Situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang merupakan warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Namun, pemanfaatan situs-situs tersebut dalam pembelajaran masih belum optimal karena informasi mengenai persebaran dan nilai historis yang terkandung di dalamnya belum banyak diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang dan mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data reduksi/kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang tersebar di wilayah Kota Palembang, yaitu berada di kawasan Iliran dan Uluan yang pada masa Kesultanan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, kegiatan keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Situs-situs tersebut mengandung nilai historis berupa nilai religius, sosial, pertahanan dan militer, serta politik dan pemerintahan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan materi pembelajaran sejarah lokal pada Fase E kelas X dan dapat diintegrasikan ke dalam capaian pembelajaran serta tujuan pembelajaran. Selain itu, sebaran situs-situs Kesultanan di Palembang dapat dimanfaatkan sebagai media sekaligus sumber pembelajaran yang membantu peserta didik memahami lokasi situs dan nilai historis yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang berpotensi menjadi sumber pembelajaran sejarah lokal yang efektif untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual d an  meningkatkan pemahaman sejarah lokal peserta didik.