Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA

PEMANFAATAN BONGGOL JAGUNG SEBAGAI BIOETANOL Suseno, Hadi Prasetyo
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 12 No 1 Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian corn production data in 2018 reached 30 million tons, and generally, corncobs have not been utilized. This research is processing corncobs into bioethanol as an effort to exploit the potential of abundant corncobs. The process is carried out in 3 stages, namely hydrolysis with acid (H2SO4 0.5N), fermentation with bread yeast (fermipan), and distillation at 1000C. The study conducted in a three-neck flask equipped with heating, stirring, and turning cooling. The research material used was 40 grams of corncobs powder, H2SO4 0.5N as much as 300 ml, yeast 3 grams, and urea 0.1 gram. The hydrolysis process was carried out using 40gr of corncobs powder, and 0.5N H2SO4 with a volume of 300 ml. Stirring is carried out at 140 rpm rotation with varying time and temperature. Next, the fermentation process is carried out by adding as much as 3 grams of yeast and 0.1 grams of urea. The fermentation process takes 3 days. The distillation process is carried out at a temperature of 1000C with a long time for 2-3 hours. Based on our research, it knows that the time and temperature of hydrolysis affect the ethanol content produced. Optimal addition of yeast at 0.4271% ethanol content is weighing 3 grams. The optimal fermentation time for ethanol content 0.66447% is at the time of fermentation of 3 days.
PEMANFAATAN SISA HASIL POTONGAN KAYU MAHONI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DENGAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Suseno, Hadi Prasetyo; Sukmawati, Paramita Dwi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran serbuk arang dan jumlah perekat yang optimal berdasarkan pengamatan kadar air, kadar abu, dan nilai kalor pada briket bioarang. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan baku mutu briket sesuai SNI 01-6235-2000 tentang briket kayu, kadar air maksimal 8% b/b, kadar abu 8% b/b, dan nilai kalor minimal 5000 Kal/g. Sampling kayu diambil di Kecamatan Pecangan Kulon RT 04 RW 03 Kabupaten Jepara, diambil dari kumpulan sisa proses penggergajian kayu mahoni. Sampling dilakukan pada bulan Agustus 2018. Proses pengovenan dilakukan untuk menurunkan kadar air pada sisa hasil potongan kayu mahoni dengan suhu 600 selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan proses pirolisis agar sisa hasil potongan kayu mahoni menjadi serbuk arang dengan suhu ± 300 °C. Serbuk arang divariasikan dengan ukuran 10, 20, 30, 40, dan 50 mesh dan dicampur perekat masing-masing 6%. Setelah hasil optimal didapatkan, divariasikan kembali dengan jumlah perekat 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pengamatan vairiasi ukuran serbuk arang menunjukan hasil yang optimal pada ukuran 20 mesh, dengan kadar air 5,96%, kadar abu 3,27%, dan nilai kalor 6196,38 Kal/g. Variabel variasi perekat menunjukan hasil yang optimal pada jumlah perekat 2% dengan hasil kadar air 5,78%, kadar abu 2,66%, dan nilai kalor 6.282,24 Kal/g. Secara keseluruhan kualitas briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni memiliki kadar air, kadar abu, dan nilai kalor cukup baik, sehingga briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS JERAPAN Pb DALAM PARTIKULAT OLEH POHON TANJUNG (Mimusops elengi) DAN POHON BUNGUR (Lagerstroemia) (STUDI KASUS DI JALAN TIMOHO YOGYAKARTA) Sunarsih, Sri; Suseno, Hadi Prasetyo; Fajri, Muhammad Aulia
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3258

Abstract

The ability of plants to absorb metallic pollutants varies. The research has been conducted to compare the effectiveness of Tanjung (Mimusops elengi) and Bungur (Lagerstroemia) plants in absorbing Pb metal in particulate matter. The effect of location and leaf height on the effectiveness of pollutant uptake was also observed. Sampling was carried out in July 2020-September 2020 by taking leaves that were not too dark or light in color. Leaves taken at heights 3, 6, and 9 m on Timoho side Street. The particulate and leaf samples were digested and then analyzed their Pb levels using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that the Tanjung plants with denser leaves captured more particulate deposits than the Bungur plants. This plant is also more effective at absorbing and accumulating Pb metal, which is indicated by the ratio of Pb metal in the leaves to Pb in particulates which is higher than the Bungur plant. These results were consistent for each sampling period, at each location and each crown height.
SISTEM JARINGAN PERPIPAAN AIR LIMBAH INDUSTRI KERUPUK KULIT SECARA KOMUNAL (STUDI KASUS PADA SENTRA INDUSTRI KERUPUK KULIT DUSUN CEGOKAN, DESA WONOLELO, KECAMATAN PLERET, KABUPATEN BANTUL) Hastutiningrum, Sri; Suseno, Hadi Prasetyo; Ramadhan Topo, Rahmat
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3611

