Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GANESHA MEDICINA

STRATEGI ANTIPLATELET DAN ANTIKOAGULAN PADA PASIEN STEMI DENGAN TROMBOSITOPENIA PADA RUMAH SAKIT NON-PCI CENTRE Komang Gede Adhyaksa Dharma Kusuma; I Gusti Agung Raka Mahasadhu; I Ketut Susila
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.70632

Abstract

Tatalaksana STEMI dengan onset yang timbul dalam 12 jam adalah reperfusi. Tatalaksana reperfusi apapun membutuhkan pemberian antiplatelet, terutama dual antiplatelet dengan kombinasi aspirin dan P2Y12 reseptor antagonis. Manajemen terapi antiplatelet pada pasien STEMI dengan trombositopenia memberi tantangan karena pasien memiliki resiko tinggi terjadinya perdarahan dan iskemia. Dilaporkan kasus pasien laki laki berusia 45 tahun dengan keluhan dada kiri terasa berat yang terasa sejak 2 jam lalu saat pasien sedang menyiram tanaman, keluhan dada kiri tidak menjalar ke hingga ke lengan kiri maupun dagu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, namun beberapa tanda vital meningkat. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan trombosit dan hasil dari pemeriksaan enzim jantung didapatkan peningkatan dari Troponin-l. Pada hasil pemeriksaan ekokardiografi didapatkan hipokinetik pada mid anterolateral, apikal lateral, dengan kontraktilitas ventrikel kiri menurun dengan ejection fraction 48% dan TAPSE 2,1. Pasien didiagnosis STEMI inferior dengan trombositopenia dan pasien diberikan terapi berupa pilihan antikoagulan fondaparinux 2,5 cc dengan cek darah lengkap serial setiap hari. Pasien dipulangkan di hari ke-5 dengan terapi ramipril 1 x 5 mg, bisoprolol 1 x 5 mg, clopidogrel 1 x 75 mg, atorvastatin 1 x 40 mg dan spironolakton 1 x 25 m, dengan nilai PLT saat dipulangkan adalah 78 x 103 /uL.
MODIFIKASI MANUVER VALSALVA UNTUK KARDIOVERSI TAKIKARDIA SUPRAVENTRIKULAR DI DAERAH RURAL Putra, Ngurah Agung Reza Satria Nugraha; I Nyoman Kurniawan Agratama; Ni Luh Eka Sriayu Wulandari; I Ketut Susila
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.74069

Abstract

Takikardia supraventrikular adalah takiaritmia yang melibatkan jaringan atrium atau persimpangan atrioventrikular yang disertai dengan gejala klinis seperti palpitasi, sesak napas, atau bahkan tanpa gejala. Seorang wanita berusia 54 tahun dan seorang pria berusia 59 tahun datang ke UGD dengan keluhan berdebar tiba-tiba. Tidak ada aktivitas berat sebelumnya yang menjadi pemicu awal. Hasil EKG kedua pasien menunjukkan takikardia supraventrikular. Modifikasi Manuver Valsalva dilakukan pada kedua pasien, dan observasi selama 45-60 detik menunjukkan adanya pemulihan irama menjadi irama sinus. Modifikasi Manuver Valsalva bekerja dengan meningkatkan tonus vagal. Peningkatan tekanan intratoraks mencegah aliran balik vena perifer ke jantung kanan ketika pasien melakukan ekspirasi paksa. Ini akan mengaktivasi sistem saraf simpatis. Manuver Valsalva yang dimodifikasi telah menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan konversi SVT dapat mencapai 43%, yang jauh lebih tinggi daripada Manuver Valsalva konvensional (17%) serta jauh lebih hemat biaya dan aman.