 the fifth-grade students of Elementary School, while the sample was 66 students by using cluster random sampling techniques. The data collection applied multiple-choice test instruments. The analyzed data were normalized score gain from the results of the pretest and post-test using the t polled variance test. The results of tcount = 12,298 for dk = 64 at α = 0.05 so that the obtained ttable = 1.998. Because tcount > ttable, H0 was rejected and Ha was accepted. The average score of the experimental group normalized score was 0.753 more than the average control group was 0.559. It can be concluded that there is a significant influence of peer tutorings assisted guided inquiry learning models on the mathematics competency of the fifth grade Elementary School. The results of this study can be used as reading material to explore similar research objects.
Transformasi Standar Penilaian: Menakar Kesiapan Sekolah Menuju Ekosositem Pendidikan yang Lebih Bermakna Kadek Yuliantari; Putu Dian Handayani; Putu Dian Valentina Darmayanti; Ni Wayan Rati; I Wayan Lasmawan
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6394

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kesiapan sistem sekolah dalam menghadapi transformasi standar penilaian pada implementasi Kurikulum Merdeka. Transformasi ini menandai pergeseran paradigma dari assessment of learning menuju assessment for learning dan assessment as learning, yang menempatkan penilaian bukan sekadar alat pengukuran akhir, melainkan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Tabanan dan Denpasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penilaian di sekolah telah mulai mengakomodasi penggunaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif, namun implementasinya masih bersifat parsial, terutama dalam hal pemberian umpan balik yang berkelanjutan dan terdokumentasi secara sistematis. Secara umum, kesiapan sistem sekolah berada pada kategori cukup siap, ditopang oleh aspek kompetensi guru, manajemen sekolah, budaya organisasi, serta ketersediaan sarana dan prasarana, meskipun antarkomponen tersebut belum terintegrasi secara optimal dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Penelitian juga mengungkap adanya kesenjangan antara kebijakan dan praktik penilaian di lapangan, di mana pendekatan sumatif yang berorientasi pada hasil akhir masih mendominasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi penilaian sangat bergantung pada kesiapan sistem sekolah secara holistik, mencakup penguatan kompetensi guru, pengembangan budaya reflektif, serta dukungan sistem yang konsisten dan berkelanjutan.