Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal integrasi proses

PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PELEBURAN ALKALI Magfiroh, Aldilah Dian; Isnayyah, Wanda Nur; Triana, Nurul Widji; Sutiyono, Sutiyono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31607

Abstract

Pemanfaatan singkong di Indonesia sejauh ini masih berfokus pada bagian umbinya, sementara kulit singkong sering kali hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kulit singkong memiliki kandungan selulosa yang tinggi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan asam oksalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh asam oksalat dengan kadar tertinggi serta menentukan nilai pH yang stabil berdasarkan variasi suhu dan waktu terbaik dalam proses peleburan alkali. Proses pembuatan asam oksalat dari kulit singkong diawali dengan peleburan alkali, di mana serbuk kulit singkong dicampur dengan larutan KOH. Filtrat yang dihasilkan kemudian ditambahkan dengan larutan CaCl₂ 10%, lalu endapan yang terbentuk diasamkan menggunakan H₂SO₄ dan disaring untuk memperoleh filtrat asam oksalat. Filtrat tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan metode titrasi permanganometri dan pH meter. Penelitian ini menerapkan variasi suhu sebesar 100, 120, 140, 160, dan 180 °C serta waktu peleburan selama 70, 75, 80, 85, dan 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada suhu 160 °C dengan waktu peleburan selama 85 menit, menghasilkan kadar asam oksalat sebesar 15,7% dari 5 gram serbuk kulit singkong yang memiliki kadar selulosa sebesar 48,17%.
PENGARUH WAKTU SAKARIFIKASI DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA HIDROLISIS ENZIMATIK PATI SUWEG TERHADAP KADAR GLUKOSA DAN KADAR AIR DALAM GLUKOSA CAIR Puspitasari, Kurnia; Andriani, Silvia Desy; Wahyusi, Kindriari Nurma; Sutiyono, Sutiyono; Santi, Sintha Soraya
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32750

Abstract

Kebutuhan gula nasional yang tinggi tidak sebanding dengan produksi dalam negeri mendorong eksplorasi bahan baku alternatif untuk produksi glukosa cair. Umbi suweg (Amorphophallus campanulatus) sebagai tanaman lokal dengan kadar pati tinggi, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan glukosa cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu sakarifikasi (2-6 jam) dan kecepatan pengadukan (200-400 rpm) terhadap kadar glukosa dan kadar air dalam glukosa cair dari hidrolisis pati umbi suweg menggunakan metode enzimatis. Proses hidrolisis diawali dengan pembuatan pati dari umbi suweg, dilanjutkan likuifikasi dengan enzim α-amilase, dan sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan waktu sakarifikasi dan kecepatan pengadukan berbanding lurus dengan kadar glukosa yang dihasilkan dan menurunkan kadar air. Kadar glukosa tertinggi tercapai pada kondisi 6 jam dan kecepatan 400 rpm dengan nilai sebesar 27,5 °Brix. Namun, nilai ini belum memenuhi standar SNI yakni sebesar 70 °Brix. Kadar air yang dihasilkan berada dalam kisaran 7,229-18,139%, yang masih memenuhi batas maksimal menurut SNI 01-2978-1991. Penelitian ini menunjukkan bahwa umbi suweg memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif dalam produksi glukosa cair, di mana waktu sakarifikasi serta kecepatan pengadukan merupakan faktor signifikan dalam meningkatkan hasil glukosa. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperpanjang waktu sakarifikasi agar mencapai kadar glukosa yang sesuai standar.