A.A. Gede Agung
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAK BOLA DENGAN KONSEP QUANTUM LEARNING Rudi Kurniawan; A.A. Gede Agung; I Made Tegeh
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20374

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar PJOK siswa. Hal ini diduga karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang relevan dalam pembelajaran PJOK oleh guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran teknik dasar sepak bola (2) mendeskripsikan validitas produk video pembelajaran teknik dasar sepak bola (3) mengetahui efektivitas media video pembelajaran teknik dasar sepak bola dalam mata pelajaran PJOK. Model pengembangan yang digunakan adalah Hannafin & Peck, dan video pembelajaran ini menggunakan konsep Quantum Learning. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuisioner, dan tes. Data yang didapatkan dari pencatatan dokumen dianalisis secara deskriptif kualitatif, data dari metode kuisioner dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif, sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) rancang bangun video pembelajaran teknik dasar sepak bola dengan model Hannafin & Peck meliputi tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, pengembangan dan implementasi. (2) video Pembelajaran teknik dasar sepak bola yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (92.73%), (b) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan produk berpredikat baik (88.00%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (93.33%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan video pembelajaran berpredikat sangat baik (90,00%), (91,94%) dan (92,05%). (3) efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar PJOK (thitung = 14,628 > ttabel = 1,990 pada taraf signifikansi 5%). Dengan demikian, harga thitung lebih besar dari pada harga ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa sebelum menggunakan video pembelajaran dan sesudah menggunakan video. Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, quantum learning
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 5E DI SD MUTIARA SINGARAJA I Komang Apriadi Gunawan; A.A. Gede Agung; Ketut Pudjawan
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20378

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di kelas V di SD Mutiara Singaraja yaitu rendahnya kualitas pembelajaran IPA. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya media, penerapan siklus belajar EEK (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi) seperti yang diharapkan oleh standar proses belum dilaksanakan dengan baik serta adanya faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun Modul IPA berbasis model learning cycle 5e, (2) mengetahui hasil uji coba pengembangan media Modul IPA berbasis model learning cycle 5e dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media Modul IPA berbasis model learning cycle 5e. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Kualitas modul diukur dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu: (1) metode angket, (2) wawancara, dan (3) tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu: (1) Rancang bangun modul dibuat dalam kerangka modul. kerangka modul ini diwujudkan menjadi modul melalui model pengembangan ADDIE. (2) Kualitas modul berdasarkan penilaian ahli isi yaitu 100% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran, diperoleh persentase 92% dengan kualifikasi sangat baik. Berdasarkan penilaian ahli desain pembelajaran, diperoleh persentase 86.66% dengan kualifikasi baik. Persentase yang diperoleh dari hasil uji perorangan yaitu 90.02% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil diperoleh 88,08% dengan kualifikasi baik. Hasil uji lapangan diperoleh 88.53% dengan kualifikasi baik. (3) Efektivitas modul yang dikembangkan diperoleh thitung =53,44, lebih besar dari ttabel yaitu 1,980. Dengan demikian, modul IPA efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Kata kunci: pengembangan, modul, learning cycle 5e.