Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASPEK TEKNOLOGI PENENTUAN DESALINASI YANG DI KOPLING DENGAN REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL alimah, siti; Dewita, Erlan; Susiati, Heni; Aryanto, Teguh
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.758 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3227

Abstract

BATAN berencana membangun dan mengoperasikan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). RDE dengan tipe reaktor gas temperatur tinggi (HTGR), merupakan salah satu kandidat desain reaktor yang limbah panasnya cocok untuk aplikasi desalinasi air laut. Kopling desalinasi dengan RDE, membuat teknologi desalinasi lebih menarik, karena selain menghemat cadangan bahan bakar fosil, ramah lingkungan, juga dapat menambah pasokan kebutuhan air bersih. Terdapat berbagai teknologi desalinasi komersial yaitu menggunakan energi thermal dan menggunakan membran dalam proses pemisahannya. Multi-Stage Flash Distillation (MSF) dan Multi-Effect Distillation (MED) adalah proses desalinasi yang menggunakan energi thermal, sedangkan Reverse Osmosis (RO) adalah proses desalinasi yang menggunakan membran. Temperatur keluaran uap dari pembangkit RDE adalah 520oC dan selanjutnya uap mengalir ke turbin dengan temperatur keluaran 256oC. Uap tersebut dalam bentuk superheated (lewat jenuh) dan yang diperlukan untuk desalinasi adalah uap saturated (jenuh). Tujuan studi adalah menentukan teknologi desalinasi yang sesuai dikopling dengan RDE berdasar aspek teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terkait permasalahan dan analisis dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Hasil studi diperoleh bahwa teknologi desalinasi MSF lebih sesuai untuk dikopling dengan RDE, dengan skema pengambilan sumber panas sesudah keluar turbin uap
ASPEK TEKNOLOGI PENENTUAN DESALINASI YANG DI KOPLING DENGAN REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL alimah, siti; Dewita, Erlan; Susiati, Heni; Aryanto, Teguh
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.758 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v13i2.3227

Abstract

BATAN berencana membangun dan mengoperasikan Reaktor Daya Eksperimental (RDE). RDE dengan tipe reaktor gas temperatur tinggi (HTGR), merupakan salah satu kandidat desain reaktor yang limbah panasnya cocok untuk aplikasi desalinasi air laut. Kopling desalinasi dengan RDE, membuat teknologi desalinasi lebih menarik, karena selain menghemat cadangan bahan bakar fosil, ramah lingkungan, juga dapat menambah pasokan kebutuhan air bersih. Terdapat berbagai teknologi desalinasi komersial yaitu menggunakan energi thermal dan menggunakan membran dalam proses pemisahannya. Multi-Stage Flash Distillation (MSF) dan Multi-Effect Distillation (MED) adalah proses desalinasi yang menggunakan energi thermal, sedangkan Reverse Osmosis (RO) adalah proses desalinasi yang menggunakan membran. Temperatur keluaran uap dari pembangkit RDE adalah 520oC dan selanjutnya uap mengalir ke turbin dengan temperatur keluaran 256oC. Uap tersebut dalam bentuk superheated (lewat jenuh) dan yang diperlukan untuk desalinasi adalah uap saturated (jenuh). Tujuan studi adalah menentukan teknologi desalinasi yang sesuai dikopling dengan RDE berdasar aspek teknologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terkait permasalahan dan analisis dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Hasil studi diperoleh bahwa teknologi desalinasi MSF lebih sesuai untuk dikopling dengan RDE, dengan skema pengambilan sumber panas sesudah keluar turbin uap
Distribusi Sedimen Dasar di Perairan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Rahayu, Kanti; Muliadi, Muliadi; Muhardi, Muhardi; Putra, Yoga Satria; Risko, Risko; Susiati, Heni
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2022): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v5i1.46940

Abstract

Studi tentang distribusi sedimen dasar telah dilakukan di Perairan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase fraksi sedimen dasar. Pengambilan sampel sedimen dilakukan menggunakan  sediment grab  pada 6 stasiun dengan masing-masing terdapat 3 titik  sampling. Ukuran butir sedimen dianalisis menggunakan metode ayakan  (granulometri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran sedimen dasar didominasi  oleh lanau dengan nilai rata-rata persentase 53%, lempung 32,22%, dan pasir 14,78%. Tipe sedimen yang ada di lokasi tersebut secara keseluruhan didominasi oleh lempung liat berdebu  (silty clay loam)  dan liat berdebu  (silty clay).  Secara keseluruhan kecepatan arus yang ada di lokasi penelitian tergolong katagori arus lambat.  Kecepatan arus ini mempengaruhi proses pengangkutan, pengendapan, dan sebaran sedimen.  
The Preliminary Sedimentation Pattern Study in West Borneo NPP Potential Site Alhakim, Euis E; Ryanto, Theo A; Susiati, Heni; Suntoko, Hadi
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 2 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.76686

Abstract

Coastal environmet dynamics study is one of the NPP site feseability studies that need to be conducted to understand the potential external risk in an NPP development. The Pantai Gosong area was the preferred potential site for the NPP development and was located in the coastal area. Therefore, external factors such as abrasion or sedimentation would influence the NPP site. This research studied the sedimentation pattern of the Pantai Gosong coastal area based on the landform analysis. The results showed that the landform in the Pantai Gosong area was classified as a highly eroded hill, lowly eroded footplain, natural levee-back swamp, beach ridge, alluvial plain, and coastal alluvial plain. The sedimentation process in the northern coastal area of Pantai Gosong that has lowly eroded footplain landform was more intense than in the southern part. The analysis was well correlated with the estimated sediment thickness from the microtremor method analysis that showed that the northern coastal area has higher sediment deposits with 12.7 to 21.7 m of thickness than the southern coastal area with 3.2 to 12.6 m thickness. The northern footplain in the Pantai Gosong coastal area was expected to have higher sedimentation than the southern part continuously