Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK (GREY WATER) DI UPT RUSUNAWA GRAHA BINA HARAPAN, KOTA YOGYAKARTA, DIY Purnawan, Purnawan; Sukmawati, Paramita Dwi; Puspita, Yerrsy Cherya
Jurnal Teknologi Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPT Rusunawa Graha Bina Harapan, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, DIY terdapat 207 orang / 68 KK yang terdiri dari 2 blok bangunan Rusunawa, yang setiap hari menghasilkan air limbah domestik (grey water) rata-rata 19,63 m3/hari. Hasil uji terhadap parameter yang disyaratkan dalam baku mutu yaitu BOD, COD, TTS, TDS, Minyak & lemak, coliform, detergen dan pH, menunjukkan nilai yang masih diatas standar baku mutu (kecuali TDS, detergen, dan pH), sedangkan air limbah yang dihasilkan dibuang langsung kesungai tanpa adanya proses pengolahan air limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tahap perencanaan IPAL meliputi merencanakan sistem pengolahan air limbah, menghitung dimensi masing-masing unit IPAL, merancang gambar masing-masing unit, serta menghitung rencana anggaran biaya yang diperlukan. Pengolahan air limbah pada IPAL yang direncanakan menggunakan sistem semi kontinyu. Unit yang direncanakan pada IPAL adalah grease trap, flotasi, ekualisasi, biofilter aerob, sedimentasi, drying bed, disinfeksi
PEMANFAATAN SISA HASIL POTONGAN KAYU MAHONI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET BIOARANG DENGAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA Suseno, Hadi Prasetyo; Sukmawati, Paramita Dwi
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran serbuk arang dan jumlah perekat yang optimal berdasarkan pengamatan kadar air, kadar abu, dan nilai kalor pada briket bioarang. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan baku mutu briket sesuai SNI 01-6235-2000 tentang briket kayu, kadar air maksimal 8% b/b, kadar abu 8% b/b, dan nilai kalor minimal 5000 Kal/g. Sampling kayu diambil di Kecamatan Pecangan Kulon RT 04 RW 03 Kabupaten Jepara, diambil dari kumpulan sisa proses penggergajian kayu mahoni. Sampling dilakukan pada bulan Agustus 2018. Proses pengovenan dilakukan untuk menurunkan kadar air pada sisa hasil potongan kayu mahoni dengan suhu 600 selama 15-20 menit dan dilanjutkan dengan proses pirolisis agar sisa hasil potongan kayu mahoni menjadi serbuk arang dengan suhu ± 300 °C. Serbuk arang divariasikan dengan ukuran 10, 20, 30, 40, dan 50 mesh dan dicampur perekat masing-masing 6%. Setelah hasil optimal didapatkan, divariasikan kembali dengan jumlah perekat 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Pengamatan vairiasi ukuran serbuk arang menunjukan hasil yang optimal pada ukuran 20 mesh, dengan kadar air 5,96%, kadar abu 3,27%, dan nilai kalor 6196,38 Kal/g. Variabel variasi perekat menunjukan hasil yang optimal pada jumlah perekat 2% dengan hasil kadar air 5,78%, kadar abu 2,66%, dan nilai kalor 6.282,24 Kal/g. Secara keseluruhan kualitas briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni memiliki kadar air, kadar abu, dan nilai kalor cukup baik, sehingga briket bioarang sisa hasil potongan kayu mahoni dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.
AUDIT ENERGI DAN ANALISIS PELUANG PENGHEMATAN ENERGI PADA RUANG KULIAH KAMPUS I IST AKPRIND YOGYAKARTA DALAM UPAYA MENUJU KAMPUS BERWAWASAN LINGKUNGAN Sukmawati, Paramita Dwi; -, Purnawan
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 13 No 2 Februari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrical energy is one of the most important human needs and cannot be released from daily needs. Almost all human work requires electrical energy, the use of electrical energy is usually more widely used in large buildings such as office buildings, factories, hotels, and also includes universities that use large-capacity electrical energy. However, the source of energy for electricity generation is conventional energy sources derived from petroleum and coal which if used in excess will be able to endanger and damage the surrounding environment. Steam Power Plant (PLTU), as the largest electricity supplier that has produced electricity through coal burning, contributes to the phenomenon of global warming. In addition, it can also cause depletion of oil and coal reserves due to the non-renewable nature of oil and coal. So, indirectly our consumptive nature of electricity increases the supply of electricity and in the process of producing electricity can damage the environment. Because it has to do with saving electrical energy from households to industries. One method that is often used to make efficient use of electrical energy is the Energy Conservation method. Energy Conservation is an increase in energy efficiency that is used or commonly called the energy saving process, in this method there is an Energy Audit. The energy audit in this study was conducted in the Lecture Room of Campus I IST AKPRIND Yogyakarta in an effort to go to an environmentally friendly campus. The Value of Energy Consumption Intensity (IKE) in the lecture room at Campus I of IST AKPRIND Yogyakarta is very efficient. But for the value of intensity of the lighting in all of the classes do not meet the value of the average lighting levels based on SNI 03-6197-2000, so the lecture room comfort level has not been reached. For this reason, it is necessary to add lighting in the lecture room at Campus I of IST AKPRIND Yogyakarta.
PENGGUNAAN SIG UNTUK OPTIMASI POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DARI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) KE TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) Pratiwi, Yuli; Dwi Sukmawati, Paramita; Ramdhan Andriana, Dede
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3617

