Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AL-ASHLAH

PELAKSANAAN MEDIASI PERCERAIAN DI PERADILAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Abdul Aziz; Lukman Hakim
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 1 No. 2 (2022): (July 2022)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keharmonisan dalam rumah tangga merupakan cita-cita bersama yang selalu ingin dicapai oleh pasangan suami istri, namun masalah dalam rumah tangga adalah sebuah keniscayaan. Setiap masalah yang muncul akan diselesaikan secara pribadi oleh mereka. Ketika tidak bisa diselesaikan, maka akan berakhir di depan Hakim, dan hakim tidak langsung memutuskan, melainkan masih mencoba untuk memediasi, agar tidak terjadi perceraian atau pertikaian. Hal ini yang diatur dalam dunia peradilan melalui Peraturan Mahkamah Agung, yakni melalui jalur mediasi. Dalam dunia hukum Islam mediasi ini melalui perantara hakam yang telah ditunjuk oleh hakim. Penelitian ini fokus dalam memandang pelaksanaan mediasi perceraian di Peradilan Agama dalam perspektif hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dalam arti menjadikan konsep tetang hakam untuk membaca pelaksanaan mediasi di Pengadilan Agama, lebih khususnya dalam masalah perceraian. Kesimpulannya, pelaksanaan mediasi yang dilakukan di Pengadilan Agama banyak berbeda dengan yang sudah dijelaskan dalam hukum Islam, khususnya dalam segi wewenang hakam yang berbeda dengan yang dimiliki oleh mediator. Namun hal ini tidak menjadi persoalan karena konteks yang berbeda, yang akan munculnya perbedaan cara yang ditempuh untuk mewujudkan perdamaian bagi kedua belah pihak yang berperkara
DINAMIKA PERKEMBANGAN METODE PENETAPAN HUKUM NAHDLATUL ULAMA DAN MAJELIS ULAMA INDONESIA DALAM PEMBARUAN HUKUM ISLAM Imam Syafi'i; Lukman Hakim
AL-ASHLAH : Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol. 3 No. 2 (2024): (July 2024)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/alashlah.v3i2.2748

Abstract

This research aims to analyze the dynamics of the legal determination method developed by Nahdlatul Ulama (NU) and the Majelis Ulama Indonesia (MUI) in the context of legal reform so that it can accommodate problems that occur in the reality of human civilization. This research is library research, with an Islamic legal approach, qualitative data analysis and documentation techniques from both primary and secondary sources related to the legal determination method (istinbath al-ahkam) developed by NU and MUI. NU's method of legal determination has developed and has become the basic foundation of the legal system, namely using the qauliy, ilhaqiy and manhajiy school of thought approaches and gradually NU has made syarah (explanation) of this system. The MUI perfected the system and mechanism for determining laws using the al-jam'u wa at-taufiq method, the muqaranah method and the bayani and ta'lili methods as an explanation of the manhaji method. Furthermore, the MUI refined and confirmed this method to become organizational regulations. These dynamics reinforce that NU and MUI have moderate and adaptive principles, where Islamic law is flexible, elastic and dynamic according to current developments