Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL AGRIBISNIS BERORIENTASI EKSPOR BAGI KOPERASI, USAHA KECIL MIKRO DAN MENENGAH (KUMKM) KABUPATEN ACEH TENGAH - PROVINSI ACEH Ishak Hasan
Orasi Bisnis : Jurnal Ilmiah Administrasi Niaga Vol. 13 No. 1 (2015): Jurnal Orasi Bisnis XIII Mei 2015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.332 KB)

Abstract

                Pengembangan model untuk tujuan tertentu sangat diperlukan guna memberi arah dan pedoman dalam melakukan sesuatu tindakan, termasuk dalam hal agribisnis yang berorientasi ekspor, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah yang mencanangkan misi dan beberapa programnya untuk menghadapi kondisi perdagangan bebas Asean 2015. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengembangan KUMKM Aceh Tengah berorientasi ekspor dalam menghadapi persaingan usaha baik lokal, nasional, maupun antar bangsa. Penelitian ini menggunakan metode survai. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh KUMKM yang menjadi tanggungjawab pembinaan Diskopindag Kabupaten Aceh Tengah khususnya yang menangani komoditas unggulan ekspor. Komoditas unggulan Aceh Tengah yang sudah terkenal seperti Kopi Gayo, Holtikultura, dan tanaman bernilai ekspor lainnya seperti Coklat dan Pinang. Mengigat populasi KUMKM tersebut relatif besar maka sampelnya ditentukan hanya untuk KUMKM yang memiliki potensi besar untuk ekspor dan telah mendapat pembinaan oleh Disperindagkop UKM Aceh Tengah periode Juli 2010 sebanyak 60 unit. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara beberapa informan kunci dan pembagian kuesioner. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa model yang dikembangkan layak digunakan oleh KUMKM dan lembaga terkait dalam mengembangkan usahannya, khususnya dalam mendorong ekspor.  Ada dua model yang dapat diterapkan, yaitu model mikro (keterkaitan asosiasi, lembaga promosi, pendukung usaha, dan penciptaan SDM unggul) dan makro (keterkaitan di sektor hulu, menengah  dan  hilir).  Model tersebut dapat dijadikan sebagai penuntun dalam memberi arah dan dukungan yang kuat dari pemerintah dan lembaga mitra usaha serta antar sesama KUMKM. Dengan demikian KUMKM Aceh Tengah semakin kuat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan nasional dari ekspor dan juga sekaligus dapat mengurangi pengangguran.     
PERANAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN PEROKOK AKTIF (Studi Kasus Pada Center for Tobacco Control Studies Banda Aceh) Adian Putra; Ishak Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini adalah“Peranan Promosi Kesehatan Dalam PengendalianPerokok Aktif (Studi Kasus Pada Center For Tobacco Control Studies BandaAceh)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dan strategi promosikesehatan yang dijalankan oleh CTCS dalam melakukan upaya pengendalianperokok dan juga untuk mengetahui peranan promosi kesehatan yang dilakukanCTCS terhadap perokok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalahpendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini penelitimenggunakan teori AIDCA. Teori ini merupakan suatu proses psikologi pada dirikomunikan, didahului dengan komunikasi persuasif sebagai upayamembangkitkan perhatian. Informan dalam penelitian ini adalah anggota CTCSdan perokok aktif di Banda Aceh. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialahwawancara semi terstruktur, dan observasi. Teknik pemilihan informan yangdigunakan ialah teknik purposif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2017terhadap 2 informan kunci dari CTCS dan 6 informan tambahan dengan kriteriainforman tinggal di Banda Aceh, perokok aktif dengan rentang umur 15-30 tahun.Hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada beberapa peranan promosi kesehatandalam mengendalikan perokok, peranan tersebut adalah perubahan perilaku,perubahan sosial/lingkungan, bertambahnya wawasan masyarakat terhadapbahaya rokok, meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap rokok danmenciptakan generasi muda yang sehat dan bebas dari asap rokok. Kata Kunci :Promosi Kesehatan, Pengendalian Perokok, CTCS The Role of Health Promotion in Control of ActiveSmokers (Case Study At Center For Tobacco Control Studies Banda Aceh) ABSTRACT The title of this research is "The Role of Health Promotion in Control of ActiveSmokers (Case Study At Center For Tobacco Control Studies Banda Aceh)". Thisstudy aims to find out to know the health promotion activities and strategies runby CTCS in making efforts to control smokers and also to determine the role ofhealth promotion conducted CTCS against smokers. The approach used in thisresearch is qualitative approach with descriptive method. In this studyresearchers used AIDCA theory. This theory is a psychological process in the selfcommunicant, preceded by persuasive communication as an effort to generateattention. Informants in this study are members of CTCS and active smokers inBanda Aceh. Data collection techniques used are semi-structured interviews, andobservation. Informant selection technique used is purposive technique. Thisstudy was conducted in July 2017 against 2 key informants from CTCS and 6additional informants with live informant criteria in Banda Aceh, an activesmoker with a 15-30 year age range. The results of this study found that there areseveral roles of health promotion in controlling smokers, the role is behaviorchange, social / environmental change, increasing public awareness of thedangers of cigarettes, increasing public awareness of cigarettes and creating ahealthy young generation and free from cigarette smoke. Keywords: Health Promotion, Smoker Control, CTCS
Pemberdayaan Sosial Ekonomi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan Ishak Hasan
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.363 KB)

