Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Di Kabupaten Kampar Husni Mubarak; Puspa Ningrum; Muhammad Toyeb; Ria Gusri Widyas Tuti
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.4093

Abstract

Kemacetan lalu lintas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara peningkatan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan yang tersedia serta kapasitas efektif ruas jalan yang ada lebih kecil dari kapasitas jalan yang direncanakan akibat adanya hambatan di tepi jalan. Faktanya daerah Jalan Sisingamangaraja ini cukup padat dengan pedagang kaki lima yang menggunakan pinggir ruas jalan, parkir kendaraan. Selain itu ditambah jumlah pejalan kaki yang berjalan atau menyebrang sepanjang segmen jalan, dan jumlah kendaraan bermotor yang masuk keluar ke/dari lahan samping jalan serta arus kendaraan yang bergerak lambat seperti sepeda, becak dll. Hal ini sangat mengganggu kendaraan yang lewat dan menimbulkan kemacetan di ruas jalan depan Pasar Plaza Bangkinang Kota. Pada ruas jalan Sisingamangaraja dengan hambatan samping yang sebesar 543,6 bobot kejadian tinggi (H). pada ruas Jalan Sisingamangaraja di kawasan Pasar Plaza Bangkinang.derajat kejenuhannya melebihi batas derajat kejenuhan ideal 0.80 dengan Tingkat layanan D.Untuk kemampuan ruas jalan Sisingamangaraja dapat meloloskan jumlah volume lalu lintas C = 1856.03 smp/jam. Kecepatan arus bebas = 33,50 km/jam. Kecepatan minimum kendaran saat terjadi kemacetan pada hari Minggu adalah 19.18 km/jam atau 11,92 Mph. digunakan alternatif nomor 8 (delapan), yaitu menghilangkan data parkir, kendaraan berhenti dan kendaraan keluar masuk. Sehingga didapat kapasitas ruas jalan C = 2028,68 smp/jam. Kecepatan arus bebas = 38,17 km/jam. Derajat kejenuhan = 0,74 sudah dibawah standar dari ketentuan MKJI 1997.
Perencanaan Dinding Turap di Tepi Sungai Pada Tanah Lunak Muhammad Toyeb; Husni Mubarak; Puspa Ningrum; Muhammad Yazid
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v2i2.23

Abstract

Stability of soil on the riverbank necessary to considered towards landslide. Especially the location of soil in around it commonly have kinds the soft soil and over deformation. The large lateral earth pressure grant the influence to sheet pile stability. The face problem was embankment placed in riverbank on natural soil. It is potentially occur shear failure on embankment. Aim the study was design sheet pile to own bearing capacity in order to able withhold mainly lateral force. The source data from soil investigation report was SPT and analysis method based on soil properties, load design, lateral earth pressure, moment force. The result based on soil investigation obtained that almost 20 meters depth was soil to overly soft density. Depth of sheet pile was not reached rock soil because it mainly withhold lateral earth pressure. Therefore design of sheet pile planned to using steel sheet pile of Larssen profile 605K with length 12 m and driving depth 7 m along reinforcement to block anchor.
Perubahan Nilai CBR Pada Tanah Lempung Yang Dicampur Abu Tandan Sawit Puspa Ningrum; Muhammad Toyeb; Husnah Husnah
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v2i2.25

Abstract

CBR (California Bearing Ratio) value is usually used to determine the bearing capacity of a soil type. Soil conditions with low bearing capacity are often found in clay soil types. There are several ways to increase the CBR value of clay, one of which is by adding palm bunch ash. In this research, an analysis of changes in the CBR value of clay with addition of 5%, 7.5%, and 10% palm oil bunch ash. The results showed that the largest CBR value was obtained at the addition of 10% of palm oil bunch ash, which was 7.493%.
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Di Kabupaten Kampar Husni Mubarak; Puspa Ningrum; Muhammad Toyeb; Ria Gusri Widyas Tuti
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.4093

Abstract

Kemacetan lalu lintas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara peningkatan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan prasarana jalan yang tersedia serta kapasitas efektif ruas jalan yang ada lebih kecil dari kapasitas jalan yang direncanakan akibat adanya hambatan di tepi jalan. Faktanya daerah Jalan Sisingamangaraja ini cukup padat dengan pedagang kaki lima yang menggunakan pinggir ruas jalan, parkir kendaraan. Selain itu ditambah jumlah pejalan kaki yang berjalan atau menyebrang sepanjang segmen jalan, dan jumlah kendaraan bermotor yang masuk keluar ke/dari lahan samping jalan serta arus kendaraan yang bergerak lambat seperti sepeda, becak dll. Hal ini sangat mengganggu kendaraan yang lewat dan menimbulkan kemacetan di ruas jalan depan Pasar Plaza Bangkinang Kota. Pada ruas jalan Sisingamangaraja dengan hambatan samping yang sebesar 543,6 bobot kejadian tinggi (H). pada ruas Jalan Sisingamangaraja di kawasan Pasar Plaza Bangkinang.derajat kejenuhannya melebihi batas derajat kejenuhan ideal 0.80 dengan Tingkat layanan D.Untuk kemampuan ruas jalan Sisingamangaraja dapat meloloskan jumlah volume lalu lintas C = 1856.03 smp/jam. Kecepatan arus bebas = 33,50 km/jam. Kecepatan minimum kendaran saat terjadi kemacetan pada hari Minggu adalah 19.18 km/jam atau 11,92 Mph. digunakan alternatif nomor 8 (delapan), yaitu menghilangkan data parkir, kendaraan berhenti dan kendaraan keluar masuk. Sehingga didapat kapasitas ruas jalan C = 2028,68 smp/jam. Kecepatan arus bebas = 38,17 km/jam. Derajat kejenuhan = 0,74 sudah dibawah standar dari ketentuan MKJI 1997.
Rekayasa Stabilitas Lereng Dengan Pembuatan Trap Dari Tinjauan Faktor Aman Muhammad Toyeb; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v14i1.418