Abstract

Dusun Cegokan, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul terdapat 11 industri kerupuk kulit (krecek) rumahan yang melakukan produksi hampir setiap hari dengan menghabiskan bahan baku berupa kulit kerbau maupun sapi sebanyak ± 2 kwintal/hari, dan menghasilkan limbah rata-rata sebesar 16,438 m3/hari. Air limbah yang dihasilkan dibuang ke sungai tanpa dilakukan proses pengolahan air limbah. Beberapa industri belum mempunyai sistem perpipaan untuk menyalurkan limbah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah perencanaan Sistem Perpipaan Air Limbah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tahap perencanaan sistem perpipaan air limbah meliputi perencanaan sistem perpipaan, pengambilan data kondisi topografi, perhitungan diameter pipa, perhitungan dimensi bak kontrol, merancang gambar peta wilayah, lokasi industri, jalur pipa, serta menghitung rencana anggaran biaya yang diperlukan. Sistem perpipaan air limbah direncanakan secara gravitasi. Jenis pipa direncanakan pipa PVC tipe AW dengan diameter pipa sambungan 2,5 inci, pipa utama berdiameter 3 inci dengan panjang pipa utama 867 m. Bak kontrol direncanakan berbentuk persegi berjumlah 7 unit bak dengan dimensi meliputi: Bak kontrol untuk 1 industri berjumlah 5 unit (panjang = 0,4 m, lebar = 0,4 m, tinggi = 0,4 m). Bak untuk 2 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,48 m, lebar = 0,48 m, tinggi = 0,48 m). Bak kontrol untuk 4 industri berjumlah 1 unit (panjang = 0,6 m, lebar = 0,6 m, tinggi = 0,6 m).
STUDI EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KAMPUS I INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA DALAM UPAYA MENDUKUNG KAMPUS BERWAWASAN LINGKUNGAN Purnawan, Purnawan; Suseno, Hadi Prasetyo; Charlie, Demetrius
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 2 Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i2.3797

Abstract

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih pada suatu gedung maka sistem plambing penyediaan air bersih merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan agar distribusi air bersih ke seluruh bagian yang memerlukan dapat terpenuhi dengan debit dan tekanan yang sesuai. Dengan perkembangan fungsi dan kebutuhan maka terjadi pengembangan gedung tanpa dilakukan analisis kesesuaian sistem penyaluran air bersih sehingga akan mengakibatkan sistem penyediaan air bersih menjadi kurang efisien dan efektif dan berdampak pada biaya operasional yang tinggi. Sistem plambing penyediaan air bersih pada gedung meliputi sistem penyediaan air bersih, instalasi air bersih, analisa perhitungan kebutuhan air bersih yang meliputi mengetahui perkiraan jumlah penghuni, mengetahui pemakaian air bersih dalam sehari, dan mengetahui berapa pemakaian air bersih berdasarkan jenis dan jumlah alat plambing, analisa perhitungan perencanaan pipa air bersih yang meliputi mengetahui dimensi pipa air bersih dari ground water tank ke roof tank, dengan menggunakan sumber air tanah maupun PDAM. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil jumlah Unit Beban Alat Plambing di kampus 1 IST AKPRIND berjumlah 332 buah dengan debit pemakaian jam puncak sebesar 440 L/menit, pompa suplay dengan sumber air tanah menggunakan pompa sumur dalam, merk Sanyo Model PD-WH200 B, daya 200 watt, daya hisap 27 m, tinggi aliran maks 50 m, pipa 1 ¼ inch, debit 27 liter/menit sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan debit jam puncak. Untuk dapat memenuhi kebutuhan di suplai dari sumber PDAM dengan biaya rata-rata Rp 2.071.000,- per bulan. Untuk effisiensi biaya operasional dapat dilakukan dengan penggantian pompa air tanah yang sesuai dan menghentikan suplai air bersih dari PDAM, alternatif pompa yang dapat dipergunakan : pompa sentrifugal merk Shouwfou Type SPM 232 L dengan spesifikasi Daya 1,5 KW, 2 HP, 1 Phase, 220 V, Diameter pipa suplay 1,5 Inch, Max head 46 m, Debit 220 L/menit.
SISTEM TELEMETRI TINGKAT KONSENTRASI GAS CO2 SEBAGAI PENANGANAN DAMPAK GLOBAL WARMING BERBASIS MIKROKONROLER DENGAN INFORMASI SMS GATEWAY Hadi Prasetyo Suseno; Muhammad Andang Novianta; Catur Iswahyudi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 1 Agustus 2017
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v10i1.89

Abstract

The average temperature of global warming on the earth's surface today has increased by 0.74 ± 0:18°C, the increase was due to the increase in the average temperature of the atmosphere, ocean and land earth. Emissions of the most influential on the quality of the air is carbon emissions, especially carbon dioxide (CO2). The CO2 contributes to global warming is 50%. The CO2 gases absorb and reflect radiation emitted waves of the earth, so that the heat will be stored on the surface of the earth. This study aimed to design a data logger system monitoring the level of concentration of CO2 using the oxygen sensor (OOM202), carbon dioxide sensor (MG81), as well as temperature and humidity sensors (DHT22) with microcontroller-based SMS gateway information. The study tested are simulated in the laboratory with electronic testing and testing communication systems. The test results showed good performance with the prototype, the results of monitoring CO2 emissions seen huge levels of carbon dioxide (ppm) is proportional to the output voltage (Vout) is generated. The greater the concentration levels of gas detected by the sensor, the output voltage generated will be greater, than that difference or distinction ADC output between the measured and calculated because of several errors, such as error output ADC ± 2 bits, error rounding conversion of ADC to volt. The measurement results are different, in the closed and open area refers to the measurement parameters are displayed on an alphanumeric display. Measuring system can transmit data via SMS information system with an average response time of less than 1 minute, it depends on the quality of the signal and traffic data from a provider by the user.