Abstract

KAT merupakan kelompok sosial dan budaya yang bersifat lokal, relatif kecil, tertutup, tertinggal, homogen, terpencar dan berpindah-pindah ataupun menetap. Kehidupannya masih berpegang teguh pada adat istiadat, kondisi geografis, yang sulit dijangkau, penghidupannya tergantung pada sumberdaya alam setempat dengan menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan ekonomi subsisten serta terbatasnya akses pelayanan sosial dasar. Warga KAT tinggal di berbagai wilayah tanah air, termasuk di Aceh. Pemberdayaan terhadap mereka relatif masihsangat terbatas dilakukan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran dan kesiapan sumberdaya manusia yang peduli terhadap nasib warga KAT sangat sedikit. Penelitian dilakukan di lokasi dengan melakukan observasi dan, wawancara langsung dengan semua kepala keluarga. Masing-masing di Desa Batee Meutudong 43 KK dan di Alue Bilie 38 KK. Strategi pemberdayaan yang dilakukan dengan melakukan penyerapan aspirasi tentang kebutuhan mereka, baik dari aspek sosial maupun dari aspek ekonomi, dan kemudian menyusun skala prioritas pemberdayaan. Pada tahap awal akan dibangun rumah layak huni sebanyak jumlah KK yang ada di dua lokasi tersebut. Rumah berbentuk semi permanen, pemberian biaya hidup beserta dengan berbagai fasilitas sosial lainnya selama masa 2 tahun. Selanjutnya dilakukan pedampingan sampai dimungkinkan mereka mandiri secara sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan Sosial Ekonomi, Kemiskinan, KAT
MEASURING THE PERFORMANCE OF REGIONAL GOVERNMENT: USING DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) APPROACH Zainal Putra; Muzakir Muzakir; Ishak Hasan
AFEBI Management and Business Review Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.439 KB) | DOI: 10.47312/ambr.v3i2.198

Abstract

The realization of regional government expenditure in Aceh Province from 2011 – 2015 has reached the figure of Rp84.260.616.926.552,00. However, the indicator data of Aceh people’s welfare in 2016 provided information of unemployment rate in Aceh in 2015  at 9,93%. This exceeds the national unemployment rate in the same period of 6.2%. Likewise, the poverty rate of Aceh Province in 2015 was at 17.08%. While nationally, the unemployment rate was at 11.13%. This condition indicated that the regional government were still unable to prosper the people, which also means that the governments were underperformed. This was possible because of inefficient use of resources. Efficiency does not only apply to private sector but also public sector. public sector organizations are now required to be able to operate efficiently to improve the performance. Nowadays, the performance of the local government has been criticized by the public. Therefore, it is necessary to develop a performance measurement toward public organization to know the extent of performance in a certain period accurately. This study aims to determine the efficiency level of regency / city governments in Aceh Province. By using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach, it is possible to observe which regency / city governments are performing well. This study uses input variables including regional expenditure, assets, population, civil servants and area. Output variables used include Regional Original Income (PAD), Human Development Index (HDI) and Per capita Income.The result shows that from 23 regency / city governments in Aceh Province, in the overall average from 2011 - 2015, there were only 5 regency / city governments (21.74%) who were efficient in running their government (efficiency score 1.00) , namely Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Sabang and Subulussalam. Therefore, the regency / city government has a good performance.Keywords: Performance and DEA, Regency / city governments
PELATIHAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN DENGAN SOFTWARE SPSS BAGI MAHASISWA LINTAS PERGURUAN TINGGI DALAM KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH Zainal Putra; Ishak Hasan; Budianto Budianto; Cut Devi Maulidasari; Syafruddin Chan
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 3: (Special Issue) December 2018
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v3i0.2666

Abstract

Dari hasil observasi yang kami lakukan, ternyata tidak sedikit mahasiswa menyerahkan pengolahan data penelitiannya kepada penyedia jasa di luar kampus secara ilegal. Namun sangat disayangkan bahwa hasil olahan data yang dilakukan penyedia jasa tersebut banyak terdapat kekeliruan. Hal tersebut dikarenakan si penyedia jasa tidak menguasai teknik dan teori statistik yang mumpuni. Akibatnya hasil pengelolahan data tersebut tidak memenuhi kaidah ilmiah. Fenomena tersebut terjadi karena mahasiswa lebih menyukai budaya instan dalam penyelesaian tugas akhir ketimbang menjalani proses. Dari keprihatian itu, kami mengambil sebuah langkah kongkrit dengan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelatihan Pengelohan Data Penelitian dengan Software SPSS Bagi Mahasiswa Lintas Perguruan Tinggi dalam Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Keterampilan dalam mengoperasikan software SPSS ini sangat penting bagi mahasiswa dalam rangka penyelesaian tugas akhir mereka. Sasaran program ini adalah mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Hasil yang dicapai dari program ini adalah: (a). Meningkatnya pengetahuan dan pemahamannya tentang metodologi penelitian, (b). Meningkatnya pengetahuan dan pemahamannya tentang ilmu statistika, dan (c). Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan software olah data penelitian, khususnya SPSS. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v3i0.2666
MEASURING THE PERFORMANCE OF REGIONAL GOVERNMENT: USING DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) APPROACH Zainal Putra; Muzakir Muzakir; Ishak Hasan
AFEBI Management and Business Review Vol. 3 No. 2 (2018): December
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47312/ambr.v3i2.198

