Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang integrasi kearifan lokal Mulat Sarira dalam pembelajaran Sejarah yang menyangkut beberapa indicator, antara lain: (1) lembaga, (2) kurikulum, (3) pembelajaran, dan (4) sumber belajar. Jenis kajian merupakan penelitian dekriptif kualitatif dengan metode kepustakaan melalui penelusuran beberapa pustaka ilmiah, seperti dokumen pembelajaran, jurnal publikasi hasil penelitian dan buku referensi yang terkait dengan focus kajian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pada tingkat lembaga kearifan lokal Mulat Sarira diintegrasikan dapat berupa: (a) Pondasi manajemen dan tata ruang, (b) Sebagai konteks dan konten dalam penenaman nilai karakter bangsa, dan (c) dasar evaluasi kualitatif manajemen lembaga; (2) Pada tingkat kurikulum integrasi kearifan lokal Mulat Sarira dapat dimasukkan sebagai muatan lokal yang dapat memperkaya muatan materi dalam mata pelajaran Sejarah dan atau hidden curriculum. Ditinjau dari konten kearifan lokal Mulat Sarira yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum berupa: pengetahuan lokal, teknologi lokal, dan nilai kearifan lokal; (3) pada proses pembelajaran integrasi kearifan lokal dapat dilakukan dengan menggunakan kearifan lokal sebagai konten, konteks, padanan karakter bangsa, dan atau sebagai langkah-langkah dalam proses pembelajaran; (4) Integrasi Kearifan Lokal Mulat Sarira di Bali dalam sumber belajar Sejarah saat ini baru berupa konten/materi dan sebagai langkah/proses pembelajaran.