Abstract

Stabilitas lereng merupakan aspek penting dalam rekayasa geoteknik, khususnya pada wilayah perbukitan yang rentan terhadap longsor akibat pengaruh beban tanah dan kondisi hidrologi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penerapan trap sebagai sistem rekayasa pengendali longsor terhadap peningkatan stabilitas lereng. Metode yang digunakan adalah analisis keseimbangan batas dengan pendekatan Bishop. Lereng dibagi menjadi 12 irisan dan dianalisis untuk kondisi lereng asli dan dengan trap. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi lereng asli diperoleh faktor keamanan sebesar 1.57, yang menunjukkan kondisi lereng stabil. Namun pada lereng asli ini memiliki potensi kerentanan longsor terhadap perubahan lingkungan karena mendekati syarat teknis 1.5. Setelah penerapan trap pada lereng asli, terjadi penurunan gaya pendorong dari 518,10 kN menjadi 402,85 kN, dan meningkatnya faktor keamanan menjadi 1,81. Peningkatan ini disebabkan oleh berkurangnya massa tanah dizona kritis lereng, sehingga komponen gaya pendorong sepanjang bidang longsor menurun secara signifikan. Selain meningkatkan stabilitas secara mekanis, trap juga berperan dalam mengendalikan aliran permukaan dan mengurangi potensi erosi, sehingga memberikan manfaat tambahan dalam menjaga kestabilan jangka panjang. Dengan demikian, cara trap dapat menjadi alternatif solusi rekayasa yang efektif, ekonomis, dan berwawasan lingkungan dibandingkan metode perkuatan konvensional berbasis beton. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan metode mitigasi longsor yang lebih berkelanjutan, khususnya pada lereng diperbukitan.
PENURUNAN KEKUATAN TANAH TERSTABILISASI PALM OIL FUEL ASH BERBASIS ALKALI AKTIVATOR MATERIAL DILINGKUNGAN GAMBUT Muhammad Toyeb; Husni Mubarak; Puspa Ningrum; Jefri Gunawan Tanjung
Racic : Rab Construction Research Vol. 8 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i1.3530

Abstract

Peat water contains low pH and acid caused corrosive on cementation structure as stabilized soil based alkali activated POFA. The soil samples mixed with different percentages of POFA (5%, 10%, and 15%) and alkali activator solution (sodium silica; Na2SiO3) and sodium hydroxide, NaOH) were immersed in peat water for various durations (0, 7, 14, and 28 days). The test results for the physical properties of the soil showed that the addition of POFA decreased the plasticity index and increased the optimum moisture content (OMC) while reducing the dry density (MDD) of the soil mixture. Furthermore, the unconfined compressive strength test indicated that the soil's strength increased at a 5% and 10% POFA content after 7 days of immersion, with strengths of 760 kPa and 1312 kPa, respectively. However, the strength significantly decreased by over 50% after 28 days of immersion, reached 365 kPa and 372 kPa for the respective POFA contents. A slight increase in soil strength was observed with the addition of 15% POFA content during the immersion period. Although the strength obtained after 28 days was almost the same for all mixtures at 356 kPa, higher levels of aluminosilicate synthesis as 15% POFA can enhance the bonding strength between soil particles, making the test specimen more resistant to acid attack.
PENGARUH RASIO ALKALI AKTIVATOR DALAM CAMPURAN TANAH-POFA BERDASARKAN UJI TEKAN BEBAS Muhammad Toyeb; Puspa Ningrum
Racic : Rab Construction Research Vol. 9 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4579

Abstract

Modern soil stabilization has included environmentally friendly materials in the mixture design. Adding an alkali activator provides an alternative to the innovation of the binder agent for soil stabilization. This study aims to know the effect of adding the alkali activator soluble for soil-POFA mixture on changes in the soil strength characteristic through an unconfined compression test (UCT). The alkali activators are sodium silica (Na2SiO3) and Sodium Hydroxide (NaOH). They prepare with a ratio Si/Al: 1.0, 1.5, 2.0, 2.5, and NaOH concentrated at 10M. Compressive strength to the soil-POFA mixture obtained slightly increased strength, and the soil is clayey sand poorly graded. However, adding the alkali activator increases the soil strength significantly. Thus, the soil-POFA with the alkali activators gained the maximum compressive strength on a ratio of 2.5, and it all has the characteristic of rapid hardening in the initial period as a binder agent.