Abstract

Transportasi sampah bertujuan membawa sampah dari lokasi pemindahan atau dari sumber sampah secara langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui sebaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada 5Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Karawang, 2)mengetahui jalur eksisting pengangkutan sampah di Kabupaten Karawang dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), 3)menganalisis dan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi rute pengangkutan sampah yang ada saat ini di Kabupaten Karawang dan 4)menghitung tingkat kebutuhan kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan di Kabupaten Karawang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur dan Klari di Kabupaten Karawang pada bulan Januari – Februari 2020. Untuk melakukan optimasi pola pengumpulan dan pengangkutan sampah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Network Analyst. Metode ini menentukan rute yang optimal sehingga dapat efektif dan efisien dalam sistem pengangkutan sampah. Data yang digunakan adalah lokasi poll, TPS dan TPA, jumlah TPS, waktu dan jarak perjalanan yang ditempuh, rute angkutan eksisting, jarak antara pool dengan TPS-TPS dan jarak antara TPS-TPA, jumlah kendaraan. Garbage transportation vehicles needed as many as 128 units which means that additional vehicles need as many as 90 units. Hasil penelitian pada 5 Kecamatan di Kabupaten Karawang kendaraan pengangkutansampah yang beroperasi sebanyak 38 unit dan 111 TPS. Jalur eksisting pengangkutan sampah, rata-rata jaraknya 91,08 km dan waktu tempuh 3,63 jam sedangkan jalur pengangkutan sampah yang sudah dianalisis didapatkan jarak rata-rata 43,94 km dan waktu tempuh 2,32 jam. Jadi mempunyai selisih jarak 53,94 km dan waktu tempuh 1,31 jam pada 38 pengangkutan sampah. Estimasi timbulan sampah yang dihasilkan 1.532,234 m3/hari. Pada saat ini jumlah kendaraan yang terdapat di pool sebanyak 38 unit. Kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan sebanyak 128 unit yang artinya perlu tambahan kendaraan sebanyak 90 unit. Biayakonsumsi bahan bakar kendaraan pada rute eksisting sebesar Rp. 4.133.735 per hari sedangkan sesudah dilakukan analisis menjadi Rp. 2.633.879 per hari, jadi penurunan sebanyak Rp. 1.479.856 per hari berarti bisa menghemat biaya operasional pengangkutansampah.
PENGGUNAAN SIG UNTUK OPTIMASI POLA PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH DARI TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) KE TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) Pratiwi, Yuli; Dwi Sukmawati, Paramita; Ramdhan Andriana, Dede
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 14 No 1 Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v14i1.3617

