Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

GAMBARAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH DASAR TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MANDONGA DAN POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Muhammad Azwan; Syawal Kamiluddin Saptaputra; Syefira Salsabila
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.160

Abstract

Secara geografis, Indonesia terletak di perbatasan beberapa lempeng tektonik utama di dunia. Di bagian utara terdapat lempeng Eurasia, di selatan terdapat lempeng Indo Australia, di timur terdapat lempeng Filipina dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia juga berada di antara rentetan pegunungan Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik. Keadaan geografis ini berkontribusi pada tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapsiagaan terkait pengetahuan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini bencana, serta ketersediaan dan fleksibilitas sumber daya dalam menghadapi bencana gempa bumi di sekolah dasar. di Kecamatan Mandonga dan Poasia Kota Kendari Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deksriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportional Random Sampling, dimana sebanyak 243 responden, yang terdiri dari guru dan siswa kelas 5 sekolah dasar, dan dipilih secara acak dari populasi penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa kunci keberhasilan kesiapsiagaan dilihat pada keempat variabel pengetahuan, keadaan darurat bencana, peringatan dini dan mobilitas sumber daya, yang dalam penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru dari keempat sekolah tersebut termasuk dalam kategori siap. Namun, hanya tiga dari empat sekolah yang memiliki siswa-siswa yang masuk dalam kategori sangat siap, sementara satu sekolah lainnya berada dalam kategori siap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat gambaran kesiapsiagaan sekolah dasar dalam menghadapi bencana gempa bumi di Kecamatan Mandonga dan Poasia Tahun 2023.
Kinerja Dosen Wanita Bidang Kesehatan dalam Konflik Peran Ganda, Stres, dan Motivasi Wa Ode Ameitha Ladiaz; Arum Dian Pratiwi; Syefira Salsabila
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i2.614

Abstract

Performance is the work achievement of a person, which can be seen from the level of achievement of results or the implementation of certain tasks. The performance of female lecturers can be disrupted due to dual role conflict that causes stress, as well as lack of motivation, where efforts to balance professional and personal responsibilities often reduce focus, productivity, and effectiveness in carrying out academic tasks. This study aims to determine how dual role conflict, work stress, and work motivation relate to the performance of female lecturers at the Faculty of Public Health, Pharmacy, and Medicine, Halu Oleo University in 2024. The type of research is quantitative with a cross-sectional study design and observational analytic method. All female lecturers at the Faculty of Medicine, Pharmacy, and Public Health, Halu Oleo University became the population. The sample in the study amounted to 74 female lecturers selected using the Simple Random Sampling (SRS) method. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that dual role conflict (p=0.019) and work motivation (p=0.016) were related to performance, while work stress (p=0.275) was not related.
PELATIHAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL PADA PEREMPUAN PESISIR DALAM MEMANFAATKAN POTENSI WILAYAH PESISIR Febriana Muchtar; Lisnawaty Lisnawaty; Suhadi Suhadi; Asnia Zainuddin; Syefira Salsabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19551

Abstract

Abstrak: Ikan dan kelor merupakan pangan lokal yang memiliki potenzi zat gizi dan mudah ditemukan di wilayah pesisir. Keterbatasan informasi dan pengetahuan tentang manfaat dan pengolahan ikan dan kelor menjadi penyebab pemanfaatan keduanya tidak optimal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan perempuan pesisir dalam mengolah potensi pangan lokal. Kegiatan dilakukan di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe dan diikuti oleh 45 peserta. Metode yang digunakan dengan cara penyuluhan dan pelatihan pengolahan pemanfaatan potensi pangan di wilayah pesisir, melalui praktik pembuatan produk pangan yaitu nugget ikan cakalang dan stik kelor. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara penilaian menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman peserta terhadap materi pelatihan mencapai 96,44%, hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat dikategorikan sangat baik. Pengolahan ikan dan kelor sebagai pangan lokal wilayah pesisir menjadi nugget ikan dan stik kelor mendukung diversifikasi produk olahan pangan lokal dan menambah nilai ekonomis ikan dan kelor.Abstract: Fish and moringa are local foods with nutritional potential which are available in coastal areas. Despite their availability, limited awareness about the benefits of those food and inadequate knowledge about the proper processing techniques prevented optimal utilization of those foods. This community service was administered to address this gap by educating and empowering women community living in coastal areas. This program was carried out in Leppe Village, Soropia District, Konawe Regency, involving 45 participants. Through counseling and hands-on training, participants learned to process fish and moringa into culinary delights, such as skipjack tuna nuggets and moringa sticks. The evaluation showed an impressive 96.44% comprehension rate, highlighting the program's excellence. Processing fish and moringa into processed local foods in coastal areas supports the food diversification program, while improving the diets and the livelihoods of local community in coastal areas.