Abstract

The realization of regional government expenditure in Aceh Province from 2011 – 2015 has reached the figure of Rp84.260.616.926.552,00. However, the indicator data of Aceh people’s welfare in 2016 provided information of unemployment rate in Aceh in 2015  at 9,93%. This exceeds the national unemployment rate in the same period of 6.2%. Likewise, the poverty rate of Aceh Province in 2015 was at 17.08%. While nationally, the unemployment rate was at 11.13%. This condition indicated that the regional government were still unable to prosper the people, which also means that the governments were underperformed. This was possible because of inefficient use of resources. Efficiency does not only apply to private sector but also public sector. public sector organizations are now required to be able to operate efficiently to improve the performance. Nowadays, the performance of the local government has been criticized by the public. Therefore, it is necessary to develop a performance measurement toward public organization to know the extent of performance in a certain period accurately. This study aims to determine the efficiency level of regency / city governments in Aceh Province. By using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach, it is possible to observe which regency / city governments are performing well. This study uses input variables including regional expenditure, assets, population, civil servants and area. Output variables used include Regional Original Income (PAD), Human Development Index (HDI) and Per capita Income.The result shows that from 23 regency / city governments in Aceh Province, in the overall average from 2011 - 2015, there were only 5 regency / city governments (21.74%) who were efficient in running their government (efficiency score 1.00) , namely Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Sabang and Subulussalam. Therefore, the regency / city government has a good performance.Keywords: Performance and DEA, Regency / city governments
Pemberdayaan Sosial Ekonomi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan Hasan, Ishak
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAT merupakan kelompok sosial dan budaya yang bersifat lokal, relatif kecil, tertutup, tertinggal, homogen, terpencar dan berpindah-pindah ataupun menetap. Kehidupannya masih berpegang teguh pada adat istiadat, kondisi geografis, yang sulit dijangkau, penghidupannya tergantung pada sumberdaya alam setempat dengan menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan ekonomi subsisten serta terbatasnya akses pelayanan sosial dasar. Warga KAT tinggal di berbagai wilayah tanah air, termasuk di Aceh. Pemberdayaan terhadap mereka relatif masihsangat terbatas dilakukan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran dan kesiapan sumberdaya manusia yang peduli terhadap nasib warga KAT sangat sedikit. Penelitian dilakukan di lokasi dengan melakukan observasi dan, wawancara langsung dengan semua kepala keluarga. Masing-masing di Desa Batee Meutudong 43 KK dan di Alue Bilie 38 KK. Strategi pemberdayaan yang dilakukan dengan melakukan penyerapan aspirasi tentang kebutuhan mereka, baik dari aspek sosial maupun dari aspek ekonomi, dan kemudian menyusun skala prioritas pemberdayaan. Pada tahap awal akan dibangun rumah layak huni sebanyak jumlah KK yang ada di dua lokasi tersebut. Rumah berbentuk semi permanen, pemberian biaya hidup beserta dengan berbagai fasilitas sosial lainnya selama masa 2 tahun. Selanjutnya dilakukan pedampingan sampai dimungkinkan mereka mandiri secara sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan Sosial Ekonomi, Kemiskinan, KAT
ANALYSIS OF THE EFFECT OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH (OSH) ON ROAD ASPHALT WORKERS IN PONTIANAK CITY Hasan, Ishak; Elvira, Elvira; Priadi, Eka; Nurhayati, Nurhayati; Widodo, Slamet
Jurnal Teknik Sipil Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v23i3.64474

Abstract

The implementation of infrastructure activities, whether in the form of building construction or road construction, always requires and involves a large number of workers, construction activity organizers, especially service providers or contractors who have a workforce of various levels directly related to the field, especially workers in the area are very vulnerable to occupational safety and Health, especially in road paving work in cities, where asphalted roads are roads with high and dense vehicle traffic. For this reason, the authors conducted an Analysis of the Effect of Occupational Safety and Health on Road Paving Workers in Pontianak City.All data must first be tested for data validity and reliability using the statistical program SPSS Version 26 to find out the analysis results. The data processing method uses quantitative methods. Then the Author will carry out a regression analysis so that it can be seen to what extent the influence of hazard and risk identification safety at work on occupational risk control, occupational safety, and health programs on road paving work in the city of Pontianak, as well as to find out the dominant factors that determine the value of occupational risk control.