Abstract

Transportasi sampah bertujuan membawa sampah dari lokasi pemindahan atau dari sumber sampah secara langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui sebaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada 5Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Karawang, 2)mengetahui jalur eksisting pengangkutan sampah di Kabupaten Karawang dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), 3)menganalisis dan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi rute pengangkutan sampah yang ada saat ini di Kabupaten Karawang dan 4)menghitung tingkat kebutuhan kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan di Kabupaten Karawang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur dan Klari di Kabupaten Karawang pada bulan Januari – Februari 2020. Untuk melakukan optimasi pola pengumpulan dan pengangkutan sampah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode Network Analyst. Metode ini menentukan rute yang optimal sehingga dapat efektif dan efisien dalam sistem pengangkutan sampah. Data yang digunakan adalah lokasi poll, TPS dan TPA, jumlah TPS, waktu dan jarak perjalanan yang ditempuh, rute angkutan eksisting, jarak antara pool dengan TPS-TPS dan jarak antara TPS-TPA, jumlah kendaraan. Garbage transportation vehicles needed as many as 128 units which means that additional vehicles need as many as 90 units. Hasil penelitian pada 5 Kecamatan di Kabupaten Karawang kendaraan pengangkutansampah yang beroperasi sebanyak 38 unit dan 111 TPS. Jalur eksisting pengangkutan sampah, rata-rata jaraknya 91,08 km dan waktu tempuh 3,63 jam sedangkan jalur pengangkutan sampah yang sudah dianalisis didapatkan jarak rata-rata 43,94 km dan waktu tempuh 2,32 jam. Jadi mempunyai selisih jarak 53,94 km dan waktu tempuh 1,31 jam pada 38 pengangkutan sampah. Estimasi timbulan sampah yang dihasilkan 1.532,234 m3/hari. Pada saat ini jumlah kendaraan yang terdapat di pool sebanyak 38 unit. Kendaraan pengangkutan sampah yang dibutuhkan sebanyak 128 unit yang artinya perlu tambahan kendaraan sebanyak 90 unit. Biayakonsumsi bahan bakar kendaraan pada rute eksisting sebesar Rp. 4.133.735 per hari sedangkan sesudah dilakukan analisis menjadi Rp. 2.633.879 per hari, jadi penurunan sebanyak Rp. 1.479.856 per hari berarti bisa menghemat biaya operasional pengangkutansampah.
Optimasi Pembuatan Plastik Biodegradable dari Pati Kulit Singkong dengan Penambahan Asam Sitrat Sebagai Crosslinking Agent Dewi Wahyuningtyas; Paramita Dwi Sukmawati; Nur Muthia Al Fitria
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2019: PROSIDING SNTKK 2019
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimization Of Used Cooking Oil Into Biodiesel With Sulfated Zirconia Zeolit Catalyst Paramita Dwi Sukmawati
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia "Kejuangan" 2016: Prosiding SNTKK 2016
Publisher : Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used cooking oil is oil that come from oil frying foodstuffs.  The difference of used cooking oil with new vegetable oil lies in the composition of new saturated fatty acids and unsaturated. Used cooking oil has saturated fatty acid that is greater than new vegetable oil. As a result Used cooking oil is very dangerous when consumed and when discharged into the environment and will pollute the around environment. Therefore Used cooking oil is suitable to be used for biodiesel feedstock. Utilization of Used cooking oil as raw material for biodiesel is one of the ways to reduce waste that produce economic value and creating an alternative fuel for diesel fuel substitute. Used cooking oil can be processed into biodiesel by transesterification with methanol using zeolite sulfated zirconia catalyst. Used cooking oil containing free fatty acids of 1,64% and a density of 0,911 g / ml Transesterification of Used cooking oil with sulfated zirconia zeolit catalyst was conducted in a batch reactor with maximum volume of 1000 mL equipped with a heater, thermometer, stirrer, and tap of the sample taker. Variables which were studied in this research include the ratio of methanol to oil (1:4, 1:6, 1:9, 1:12), reaction temperature (100OC, 110OC, 120OC ), and concentration of catalyst (0,5%, 1%, 2%).  Condition process that was optimum was achieved at the ratio of oil to methanol 1:6, 2% catalyst concentration, reaction temperature of 120oC,  and reaction time for 120 minutes with a conversion of 71.62%.
PERANCANGAN ALAT PENGOLAHAN SISTEM ANAEROB UP FLOW FILTER UNTUK ANALISIS LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Hadi Prasetyo Suseno; Paramita Dwi Sukmawati
PROSIDING SNAST Prosiding SNAST 2018
Publisher : IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to design an Anaerobic Up Flow Filter system processing tool. This tool is used to analyze the liquid waste of tofu industry which is used to determine differences in levels of BOD, COD, and SS before and after processing. This tool is also used to determine the effect of variations in processing debit and processing capability of the Anaerobic Up Flow Filter system on decreasing levels of BOD, COD, and SS according to applicable quality standards. The collection of tofu wastewater used the method for a moment in dry season. Verification of processing results is carried out at Environmental Engineering Laboratory of IST AKPRIND Yogyakarta. BOD levels after processing on all filter media were still above the quality standard threshold according to DIY Governor Decree No. 281 / KPTS / 1998. While the levels of COD and SS in activated charcoal filter media are still above the quality standard threshold according to DIY Governor Decree No. 281 / KPTS / 1998. The design of this tool produced a significant difference, namely the effect of discharge variation on Anaerobic Up Flow Filter processing are BOD 90.13%, COD 95.81% and SS 88.53%. The filtered sand and gravel media results result in meeting the quality standards, but for filter media the activated charcoal has not met quality standards.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui 3R Dalam Upaya Pengurangan Jumlah Timbulan Sampah Paramita Dwi Sukmawati
J.Abdimas: Community Health Vol 2 No 1 (2021): J.Abdimas: Community Health - Mei 2021
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v2n1.p11-15.2021

