Tomi Hendra
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Dakwah Dalam Arus Perkembangan Media Sosial Tomi Hendra; Siti Saputri
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.1473

Abstract

The development of social media today seems like mushrooms that blossom in the rainy season. Where the presence of social media has removed the veil that is in the  midst of social life. Likewise in the world of da’wah, social media gives a new color in its development, so that in practice the dak’wah has shifted, currently preaching is not only from the pulpit pulpit but by sitting sweetly in front of a television screen or computer  mad’u has been able to enjoy propaganda. In its development, social media currently generally supports and becomes an unparalled propanganda media. This can be seen from the number of da’wah interpreters who use social media for da’wah, such as; youtube, instagram, facebook and the like.  The advancement and up-to-date social media not only gives positive inpact and response to the world of da’wah, like two sides of a coin, there is a positive side that is felt by the da’wah world. The other side also presents a new challenge for the world of dak’wah. One of the cases that can be explainde, often mad’u can not confirm or ask directly related to mataerial that is not understood, so mad’u must swallow raw material preaching delivered by the preacher. The next problem is that a da’wah interpreter cannot see the extent to which the da’wah material delivered changes to mad’u and the extent to which da’wah delivered through social media brings change to mad’u this is among the da’wah challenges that must be faced by interpreters in the current development of social media.   In this case the researcher tried to explain the challenges of da’wah in the flow of the development of social media by using the qualitative descriptive method.
KONTESTASI KOMUNIKASI DAKWAH SALAFI DAN KULTURAL DALAM TRADISI MAULID NABI DI INDONESIA Tomi Hendra; Sefriono Sefriono; Eka Putra Wirman; Zulfis Zulfis; Ratna Dewi
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontestasi antara dakwah salafi dan kultural dalam tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia dari perspektif komunikasi dakwah. Studi ini muncul dari kebutuhan untuk memahami bagaimana perbedaan strategi dakwah memengaruhi pembentukan identitas keagamaan dan legitimasi praktik keagamaan dalam masyarakat Muslim yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis konten kualitatif terhadap artikel, buku, dokumen organisasi Islam, serta narasi dakwah terkait Maulid Nabi dan dakwah Salafi. Unit analisis meliputi narasi, argumentasi, dan wacana komunikasi dakwah yang dianalisis melalui kerangka teori komunikasi dakwah dan teori identitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pola komunikasi dakwah yang berbeda. Dakwah kultural menggunakan pendekatan persuasif, dialogis, dan adaptif melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan tradisi budaya lokal yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial serta memfasilitasi internalisasi nilai-nilai keagamaan. Sebaliknya, dakwah Salafi menekankan pendekatan skripturalis, normatif, dan korektif berdasarkan legitimasi tekstual Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga menempatkan praktik Maulid sebagai bid’ah. Kontestasi ini mencerminkan perbedaan orientasi komunikasi, pembentukan identitas sosial, dan perebutan otoritas dalam interpretasi agama. Penelitian ini terbatas pada studi pustaka dan wacana tekstual, sehingga belum meneliti pengalaman empiris pelaku dakwah maupun dinamika dakwah di media digital. Temuan ini memberikan panduan bagi praktisi dakwah untuk menyesuaikan strategi komunikasi sesuai dengan konteks sosial-budaya, serta memahami implikasi kontestasi dakwah terhadap penerimaan sosial dan identitas keagamaan. Penelitian ini menempatkan tradisi Maulid Nabi sebagai arena kontestasi komunikasi dakwah serta memberikan kontribusi baru dalam studi komunikasi dakwah dengan menekankan interaksi agama, budaya, dan legitimasi religius dalam masyarakat Muslim Indonesia kontemporer.