Sayidiman Suryohadiprojo
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Indonesia – Amerika yang Tidak Mudah Suryohadiprojo, Sayidiman
Indonesian Journal of International Law
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7090.723 KB)

Abstract

In this era of Globalization relation among states have become much more important than before. No nation can afford to isolate itself without harming its national interests. Among the relations of Indonesia with many nations in the world, relation with the US definitely belongs to the most important ones, many factors are bringing about this necessity, in particular geostrategic factors. However, Indonesia-US relations have never been an easy matter, ever since the proclamation of the Republic Indonesia in 1945. The US wants to influence developments in Indonesia, aiming to bring it on its side. Indonesia-US relations imporved in 1965 when Indonesia defeated a communist coup and terminated the existence of the Indonesian Communist Party PKI which was the largest communist party in the world putside the communist bloc. Closer relations between Indonesia and the US started to flourish, enabling Indonesia to start economic developments, although without leaving its non-alignment policy. An important development affected Indonesia-US relations when the US on September 11, 2001 had experience a terrorist attack on the World Trade Center in New York and the Pentagon by a Muslim group calling itself Al Qaeda under the leadership of Osama bin Laden. Improvement of Indonesia-US relations very much depends on the establishment of an effective and stable governent in Indonesia, which is able to end confusion, instability and disorder, and demonstrate good governance to improve the national economy, social and political stability.
Integrasi Bangsa Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3471.837 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22058

Abstract

Sejak ada reformasi di Indonesia telah mencuat berbagai persoalan yang bersangkutan dengan disintegrasi bangsa. Sebenarnya disintegrasi bangsa bukan ditimbulkan oleh reformasi sebab jauh sebelumnya sudah ada indikasinya. Akan tetapi setelah ada reformasi ada kesempatan bagi mereka yang bermaksud menimbulkan disintegrasi bangsa untuk menunjukkan pendiriannya dan aktivitasnya secara terbuka.Melihat bahaya yang ditimbulkan disintegrasi kepada kelangsungan hidup negara Republik Indonesia, maka perlu ada usaha yang kuat dan terarah dari semua pihak yang mencintai negara ini, untuk mengatasinya. Atau dengan perkataan lain, perlu ada gerakan untuk menciptakan kembali integrasi bangsa. Gerakan itu tentu harus dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia, baik yang di pusat maupun di daerah. Akan tetapi tidak cukup hanya merupakan ge-rakan pemerintah. Harus pula diusahakan agar semua pencinta Republik. Indonesia ikut serta dalam gerakan itu, sehingga gerakan itu mempunyai kekuatan nyata seperti ketika rakyat Indonesia melakukan pergerakan dan perjuangan nasional untuk memperoleh kemerdekaan.
Kemampuan Menghadapi Tantangan Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22112

Abstract

Tidak ada bangsa yang tidak menghadapi ancaman dan tantangan. Semakin besar peran bangsa itu dalam percaturan internasional, semakin ban yak ancaman dan tantangan yang harus dihadapi, terlebih lagi dalam era globalisasi dewasa ini.Indonesia sebagai bangsa yang dikaruniai faktor-faktor obyektif untuk memungkinkannya berperan besar dalam percaturan in ternasional pun menghadapi berhagai ancaman dan tantangan. Kemampuan kita menghadapi dan mengatasi semua ancaman dan tan tangan secara efektif akan menentu-kan keadaan dan masa depan bangsa kita serta hubungannya dengan bangsa lain di dunia.Karena luasnya masalah ancaman dan tantangan yang dihadapi Indonesia, nzaka tulisan ini menitikberatkan pada masalah tantangan yang dihadapi bangsa.
Indonesia Dalam Dinamika Internasional Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22125

Abstract

Kondisi dunia dalam abad ke 21 amat dinamis dan makin sukar diprediksi perkembangannya. Hal itu disebabkan oleh perilaku manusia yang makin dipengaruhi oleh materialisme dan perkembangan teknologi. Orang di mana-mana ingin membuat kehidupan yang paling baik bagi dirinya, keluar-ganya dan kelompoknya, khususnya dalam kesejahteraan lahirnya. Untuk itu ia sanggup melakukan banyak hal; ma- kin kuat orang itu dalam karakternya, mentalnya, kondisi intelektualnya, fisiknya, makin banyak hal yang ia dapat perbuat. Dalam hal ini ia makin dibantu oleh keadaan lingkungannya; makin berkembang lingkungannya dan makin mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, makin banyak bantuan yang ia dapat peroleh untuk melakukan kehendaknya. Ini dapat bersifat hal yang oleh moralitas dinilai baik, tetapi juga dapat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan moralitas yang berlaku.
Perkembangan Asia Timur Penuh Tantangan Bagi Indonesia Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22341

Abstract

Selama satu minggu saya sem­pat berada di China bagian Se­latan, khususnya di kota-kota Macau, Shenzhen dan Hong­kong. Ini bagi saya bukan kun­jungan pertama ke kota-kota itu. Yang bagi saya amat menimbul­kan kesan yang kuat adalah apa yang saya lihat di Shenzhen. Macau dari dulu adalah kota judi yang dikuasai Portugal, se­dangkan Hongkong kota dagang yang dikuasai Inggris, sebelum kembali bergabung dengan Chi­na. Dua kota itu tetap menunjuk­kan kegiatan yang dikenal sebe­lumnya, hanya sekarang sudah kembali dalam kekuasaan China. Sekalipun masih dalam status one nation two systems, yaitu secara kedaulatan masuk negara Re­publik Rakyat China, tetapi ma­sih melanjutkan system pemerin­tahan yang mereka alami dalam kekuasaan penjajah Inggris dan Portugal. Satu saat tentu juga ini berakhir dan Hongkong serta
Sumbangan Pikiran Tentang Rencana Pemba Ngunan Jangka Panjang Nasional 2005 - 2025 Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22978

Abstract

Dalam Perencanaan Strategis fungsi Rencana Pemba­ngunan Jangka Panjang (RPJP) adalah niemberikan gam­baran ten tang hal-hal yang ingin dicapai dalam zvaktu 20 tahun mendatang yang bersifat pedonian hagi pernbuatan Rencana Jangka Menengah. Gantharan setelah memperoleh persetujuan mengantarkan pembuatan program-program sebagai Rencana Jangka Menengah. Program-program Uzi kemudian diterjenialikan dalam tindakan dan kegiatan sebagai Rencana Talzunan yang sekaligus enunjukkan harp (cost) setiap tindakan itu.Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah RPJP untuk pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Berhubung dengan itu uraian ini menunjukkan gambaran UMUM yang ingin dituju serta kecenderungan yang akan dihadapi negara dan bangsa dalani masa 20 tahun mendatang.
Pertahanan Militer Indonesia Masa Depan Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23272

Abstract

Pertahanan Militer Indonesia sebagai bagian dari usaha menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia serta menjamin kelangsungan hidupnya merupakan usaha penting untuk mewujdukan Ketahanan Nasional. Uraian ini berusaha memberikan gambaran tentang Pertahanan Militer Indone­sia di masa depan sesuai dengan perkembangan umat manusia dan bangsa Indonesia.