Abstract

Waste management that is currently being carried out is still limited to collecting, transporting and disposing of waste without any efforts to reduce the amount of waste generated. The impact is that the amount of waste generation increases and only ends up in the final waste processing site (Landfill), thus affecting the health of the environment around the landfill site. For this reason, it is necessary to reduce the amount of waste generated, by means of community-based waste management through 3R (Reduse, Reuse and Recycle). The purpose of this activity is to disseminate information on how to manage community-based waste through 3R so that teachers, employees and students of SMK Negeri 6 Yogyakarta can play an active role in waste management. The method of implementing the activity uses the lecture and discussion method. The results of this activity are still short-term results, that is by looking at the enthusiasm of the participants during the question and answer time and discussion. Therefore the results of this activity still require follow-up activities that is mentoring activity waste management, so that SMK Negeri 6 Yogyakarta can implement community-based waste management through 3R.
Persebaran Salinitas Air Tanah Di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati Muchlis Muchlis; Paramita Dwi Sukmawati; Arie Noor Rakhman; Thomas Budi Antoni
Jurnal Teknologi Vol 14 No 1 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v14i1.1384

Abstract

Daerah sekitar pesisir Kecamatan Dukuhseti didominasi oleh kawasan pemukiman dan lahan tambak. Banyaknya penggunaan lahan tambak berpotensi menyebabkan tingginya salinitas air tanah di Kecamtan Dukuhseti, karena lahan tambak menggunakan air asin sehingga sangat mudah merembes ke dalam tanah baik melalui atas permukaan ataupun bawah permukaan tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat dan sebaran salinitas air tanah di Kecamatan Dukuhseti. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan klasifikasi salinitas Goetz, dan klasifikasi zona konservasi air tanah Departemen Energi Sumber Daya Mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas air sumur di wilayah Kecamatan Dukuhseti memiliki nilai 0 mg/l sampai dengan 15.000 mg/l. Salinitas yang terdeteksi masih dalam katagori tawar-payau. Berdasarkan zona konservasi air tanah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral air tanah di Kecamatan Dukuhseti masuk kedalam 3 kategori yaitu aman, rawan, dan kritis. Kadar salinitas pada air tanah sebagian besar dipengaruhi oleh jarak dari garis pantai dan penggunaan lahan tambak.