Yudha Sukowati
Akademi Farmasi IKIFA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Profil Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Kecamatan Pulogadung Yudha Sukowati; Dian Ratih Laksmitawati; Yusi Anggraini; Mita Restina
Majalah Farmaseutik Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v17i1.55194

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah resmi dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pada Bulan Januari 2014. Perubahan yang mendasar adalah masalah pembiayaan. Sebelum JKN menggunakan metode Free For Service (FFS), sesudah JKN menggunakan metode Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs). Salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan komprehensif dan terjadinya peningkatan jumlah pasien salah satunya adalah Hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penerapan  metode Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs)  pada program JKN terhadap profil pemenuhan obat pada pasien kronis hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain longitudinal time series dengan alur penelitian data dilakukan secara retrospektif sebelum dan sesuah JKN dengan kriteria inklusi adalah pasien ASKES hipertensi yang merupakan pasien rutin dan melakukan rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Pulogadung selama periode Januari 2013 – Desember 2015. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan sampel sebanyak 82 pasien. Data diambil berasal dari rekam medis, Laporan Permakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO), kartu stok, buku permintaan dan penerimaan obat, serta resep pasien hipertensi tahun 2013, 2014 dan 2015.  Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji asosiatif hubungan kausal (sebab akibat) untuk melihat seberapa besar pengaruh penerapan untuk metode Indonesian Case Base Groups (INA-CBGs)  pada program JKN terhadap profil pemenuhan obat pada pasien kronis hipertensi dibandingkan dengan metode Free For Service (FFS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pasien hipertensi pada profil pengobatan menunjukkan tidak terdapat perbedaan sebelum dan sesudah JKN pada jumlah obat yang diterima oleh pasien, obat generik, kesesuaian dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) dan Formularium Nasional (FORNAS).
Identifikasi Hidrokuinon dalam Krim Pencerah Kulit di Pasar Perumnas Klender Jakarta Timur dengan Metode Reaksi Warna, Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis Indri Astuti H; Yudha Sukowati; Hanifah Ihdal
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.1 No.1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krim pencerah kulit adalah kosmetika dalam bentuk sediaan krim yang mengandungbahan aktif yang penggunaannya bertujuan untuk mencerahkan kulit. Hidrokuinon sebagai salahsatu bahan yang sering digunakan untuk mencerahkan kulit, namun hidrokuinon dilarangdigunakan dalam kosmetika pencerah kulit karena dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadimerah dan rasa terbakar juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kanker darah dan kankersel hati. Dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan hidrokuinon untuk membuktikan adatidaknya kandungan hidrokuinon dalam berbagai merek krim pencerah kulit yang beredar di PasarPerumnas Klender Jakarta Timur. Sampel krim pencerah kulit yang diteliti adalah sampel 1,sampel 2, sampel 3, sampel 4 dan sampel 5. Kandungan hidrokuinon diamati menggunakanmetode reaksi warna dan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada kelima sampel tidak teridentifikasi mengandung hidrokuinon. Dengan tidakteridentifikasinya hidrokuinon dengan metode reaksi warna dan KLT maka penelitian tidakdilanjutkan dengan spektrofotometri UV-Vis, karena dengan kedua metode tersebut sudah dapatdipastikan bahwa kelima sampel krim pencerah kulit tersebut tidak mengandung hidrokuinon.